Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan kasih sayang dan kelembutan Nabi ﷺ kepada para sahabatnya. Beliau memanggil seorang sahabat yang baru datang untuk mendekat, lalu mengusap kepala dan rambutnya (yang terurai atau berkepang) sambil mendoakannya. Ini adalah bentuk penghormatan, kasih sayang, dan doa keberkahan dari Nabi ﷺ, yang menunjukkan bahwa seorang pemimpin atau guru hendaknya bersikap lembut dan mendoakan orang-orang yang datang kepadanya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (Kitab Perhiasan dari Sunnah, Bab Zuyub, no. 5065). Dalam sanadnya terdapat perawi bernama Ghassan bin Al-Agharr bin Husain An-Nahsyali, dan ia meriwayatkan dari pamannya, Ziyad bin Al-Husain, dari ayahnya (Al-Husain bin Husain An-Nahsyali).
Meskipun hadits ini tidak setingkat shahih Bukhari-Muslim, para ulama ahli hadits seperti Imam An-Nasa'i memandangnya layak untuk dibawakan dalam kitabnya sebagai sunnah yang berkaitan dengan adab dan perhiasan diri. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 4192) dari jalur yang serupa.
Adapun dalil tentang kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya, Allah berfirman:
QS. At-Taubah [9]: 128
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
"Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kalanganmu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, dan terhadap orang-orang mukmin ia sangat penyayang dan pengasih."
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
1. Tentang "Zuyub" (kepang/rambut terurai)
Imam An-Nasa'i meletakkan hadits ini dalam bab "Zuyub" (جُعُوب) yang berarti rambut yang dikepang atau diurai. Ini menunjukkan bahwa hadits ini berkaitan dengan pembahasan tentang rambut dan bagaimana Nabi ﷺ memperlakukan rambut para sahabatnya. Al-Husain bin Husain datang kepada Nabi ﷺ dengan rambut yang terurai atau berkepang, dan Nabi ﷺ mengusapnya dengan penuh kasih sayang.
2. Tentang doa dan keberkahan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam syarahnya menjelaskan bahwa tindakan Nabi ﷺ meletakkan tangan di kepala seseorang sambil mendoakannya adalah bentuk tabarruk (mencari keberkahan) dari Nabi ﷺ. Ini adalah kebiasaan para sahabat yang mereka rasakan langsung berkahnya. Namun perlu dicatat, tabarruk seperti ini khusus untuk Nabi ﷺ, tidak boleh dilakukan kepada selain beliau setelah wafatnya.
3. Tentang adab seorang guru/pemimpin
Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya Jami' Al-'Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa dari hadits-hadits semacam ini, para ulama mengambil pelajaran bahwa seorang guru atau pemimpin hendaknya bersikap lembut kepada murid atau bawahannya, memanggilnya dengan panggilan yang baik, dan mendoakannya. Ini adalah bagian dari akhlak Islam yang diajarkan oleh Nabi ﷺ.
4. Tentang keutamaan sahabat ini
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah menyebutkan bahwa Al-Husain bin Husain An-Nahsyali adalah sahabat Nabi ﷺ yang mendapat doa langsung dari beliau. Ini adalah keutamaan besar yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Al-Husain bin Husain An-Nahsyali datang menghadap Nabi ﷺ di Madinah, beliau menyambutnya dengan penuh kehangatan. Beliau tidak langsung bertanya tentang urusan dunia atau peperangan, tetapi memanggilnya dengan lembut: "Dekatlah kepadaku."
Sahabat itu pun mendekat dengan perasaan haru. Nabi ﷺ meletakkan tangannya yang mulia di atas kepalanya, mengusap rambutnya dengan penuh kasih sayang, lalu mendoakannya. Tindakan sederhana ini meninggalkan kesan yang mendalam dalam hati sahabat tersebut. Ia merasakan kehangatan, penghormatan, dan cinta yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
Dari kisah ini, kita belajar bahwa dakwah dan kepemimpinan tidak selalu harus dengan kata-kata yang keras atau perintah yang tegas. Terkadang, sentuhan kasih sayang dan doa yang tulus lebih mampu membuka hati seseorang daripada ribuan kata-kata.
Kesimpulan Praktis
Beberapa pelajaran yang bisa kita amalkan dari hadits ini:
- Bersikap lembut kepada orang yang baru datang atau baru mengenal Islam — sambut mereka dengan hangat dan penuh penghormatan.
- Mendoakan kebaikan untuk orang lain — doa adalah hadiah terbaik yang bisa kita berikan kepada sesama muslim.
- Menghormati orang lain dengan sentuhan fisik yang wajar — seperti berjabat tangan, mengusap kepala anak yatim, atau menepuk bahu sebagai bentuk kasih sayang, selama sesuai dengan syariat dan adab.
- Menjaga penampilan rambut — Islam memperhatikan kebersihan dan kerapian rambut, sebagaimana Nabi ﷺ memperhatikan rambut para sahabatnya.
- Bagi para pendidik dan pemimpin — jadilah pribadi yang dekat dengan orang yang Anda bimbing, bukan hanya sekadar memberi perintah dari kejauhan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.