Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 5053 tentang Ciri fisik rambut Nabi yang bergelombang

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan sifat fisik rambut Rasulullah ﷺ sebagai rambut yang bergelombang (rajil) — tidak keriting dan tidak lurus — serta panjangnya berada di antara telinga dan bahu beliau. Ini adalah bagian dari keindahan dan kesempurnaan penciptaan beliau, yang menunjukkan bahwa beliau ﷺ adalah manusia paling sempurna lahir dan batinnya. Kita sebagai umatnya dianjurkan untuk mengenal sifat-sifat beliau sebagai wujud kecintaan, dan meneladani beliau dalam hal kebersihan dan kerapian rambut.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 5053) dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 5563, 5905) dan Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2338) dengan lafaz yang semakna.

Teks Hadits (Arab berharakat):

> قَالَ أَنَسٌ: كَانَ شَعْرُ النَّبِيِّ ﷺ شَعْرًا رَجِلًا، لَيْسَ بِالْجَعْدِ وَلَا بِالسَّبْطِ، بَيْنَ أُذُنَيْهِ وَعَاتِقِهِ

Terjemahan: Anas berkata: "Rambut Nabi ﷺ adalah rambut yang bergelombang, tidak keriting dan tidak lurus, (panjangnya) di antara telinga dan bahunya."

Kaitan dengan Ulama:

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (15: 94) menjelaskan bahwa makna "rajil" adalah rambut yang bergelombang sedang, tidak terlalu keriting dan tidak terlalu lurus. Ini adalah sifat rambut yang paling indah. Beliau juga menyebutkan bahwa panjang rambut beliau ﷺ mencapai bahu, dan terkadang telinga bagian atas.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (10: 360) juga menjelaskan bahwa rambut beliau ﷺ adalah rambut yang paling bagus, dan panjangnya bervariasi — terkadang mencapai daun telinga, terkadang mencapai bahu, dan terkadang lebih panjang sedikit, sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayat lain.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini adalah bagian dari sifat-sifat fisik Nabi ﷺ yang agung. Mengenal sifat-sifat ini termasuk bentuk kecintaan kepada beliau, karena cinta yang sejati mendorong seseorang untuk mengenal kekasihnya secara mendalam.

Makna kata-kata dalam hadits:

  1. "Rajil" (رَجِلًا) — Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa ini adalah rambut yang bergelombang, tidak terlalu keriting dan tidak terlalu lurus. Ini adalah jenis rambut yang paling indah dan paling menawan. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah juga menjelaskan bahwa rambut seperti ini adalah rambut yang paling bagus, karena rambut yang terlalu keriting menunjukkan kekeringan, dan yang terlalu lurus juga kurang indah.
  2. "Laisa bil-ja'd" (لَيْسَ بِالْجَعْدِ) — Artinya tidak keriting. Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ja'd adalah rambut yang sangat keriting.
  3. "Wala bis-sabth" (وَلَا بِالسَّبْطِ) — Artinya tidak lurus dan lemas. Ini adalah kebalikan dari keriting.
  4. "Baina udzunaihi wa 'atiqihi" (بَيْنَ أُذُنَيْهِ وَعَاتِقِهِ) — Artinya panjang rambut beliau berada di antara telinga dan bahu. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa ini menunjukkan rambut beliau tidak terlalu pendek dan tidak terlalu panjang, melainkan sedang.

Hikmah dari hadits ini:

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam pendekatan tafsirnya mengajarkan bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan Nabi ﷺ — baik fisik maupun akhlak — adalah mulia dan penuh hikmah. Rambut beliau yang indah adalah bagian dari kesempurnaan penciptaan beliau, sebagaimana firman Allah:

> لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu." (QS. Al-Ahzab [33]: 21)

Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh keadaan beliau — termasuk cara beliau merawat rambut — adalah teladan bagi kita.

Pelajaran fiqih dari hadits ini:

Imam An-Nawawi dan para ulama menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya merawat rambut dan menjaganya tetap rapi, tidak dibiarkan kusut dan tidak terurus. Ini termasuk dalam bab khilqah (fitrah) yang disebutkan dalam hadits-hadits lain tentang kesucian dan kerapian.

Story Telling

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Rambut Rasulullah ﷺ sampai ke pertengahan telinganya." Dalam riwayat lain, Anas berkata: "Aku pernah melihat Rasulullah ﷺ ketika tukang cukur sedang mencukur rambut beliau, dan para sahabat mengelilingi beliau, mereka berharap tidak ada sehelai rambut pun yang jatuh kecuali jatuh di tangan salah seorang dari mereka." (HR. Muslim, no. 2325)

Kisah ini menunjukkan betapa besarnya kecintaan para sahabat kepada Rasulullah ﷺ, bahkan rambut beliau pun mereka sangat menghormatinya. Ini mengajarkan kita bahwa kecintaan kepada Nabi ﷺ bukan hanya dengan lisan, tetapi juga dengan mengenal sifat-sifat beliau, mengikuti sunnah beliau, dan menghidupkan syariat beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan Praktis

  1. Kenali sifat-sifat Nabi ﷺ — baik fisik maupun akhlak — sebagai wujud kecintaan kepada beliau.
  2. Rawat rambut dan jaga kebersihannya — karena ini adalah sunnah dan bagian dari fitrah.
  3. Jangan berlebihan dalam berdandan — rambut beliau adalah rambut yang sederhana dan rapi, tidak berlebihan dan tidak diabaikan.
  4. Teladani beliau dalam kesederhanaan — beliau adalah manusia paling mulia, namun tetap sederhana dalam penampilan.
  5. Perbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ — sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada beliau.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.