Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan besar menjaga shalat Subuh dan Ashar. Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa siapa yang membiasakan diri mengerjakan kedua shalat ini secara konsisten, maka ia dijanjikan tidak akan masuk neraka. Ini adalah kabar gembira yang sangat agung, sekaligus dorongan untuk selalu memelihara shalat di dua waktu yang penuh keutamaan ini.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits yang Anda tanyakan diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Shalat, Bab Keutamaan Shalat Berjamaah, nomor 487. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya. Berikut adalah dalil-dalil yang terkait:
1. Hadits Riwayat Imam Muslim (dari sahabat yang sama):
عَنْ عُمَارَةَ بْنِ رُوَيْبَةَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا
"Dari 'Umarah bin Ruwaibah, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Tidak akan masuk neraka seseorang yang shalat sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam.'" (HR. Muslim no. 634)
2. Hadits Riwayat Imam An-Nasa'i (sebagaimana yang Anda tanyakan):
لاَ يَلِجُ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ أَنْ تَغْرُبَ
"Tidak ada seorang pun yang akan masuk neraka yang shalat sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam." (HR. An-Nasa'i no. 487)
3. Dalil Al-Qur'an tentang perintah menjaga shalat, khususnya shalat Ashar:
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
"Peliharalah semua shalat dan shalat wustha (shalat Ashar). Dan berdirilah untuk Allah (dalam shalat) dengan khusyuk." (QS. Al-Baqarah [2]: 238)
4. Hadits tentang keutamaan shalat Subuh dan Ashar dari sahabat Abu Hurairah:
قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللهِ
"Rasulullah ﷺ bersabda: 'Barangsiapa yang shalat Subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah.'" (HR. Muslim no. 657)
Penjelasan Ulama:
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "shalat sebelum matahari terbit" adalah shalat Subuh, dan "shalat sebelum matahari terbenam" adalah shalat Ashar. Ini adalah pendapat yang dipegang oleh para ulama besar seperti Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim dan Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung kabar gembira yang sangat besar bagi kaum muslimin. Mari kita pahami maknanya secara mendalam:
1. Makna "لَنْ يَلِجَ النَّارَ" (Tidak akan masuk neraka)
Imam An-Nawawi (wafat 676 H) dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah bahwa orang yang menjaga shalat Subuh dan Ashar secara konsisten, maka ia tidak akan masuk neraka sama sekali, atau jika pun ia masuk karena dosa-dosa lain, maka ia tidak akan kekal di dalamnya. Beliau menukil penjelasan para ulama bahwa hadits ini adalah kabar gembira khusus bagi orang yang menjaga kedua shalat tersebut.
2. Mengapa Subuh dan Ashar?
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat 728 H) menjelaskan bahwa shalat Subuh dan Ashar adalah dua shalat yang waktunya berada di ujung-ujung siang dan malam. Keduanya disaksikan oleh para malaikat malam dan malaikat siang. Dalam hadits shahih dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:
يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلَائِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلَائِكَةٌ بِالنَّهَارِ وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ وَصَلَاةِ الْعَصْرِ
"Para malaikat malam dan malaikat siang silih berganti mengawasi kalian, dan mereka berkumpul pada shalat Fajar dan shalat Ashar." (HR. Bukhari no. 3229 dan Muslim no. 632)
3. Hubungan dengan Shalat Berjamaah
Imam An-Nasa'i meletakkan hadits ini dalam "Bab Keutamaan Shalat Berjamaah" karena menjaga shalat Subuh dan Ashar secara berjamaah adalah perkara yang paling berat bagi orang-orang munafik. Dalam hadits lain yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ أَثْقَلَ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلَاةُ الْعِشَاءِ وَصَلَاةُ الْفَجْرِ
"Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh." (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651)
Oleh karena itu, orang yang mampu menjaga shalat Subuh dan Ashar secara berjamaah, ini menjadi bukti keimanannya dan sebab selamatnya ia dari neraka.
4. Pandangan Ulama Tentang "Tidak Masuk Neraka"
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (wafat 1421 H) dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa janji ini adalah bagi orang yang menjaga shalat Subuh dan Ashar secara terus-menerus. Adapun orang yang kadang shalat dan kadang meninggalkannya, maka ia tidak termasuk dalam janji ini. Beliau juga menegaskan bahwa ini adalah keutamaan khusus, bukan berarti orang yang menjaga kedua shalat ini bebas berbuat dosa lainnya, tetapi ini menunjukkan bahwa shalat yang dijaga dengan baik akan menjadi sebab seseorang dijauhkan dari api neraka.
5. Pelajaran dari Sahabat 'Umarah bin Ruwaibah
Perawi hadits ini, 'Umarah bin Ruwaibah radhiyallahu 'anhu, adalah seorang sahabat yang meriwayatkan hadits ini langsung dari Rasulullah ﷺ. Beliau termasuk sahabat yang dikenal ketakwaannya dan meriwayatkan beberapa hadits dalam kitab-kitab shahih.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal (wafat 241 H) sangat memperhatikan shalat Subuh dan Ashar secara berjamaah. Beliau dikenal sebagai pribadi yang sangat teguh dalam menjaga shalat berjamaah di masjid, meskipun beliau sering menghadapi ujian dan cobaan yang berat pada zamannya.
Suatu ketika, beliau ditanya tentang kapan waktu yang paling beliau sukai untuk beribadah, beliau menjawab bahwa waktu antara Subuh dan terbitnya matahari adalah waktu yang sangat beliau cintai, karena pada waktu itu para malaikat naik membawa amalan hamba-hamba Allah yang shalat Subuh.
Kisah ini mengajarkan kita bahwa para ulama terdahulu sangat memahami keutamaan shalat Subuh dan Ashar. Mereka tidak hanya menghafal hadits-hadits ini, tetapi benar-benar mengamalkannya dengan penuh kesungguhan. Mereka rela meninggalkan kenyamanan tidur demi menjaga shalat Subuh berjamaah, karena mereka yakin akan janji Rasulullah ﷺ bahwa orang yang menjaga shalat Subuh dan Ashar tidak akan masuk neraka.
Kesimpulan Praktis
- Jaga shalat Subuh dan Ashar secara konsisten, baik di rumah maupun di masjid, karena keduanya adalah sebab selamat dari api neraka.
- Utamakan shalat berjamaah di masjid bagi laki-laki, karena shalat berjamaah memiliki keutamaan 27 derajat dibanding shalat sendirian.
- Jadikan hadits ini sebagai motivasi untuk bangun di waktu Subuh dan menyempatkan diri di waktu Ashar, meskipun sedang sibuk dengan pekerjaan.
- Perbanyak doa agar Allah memudahkan kita untuk selalu menjaga shalat lima waktu, khususnya Subuh dan Ashar.
- Ajarkan hadits ini kepada keluarga dan orang-orang terdekat, agar mereka juga termotivasi untuk menjaga shalat di dua waktu yang mulia ini.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.