Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menggambarkan kebiasaan Nabi ﷺ dalam merawat rambut dan jenggotnya dengan minyak. Ini adalah bagian dari sunnah beliau dalam hal kebersihan dan penampilan. Hadits ini juga menunjukkan bahwa uban beliau tidak banyak, dan hanya terlihat jika tidak diolesi minyak. Pelajaran utamanya adalah pentingnya merawat penampilan dengan cara yang baik dan bersih, selama tidak melanggar syariat.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Perhiasan (Az-Zinah), Bab Minyak (Ad-Duhn), no. 5114, dari sahabat Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu.
Teks Hadits (Arab dengan Harakat):
<p>أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سِمَاكٍ، قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ سَمُرَةَ، سُئِلَ عَنْ شَيْبِ، رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ كَانَ إِذَا ادُّهِنَ رَأْسُهُ لَمْ يُرَ مِنْهُ وَإِذَا لَمْ يُدَّهَنْ رُئِيَ مِنْهُ</p>
Terjemahan:
Dari Simak, ia berkata: "Aku mendengar Jabir bin Samurah ditanya tentang uban Rasulullah ﷺ. Ia menjawab: 'Jika beliau mengoleskan minyak di kepalanya, maka uban itu tidak terlihat, dan jika beliau tidak mengoleskan minyak, maka uban itu terlihat.'"
Kaitan dengan Ulama:
Hadits ini menunjukkan perhatian para sahabat terhadap detail kehidupan Nabi ﷺ, termasuk dalam hal penampilan. Para ulama seperti Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim dan Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari membahas adab-adab yang berkaitan dengan penampilan, termasuk penggunaan minyak rambut, sebagai bagian dari sunnah yang dianjurkan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu bukti bahwa Nabi ﷺ sangat memperhatikan kebersihan dan kerapian diri. Para ulama menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:
- Sunnah Menggunakan Minyak Rambut:
Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' dan Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa menggunakan minyak untuk rambut adalah bagian dari kebiasaan yang baik dan dianjurkan dalam Islam, selama tidak berlebihan dan tidak mengandung hal yang haram. Ini adalah bentuk perawatan diri yang menunjukkan rasa syukur atas nikmat Allah.
- Sedikitnya Uban Nabi ﷺ:
Para ulama seperti Al-Hafizh Ibnu Hajar menjelaskan bahwa uban Nabi ﷺ tidak banyak. Beliau memiliki sekitar 17 atau 20 helai uban di kepala dan jenggotnya. Karena sedikitnya itu, uban beliau hanya terlihat jika rambutnya tidak diolesi minyak. Ini menunjukkan bahwa usia beliau tidak terlalu tua ketika wafat, dan ini adalah bagian dari keistimewaan beliau.
- Adab dan Akhlak Nabi ﷺ:
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa mulianya akhlak Nabi ﷺ dalam hal penampilan. Beliau tidak membiarkan dirinya terlihat tidak rapi. Ini adalah pelajaran bagi kita untuk selalu menjaga penampilan yang baik di hadapan orang lain, karena itu adalah bagian dari keindahan yang dicintai Allah.
- Perbedaan Pendapat tentang Hukum Menggunakan Minyak:
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum menggunakan minyak rambut. Sebagian besar ulama seperti Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa hukumnya mubah (boleh) dan dianjurkan jika tujuannya untuk kebersihan dan kerapian. Tidak ada dalil yang melarangnya secara mutlak, selama tidak berlebihan hingga mengganggu ibadah atau menyerupai lawan jenis.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa sahabat Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu pernah ditanya tentang uban Rasulullah ﷺ. Beliau menjawab dengan gambaran yang sangat detail, menunjukkan betapa dekatnya para sahabat dengan Nabi ﷺ. Mereka memperhatikan hal-hal kecil sekalipun dari kehidupan beliau, karena mereka tahu bahwa setiap gerak-gerik beliau adalah teladan.
Suatu ketika, para sahabat melihat Nabi ﷺ dalam keadaan rambutnya diolesi minyak, sehingga uban beliau tidak terlihat. Di lain waktu, ketika beliau tidak memakai minyak, uban-uban halus itu mulai tampak. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ adalah manusia biasa yang juga merawat dirinya, namun tetap dalam koridor kesederhanaan dan tidak berlebihan.
Hikmah dari kisah ini adalah bahwa Islam tidak melarang umatnya untuk tampil rapi dan bersih. Justru, Islam mendorong hal itu selama tidak melanggar batas-batas syariat. Para sahabat meneladani Nabi ﷺ dalam hal ini, dan kita pun dianjurkan untuk melakukan hal yang sama.
Kesimpulan Praktis
- Merawat rambut dan penampilan adalah bagian dari sunnah. Gunakan minyak atau produk perawatan rambut yang halal dan tidak berlebihan.
- Menjaga kebersihan dan kerapian adalah akhlak mulia yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.
- Jangan berlebihan dalam berdandan hingga melalaikan ibadah atau menyerupai lawan jenis.
- Teladani Nabi ﷺ dalam kesederhanaan — beliau merawat diri, tetapi tidak pernah berlebih-lebihan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.