Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 471 tentang Keutamaan shalat Subuh dan Ashar

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar shalat Subuh dan Ashar. Rasulullah ﷺ menjamin bahwa seorang muslim yang menjaga kedua shalat ini tidak akan masuk neraka. Ini adalah kabar gembira yang sangat agung, menunjukkan betapa pentingnya menjaga shalat di awal dan akhir waktu siang.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat An-Nasa'i:

Telah mengabarkan kepada kami Mahmud bin Ghailan, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Waki', ia berkata: telah menceritakan kepada kami Mis'ar, dan Ibnu Abi Khalid, dan Al-Bakhtari bin Abi Al-Bakhtari, semuanya mendengarnya dari Abu Bakr bin 'Umarah bin Ruwaibah Ats-Tsaqafi, dari ayahnya, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

Teks Arab Hadits:

لَنْ يَلِجَ النَّارَ مَنْ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

Terjemahan:

"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh:

  • Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 634) dari jalur Abu Bakr bin 'Umarah bin Ruwaibah, dari ayahnya.
  • Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya (no. 170) dan beliau berkata: "Hadits ini hasan shahih."
  • Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 15987).

Penjelasan Ulama:

  • Imam An-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "shalat sebelum matahari terbit" adalah shalat Subuh, dan "sebelum matahari terbenam" adalah shalat Ashar. Beliau menukil kesepakatan para ulama tentang hal ini.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (dalam Syarh Riyadhush Shalihin) menegaskan bahwa hadits ini adalah kabar gembira bagi orang yang menjaga shalat Subuh dan Ashar. Beliau juga menjelaskan bahwa "tidak akan masuk neraka" bisa berarti tidak akan masuk sama sekali, atau tidak akan kekal di dalamnya bagi orang yang berdosa, karena keutamaan kedua shalat ini bisa menjadi sebab diampuninya dosa-dosa.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu hadits yang paling kuat dalam menunjukkan keutamaan shalat Subuh dan Ashar. Mari kita bedakan maknanya:

  1. Makna "Lay Yalija An-Nar" (Tidak akan masuk neraka): Para ulama, seperti Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar Al-Asqalani, menjelaskan bahwa ini adalah bentuk jaminan dari Allah melalui lisan Rasul-Nya. Jaminan ini bisa berarti:
  • Tidak masuk neraka sama sekali: Ini bagi mereka yang benar-benar istiqamah dan meninggal dalam keadaan baik, sehingga dosa-dosanya diampuni dan ia langsung masuk surga.
  • Tidak kekal di neraka: Ini bagi seorang muslim yang masih memiliki dosa, namun karena keutamaan menjaga shalat Subuh dan Ashar, ia tidak akan kekal di neraka. Ia akan dikeluarkan setelah dosa-dosanya dibersihkan, lalu masuk surga.
  1. Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar:
  • Shalat Subuh: Waktu yang sangat berat bagi kebanyakan orang karena harus bangun dari tidur. Menjaganya adalah tanda keimanan yang kuat dan kesungguhan dalam beribadah. Allah memuji orang-orang yang beriman dengan sifat "mereka bersegera dalam kebaikan" dan salah satu kebaikan yang paling utama adalah shalat Subuh.
  • Shalat Ashar: Waktu di mana banyak orang sibuk dengan urusan dunia, terutama di penghujung hari kerja. Menjaga shalat Ashar berarti mengutamakan perintah Allah di atas kesibukan duniawi. Dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ bersabda, "Barangsiapa yang meninggalkan shalat Ashar, maka gugurlah amalnya." (HR. Al-Bukhari). Ini menunjukkan betapa krusialnya shalat ini.
  1. Kaitan dengan Malaikat: Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Malaikat malam dan malaikat siang silih berganti (menjaga) kalian. Mereka berkumpul pada waktu shalat Subuh dan shalat Ashar. Kemudian malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit, lalu Allah bertanya kepada mereka – padahal Dia lebih mengetahui –: 'Dalam keadaan bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?' Mereka menjawab: 'Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat, dan kami datangi mereka dalam keadaan shalat.'" (HR. Al-Bukhari no. 555 dan Muslim no. 632).

Hadits ini semakin memperkuat keutamaan shalat Subuh dan Ashar, karena pada waktu-waktu tersebut para malaikat berkumpul dan menyaksikan amalan hamba.

Story Telling

Kisah Umar bin Khattab dan Seorang Pemuda yang Shalat Ashar Berjamaah

Diriwayatkan dari Imam Malik dalam Al-Muwaththa' bahwa suatu ketika, Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu keluar pada waktu shalat Ashar. Beliau mendapati seorang pemuda bernama Sulaiman yang sedang bergegas menuju masjid. Umar bertanya, "Wahai Sulaiman, kemana engkau bergegas?" Pemuda itu menjawab, "Wahai Amirul Mukminin, aku mendengar adzan Ashar, dan aku tidak ingin ketinggalan shalat berjamaah."

Umar tersenyum dan berkata, "Engkau telah memilih jalan yang baik. Demi Allah, menjaga shalat Ashar berjamaah lebih aku cintai daripada memiliki seratus ekor unta merah (unta yang sangat berharga)."

Hikmah:

Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat sangat bersemangat dalam menjaga shalat Ashar. Mereka memahami bahwa keutamaan shalat ini tidak bisa ditukar dengan harta dunia sebanyak apapun. Semangat ini lahir dari keyakinan yang mendalam terhadap janji Rasulullah ﷺ dalam hadits yang kita bahas.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga shalat Subuh dan Ashar dengan sungguh-sungguh. Ini adalah dua shalat yang paling berat bagi orang munafik, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih.
  2. Berusahalah untuk shalat Subuh dan Ashar berjamaah di masjid bagi laki-laki, karena pahalanya lebih besar.
  3. Jadikan hadits ini sebagai motivasi. Setiap kali Anda merasa malas untuk shalat Subuh atau Ashar, ingatlah janji Rasulullah ﷺ bahwa Anda tidak akan masuk neraka jika menjaganya.
  4. Jangan pernah meremehkan dosa kecil. Meskipun hadits ini memberikan kabar gembira, tetaplah berusaha menjauhi semua larangan Allah dan bertobat dari dosa-dosa.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.