Bab Qisas Antara Orang Merdeka dan Budak Dalam Hal Nyawa
Shahih oleh Darussalam
أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ قَيْسِ بْنِ عُبَادٍ، قَالَ انْطَلَقْتُ أَنَا وَالأَشْتَرُ، إِلَى عَلِيٍّ رضى الله عنه فَقُلْنَا هَلْ عَهِدَ إِلَيْكَ نَبِيُّ اللَّهِ ﷺ شَيْئًا لَمْ يَعْهَدْهُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً قَالَ لاَ إِلاَّ مَا كَانَ فِي كِتَابِي هَذَا . فَأَخْرَجَ كِتَابًا مِنْ قِرَابِ سَيْفِهِ فَإِذَا فِيهِ " الْمُؤْمِنُونَ تَكَافَأُ دِمَاؤُهُمْ وَهُمْ يَدٌ عَلَى مَنْ سِوَاهُمْ وَيَسْعَى بِذِمَّتِهِمْ أَدْنَاهُمْ أَلاَ لاَ يُقْتَلُ مُؤْمِنٌ بِكَافِرٍ وَلاَ ذُو عَهْدٍ بِعَهْدِهِ مَنْ أَحْدَثَ حَدَثًا فَعَلَى نَفْسِهِ أَوْ آوَى مُحْدِثًا فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلاَئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ " .
Telah menceritakan kepada saya Muhammad bin Al-Muthanna, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Sa'id, ia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Sa'id, dari Qatadah, dari Al-Hasan, dari Qais bin 'Ubad, ia berkata: "Saya dan Al-Ashtar pergi kepada 'Ali, semoga Allah meridhainya, dan kami berkata: Apakah Nabi ﷺ telah mewariskan kepada Anda sesuatu yang tidak diwariskan kepada semua orang?" Dia berkata: "Tidak, kecuali apa yang ada dalam suratku ini." Dia mengeluarkan sebuah surat dari sarung pedangnya dan di dalamnya tertulis: "Darah kaum mukmin itu setara nilainya, dan mereka saling membantu satu sama lain, dan mereka bersegera untuk mendukung perlindungan yang diberikan oleh yang paling rendah di antara mereka. Namun tidak ada seorang mukmin pun yang boleh dibunuh sebagai balasan untuk seorang kafir, dan tidak pula orang yang memiliki perjanjian selama perjanjiannya masih berlaku. Siapa pun yang melakukan pelanggaran, maka tanggung jawabnya ada pada dirinya sendiri, dan siapa pun yang memberikan perlindungan kepada seorang pelanggar, maka atasnya akan ada laknat Allah, para malaikat, dan semua manusia."