Bab Buah yang Digantung Dicuri
Hasan oleh Darussalam
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الأَخْنَسِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ فِي كَمْ تُقْطَعُ الْيَدُ قَالَ " لاَ تُقْطَعُ الْيَدُ فِي ثَمَرٍ مُعَلَّقٍ فَإِذَا ضَمَّهُ الْجَرِينُ قُطِعَتْ فِي ثَمَنِ الْمِجَنِّ وَلاَ تُقْطَعُ فِي حَرِيسَةِ الْجَبَلِ فَإِذَا آوَى الْمُرَاحَ قُطِعَتْ فِي ثَمَنِ الْمِجَنِّ " .
Dari 'Amr bin Shuaib, dari ayahnya, bahwa kakeknya berkata: "Rasulullah ﷺ ditanya: 'Berapa banyak tangan (pencuri) yang harus dipotong?' Dia berkata: 'Tangan (pencuri) tidak dipotong karena (mencuri) buah di pohon, tetapi jika (buah) telah dibawa ke tempat penyimpanan untuk dikeringkan, maka tangan (pencuri) harus dipotong (jika yang dicuri setara dengan) harga perisai. Tangan (pencuri) tidak dipotong untuk domba (yang dicuri) dari padang penggembalaan, tetapi jika telah dimasukkan ke dalam kandang, maka tangan (pencuri) harus dipotong (jika yang dicuri setara dengan) harga perisai."