Penjelasan Hadits Nasa'i No. 5258 tentang Nabi tidak menolak minyak wangi yang diberikan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan akhlak mulia Nabi ﷺ dalam menerima hadiah atau pemberian minyak wangi. Beliau tidak pernah menolaknya karena minyak wangi adalah sesuatu yang disukai jiwa, tidak memberatkan, dan membawa kebaikan. Ini mengajarkan kita untuk menerima pemberian dengan lapang dada dan tidak meremehkan hadiah sekecil apa pun, selama halal dan tidak mengandung mudarat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat An-Nasa'i:

Teks Arab hadits (dengan harakat lengkap):

أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ، قَالَ أَنْبَأَنَا وَكِيعٌ، قَالَ حَدَّثَنَا عَزْرَةُ بْنُ ثَابِتٍ، عَنْ ثُمَامَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا أُتِيَ بِطِيبٍ لَمْ يَرُدَّهُ

Makna: Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: "Jika minyak wangi dibawa kepada Nabi ﷺ, beliau tidak menolaknya." (HR. An-Nasa'i no. 5258)

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, dan Imam Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad dari jalur yang serupa.

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman tentang kenikmatan surga yang di dalamnya terdapat minyak wangi dan keharuman:

وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍۙ لَّا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ

"Dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti-henti dan tidak terlarang mengambilnya." (QS. Al-Waqi'ah [56]: 32-33)

Ayat ini menunjukkan bahwa kenikmatan yang baik dan harum adalah bagian dari karunia Allah yang patut disyukuri.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah dari hadits ini:

1. Anjuran Menerima Hadiah dan Pemberian

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa menerima hadiah adalah akhlak yang terpuji, selama tidak mengandung unsur yang diharamkan. Nabi ﷺ biasa menerima hadiah dan tidak menolaknya kecuali ada alasan syar'i. Ini menunjukkan bahwa seorang muslim hendaknya berlapang dada dalam menerima pemberian dari saudaranya.

2. Keutamaan Minyak Wangi

Imam Ibnul Qayyim dalam Zad Al-Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ sangat menyukai wewangian. Beliau bersabda: "Dijadikan cinta kepadaku dari dunia kalian: wanita dan minyak wangi, dan dijadikan penyejuk mataku dalam shalat." (HR. An-Nasa'i dan Ahmad, shahih). Minyak wangi adalah sesuatu yang disukai jiwa, membawa kenyamanan, dan menjadi ciri kebersihan seorang muslim.

3. Tidak Meremehkan Pemberian Kecil

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa menolak hadiah tanpa alasan yang jelas dapat menyakiti hati pemberi. Karena itu, menerima pemberian sekecil apa pun adalah bentuk penghargaan kepada sesama muslim. Ini juga mengajarkan kita untuk tidak sombong atau merasa cukup sehingga menolak kebaikan orang lain.

4. Adab dalam Muamalah

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Al-Adab Al-Mufrad bahwa Nabi ﷺ tidak pernah menolak minyak wangi. Para ulama menjelaskan bahwa ini adalah bentuk tawadhu' (rendah hati) dan kasih sayang beliau kepada umatnya. Beliau tidak ingin membuat orang yang memberi merasa kecewa atau tersinggung.

5. Pengecualian yang Perlu Diperhatikan

Para ulama juga menegaskan bahwa menerima hadiah tidak mutlak tanpa batasan. Jika hadiah tersebut haram, mengandung unsur riba, suap, atau ada imbalan yang diharamkan, maka wajib ditolak. Namun jika halal dan baik, maka dianjurkan untuk menerimanya dengan senang hati.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa seorang lelaki datang kepada Nabi ﷺ dengan membawa hadiah. Beliau menerimanya dengan baik. Kemudian datang pula orang lain yang membawa hadiah serupa. Beliau pun tetap menerimanya dengan ramah. Para sahabat yang hadir merasakan betapa mulianya akhlak beliau — tidak pernah menyakiti hati siapa pun yang datang dengan kebaikan.

Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata: "Sesungguhnya orang yang berakal akan menjaga hati saudaranya, tidak membuatnya kecewa dengan penolakan yang kasar." Beliau juga sering mengingatkan bahwa menerima pemberian dengan wajah berseri adalah bagian dari akhlak mulia yang dicontohkan para salaf.

Kesimpulan Praktis

  1. Terima pemberian dengan lapang dada — selama halal dan tidak mengandung mudarat, jangan menolak hadiah sekecil apa pun.
  2. Gunakan minyak wangi — karena ini sunnah Nabi ﷺ dan membawa kenyamanan bagi diri sendiri serta orang lain.
  3. Jaga perasaan pemberi — menolak hadiah tanpa alasan syar'i dapat menyakiti hati dan merusak ukhuwah.
  4. Hindari menolak dengan kasar — jika terpaksa menolak karena alasan syar'i, tolaklah dengan cara yang lembut dan penuh adab.
  5. Niatkan menerima hadiah sebagai bentuk silaturahmi — agar pahala dan keberkahan mengalir bagi kedua belah pihak.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?