Penjelasan Hadits Nasa'i No. 479 tentang Ancaman meninggalkan shalat Ashar

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan besarnya ancaman bagi orang yang meninggalkan shalat Ashar hingga waktunya habis tanpa udzur syar'i. Rasulullah ﷺ menggambarkan kerugiannya seperti orang yang kehilangan keluarga dan hartanya sekaligus. Ini menunjukkan shalat Ashar memiliki keutamaan khusus yang harus dijaga, terutama saat safar ketika orang sering lalai.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Baqarah [2]: 238

وَحَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Terjemahan: "Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i (no. 479) dalam Kitab Shalat, dari jalur Isa bin Hammad (Zughbah) ← Al-Layts ← Yazid bin Abi Habib ← Irak bin Malik, bahwa sampai kepadanya kabar dari Nawfal bin Mu'awiyah radhiyallahu 'anhu. Kemudian Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma menegaskan bahwa yang dimaksud adalah shalat Ashar.

Hadits senada juga terdapat dalam Shahih Muslim dari Buraidah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang shalat Ashar: "Barangsiapa meninggalkannya, maka terhapuslah amalnya."

Kaitan dengan ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "wutira" (وُتِرَ) adalah kehilangan sesuatu yang sangat berharga, seperti seseorang yang keluarganya dibunuh dan hartanya dirampas. Ini adalah ungkapan Arab untuk menggambarkan kerugian total.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa penyebutan shalat Ashar secara khusus karena waktunya sering terlewat saat orang sibuk bekerja dan bepergian.
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya terkait QS. Al-Baqarah [2]: 238 menyebutkan bahwa "shalat wustha" menurut pendapat yang kuat dari kalangan salaf adalah shalat Ashar, sebagaimana ditegaskan dalam hadits-hadits shahih.

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum:

Nabi ﷺ menyampaikan sebuah peringatan keras dengan perumpamaan yang sangat menyentuh. Kata "وُتِرَ" (wutira) berasal dari akar kata "watr" yang berarti kehilangan secara paksa, seperti seseorang yang keluarganya dibunuh dan hartanya dirampas oleh musuh. Jadi, orang yang melewatkan shalat Ashar seolah-olah mengalami kehancuran total dalam hidupnya.

Mengapa shalat Ashar disebutkan secara khusus?

Para ulama yang tercantum dalam rujukan kami memberikan beberapa penjelasan:

  1. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa shalat Ashar adalah waktu di mana orang biasanya sibuk dengan pekerjaan, perdagangan, dan perjalanan. Karena itu, syaitan lebih mudah menggoda manusia untuk melalaikannya.
  2. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menukil bahwa shalat Ashar disebut sebagai "shalat wustha" oleh sebagian besar salaf, dan ia memiliki keutamaan karena berada di tengah-tengah antara siang dan malam.
  3. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa shalat Ashar memiliki keistimewaan karena para malaikat siang dan malam berkumpul pada waktu itu, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih.

Perbedaan pendapat tentang "shalat wustha":

Di kalangan ulama daftar kami, terdapat perbedaan pendapat tentang mana yang dimaksud "shalat wustha" dalam QS. Al-Baqarah [2]: 238:

  • Ibnu Umar dan banyak salaf seperti Mujahid bin Jabr, Qatadah bin Di'amah, dan Al-Hasan al-Bashri berpendapat bahwa itu adalah shalat Ashar, berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain.
  • Sebagian ulama lain berpendapat itu adalah shalat Subuh atau shalat Zhuhur.

Namun, pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah pendapat Ibnu Umar dan jumhur salaf bahwa shalat wustha adalah shalat Ashar, karena dikuatkan oleh hadits-hadits shahih dari Nabi ﷺ.

Tentang sanad hadits:

Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i melalui jalur Irak bin Malik, seorang tabi'in yang tsiqah (terpercaya). Namun, dalam riwayat ini Irak bin Malik tidak menyebutkan secara langsung bahwa ia mendengar dari Nawfal bin Mu'awiyah, melainkan "sampai kepadanya kabar" (بَلَغَهُ). Ini disebut sebagai riwayat mursal atau munqathi' menurut sebagian ahli hadits. Akan tetapi, hadits ini memiliki syawahid (penguat) dari jalur lain yang shahih, sehingga para ulama menghukuminya sebagai hadits yang dapat diterima dan diamalkan.

Imam Al-Albani dalam Shahih Sunan An-Nasa'i menilai hadits ini sebagai shahih karena adanya penguat dari riwayat lain.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, seorang sahabat yang sangat teliti dalam mengikuti sunnah Nabi ﷺ, ketika mendengar hadits ini langsung menegaskan bahwa yang dimaksud adalah shalat Ashar. Beliau sangat menjaga shalat Ashar dan sering mengingatkan orang lain tentang keutamaannya.

Dalam sebuah riwayat, ketika Umar bin al-Khaththab radhiyallahu 'anhu sedang menjadi khalifah dan sibuk mengurus urusan negara, beliau tetap memprioritaskan shalat Ashar berjamaah. Beliau pernah berkata bahwa tidak ada kesibukan dunia yang boleh mengalahkan shalat pada waktunya.

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah, seorang tabi'in yang terkenal zuhud, pernah berkata: "Wahai anak Adam, jagalah shalat Ashar, karena ia adalah timbangan amalmu. Barangsiapa menjaganya, maka ia telah menjaga agamanya."

Kesimpulan Praktis

  1. Jagalah shalat Ashar pada waktunya, terutama saat safar atau sibuk bekerja. Jangan menunda hingga waktunya habis.
  2. Pahami besarnya kerugian meninggalkan shalat Ashar, sebagaimana diumpamakan kehilangan keluarga dan harta.
  3. Shalat Ashar adalah shalat wustha menurut pendapat yang kuat dari salaf, sehingga memiliki keutamaan khusus.
  4. Berusahalah shalat Ashar berjamaah jika memungkinkan, karena keutamaannya sangat besar.
  5. Ingatkan keluarga dan teman tentang pentingnya menjaga shalat Ashar, dengan cara yang lembut dan penuh hikmah.
  6. Jika terlewat karena lupa atau tidur, segera shalat begitu ingat, karena itu adalah udzur yang diterima.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?