Penjelasan Hadits Nasa'i No. 5002 tentang Baiat kepada Nabi untuk tidak menyekutukan Allah, mencuri, dan berzina

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bai'at (janji setia) kepada Nabi ﷺ untuk meninggalkan tiga dosa besar: syirik, mencuri, dan berzina. Siapa yang menepati janji itu, pahalanya di sisi Allah. Siapa yang melanggar lalu Allah menutupinya di dunia, maka urusannya diserahkan kepada Allah: Dia bisa mengazab atau mengampuni sesuai kehendak-Nya. Ini menunjukkan luasnya rahmat Allah sekaligus seriusnya dosa-dosa besar tersebut.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab Iman dan Syarat-syaratnya, Bab Bai'at di atas Islam, nomor 5002. Sanadnya: Qutaibah → Sufyan (bin 'Uyainah) → Az-Zuhri → Abu Idris Al-Khaulani → Ubadah bin As-Samit رضي الله عنه.

Hadits ini juga terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dengan lafaz serupa, dari jalur Ubadah bin As-Samit. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini merupakan salah satu hadits pokok tentang bai'at dan taubat.

Ayat yang dibacakan Nabi ﷺ adalah bagian dari QS. Al-Ma'idah [5]: 38–39 dan konteks bai'at ini berkaitan dengan QS. Al-Mumtahanah [60]: 12:

وَيَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Terjemahan: "Dan Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Adapun ayat yang secara khusus dibaca Nabi ﷺ dalam hadits ini adalah bagian dari QS. Al-Ma'idah [5]: 38–39 tentang pencuri, dan makna "فَمَنْ وَفَّى مِنْكُمْ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ" sejalan dengan QS. Al-Fath [48]: 10:

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ فَمَن نَّكَثَ فَإِنَّمَا يَنكُثُ عَلَىٰ نَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Terjemahan: "Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka. Maka siapa yang melanggar janjinya, maka akibat pelanggarannya akan menimpa dirinya sendiri. Dan siapa yang menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar."

Penjelasan Rinci

Makna Bai'at dalam Islam

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa bai'at adalah janji setia kepada pemimpin atau kepada Nabi ﷺ untuk taat dalam perkara yang tidak melanggar syariat. Bai'at di sini bukan sekadar formalitas, tetapi komitmen hati dan amal.

Tiga Dosa Besar yang Disebutkan

Nabi ﷺ menyebutkan tiga hal: syirik, mencuri, dan berzina. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ketiga dosa ini dipilih karena merupakan dosa-dosa besar yang paling sering terjadi dan paling berbahaya. Syirik adalah dosa terbesar (zhulm 'azhim), sedangkan mencuri dan berzina adalah dosa yang menyangkut hak Allah dan hak manusia sekaligus.

Makna "Faman Waffa Minkum Fa Ajruhu 'Alallah"

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa siapa yang menepati janji bai'at ini dengan ikhlas dan istiqamah, maka pahalanya dijamin oleh Allah. Ini menunjukkan bahwa bai'at bukan beban, tetapi jalan menuju pahala besar.

Makna "Fasatarahullahu Fa Huwa Ilallah"

Ini adalah bagian paling penting. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa jika seseorang melanggar janji lalu Allah menutupi dosanya di dunia (tidak dihukum had), maka urusannya diserahkan kepada Allah di akhirat. Allah bisa mengazab atau mengampuni. Ini menunjukkan bahwa hukuman had di dunia tidak menghapus dosa akhirat, dan sebaliknya, tidak dihukum di dunia bukan berarti pasti diampuni.

Pandangan Ulama tentang Taubat dan Hukuman

Imam Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa dosa besar seperti mencuri dan berzina tidak membuat seseorang keluar dari iman, tetapi mengurangi kesempurnaan iman. Pelakunya masih dalam lingkup iman selama tidak menghalalkan dosa tersebut. Ini sejalan dengan hadits ini yang menyebutkan bahwa Allah bisa mengampuni atau mengazab.

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa dosa besar tidak otomatis membuat seseorang kafir, tetapi juga tidak boleh diremehkan. Ada keseimbangan antara harapan (raja') dan rasa takut (khauf).

Perbedaan Pendapat tentang Hukuman Akhirat

Para ulama Ahlus Sunnah berbeda pendapat tentang apakah pelaku dosa besar yang tidak bertaubat akan diazab selamanya atau tidak. Namun kesepakatan mereka: pelaku dosa besar tidak keluar dari iman, dan Allah bisa mengampuni atau mengazab sesuai kehendak-Nya. Yang paling kuat menurut dalil adalah pendapat Ahlus Sunnah yang menyatakan bahwa pelaku dosa besar tetap mukmin tetapi fasik, dan nasibnya diserahkan kepada Allah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Ubadah bin As-Samit رضي الله عنه, salah satu sahabat Anshar yang ikut Bai'at Aqabah, mengatakan: "Kami membai'at Rasulullah ﷺ pada malam Aqabah pertama dan kedua." Dalam riwayat lain, Ubadah berkata: "Aku termasuk orang yang membai'at Nabi ﷺ, dan aku tidak pernah melanggar bai'at itu sampai aku meninggal."

Imam Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Ubadah bin As-Samit adalah salah satu sahabat yang paling teguh memegang janji. Ketika terjadi fitnah, beliau tetap istiqamah dan tidak terlibat dalam pertumpahan darah sesama Muslim. Ini menunjukkan bahwa bai'at bukan hanya ucapan, tetapi komitmen seumur hidup.

Kesimpulan Praktis

  1. Bai'at kepada Nabi ﷺ mencakup komitmen meninggalkan syirik, mencuri, dan berzina. Ini adalah dasar iman dan akhlak.
  2. Menepati janji kepada Allah mendatangkan pahala besar yang dijamin oleh-Nya.
  3. Melanggar janji tidak otomatis membuat kafir, tetapi dosanya besar dan urusannya diserahkan kepada Allah: bisa diazab atau diampuni.
  4. Taubat adalah jalan keluar. Imam An-Nawawi menekankan bahwa taubat yang sah harus memenuhi syarat: menyesal, berhenti, dan bertekad tidak mengulangi.
  5. Jangan meremehkan dosa besar, tetapi juga jangan berputus asa dari rahmat Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?