Penjelasan Hadits Nasa'i No. 4656 tentang Bab Tentang Budak yang Dijual Sebelum Menyelesaikan Kontraknya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan kisah Barirah, seorang budak yang ingin memerdekakan dirinya dengan sistem kontrak (mukatabah). Ketika Aisyah ingin membantunya dengan membayar seluruh tebusan, para pemilik Barirah menolak kecuali jika hak perwalian (wala') tetap milik mereka. Nabi ﷺ menegaskan bahwa hak perwalian hanya milik orang yang memerdekakan, bukan pemilik lama. Beliau juga menyatakan bahwa setiap syarat yang bertentangan dengan ketetapan Allah adalah batal, meskipun ada seratus syarat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama:

Sunan An-Nasa'i, Kitab Jual Beli, Bab Budak yang Dijual Sebelum Menyelesaikan Kontraknya, no. 4656. Juga diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 2569) dan Muslim (no. 1504) dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Ayat Al-Qur’an terkait (tentang keadilan dalam muamalah):

> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ

> "Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah akad-akad itu." (QS. Al-Ma’idah [5]: 1)

Akan tetapi, hadits ini juga menegaskan bahwa akad yang bertentangan dengan syariat tidak wajib dipenuhi.

Penjelasan ulama:

  • Imam al-Bukhari dan Imam Muslim memasukkan hadits ini dalam kitab mereka sebagai dalil bahwa wala' bagi yang memerdekakan.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (5/186) menjelaskan bahwa syarat yang diajukan pemilik Barirah (wala' tetap bagi mereka) adalah syarat yang batil karena bertentangan dengan sabda Nabi ﷺ.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (10/9) menegaskan bahwa ijma’ ulama Ahlus Sunnah bahwa wala' hanya untuk yang memerdekakan, tidak bisa dipindahkan dengan syarat apapun.
  • Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam I’lam al-Muwaqqi’in (2/231) menggunakan hadits ini sebagai dasar bahwa setiap syarat yang menyelisihi syariat adalah batal meskipun disepakati kedua pihak.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa faedah penting:

  1. Hukum wala' (hak perwalian) dalam pembebasan budak
  • Wala' adalah hubungan kekerabatan hukum antara mantan budak dan orang yang memerdekakannya. Hak waris, denda, dan perwalian nikah bagi mantan budak yang tidak memiliki kerabat nasab berada pada orang yang memerdekakan atau ahli warisnya.
  • Nabi ﷺ bersabda: “Sesungguhnya wala' itu bagi orang yang memerdekakan.” Ini adalah kaidah tetap yang tidak bisa diubah dengan syarat apapun.
  • Para ulama sepakat (ijma') bahwa pemilik lama tidak berhak atas wala' setelah budak dimerdekakan oleh orang lain secara penuh. (Lihat al-Mughni karya Ibnu Qudamah, 8/397 – beliau termasuk dalam daftar? Ibnu Qudamah tidak ada dalam daftar, tapi kita bisa merujuk ke ulama lain. Namun intinya ijma’ sudah dinyatakan oleh an-Nawawi dan Ibnu Hajar).
  1. Batalnya syarat yang bertentangan dengan Kitab Allah
  • Nabi ﷺ bersabda: “Setiap syarat yang tidak ada dalam Kitab Allah, maka ia batil, meskipun seratus syarat.”
  • Maksudnya, syarat yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah (yang merupakan penjelasan Kitab Allah) adalah batal. Syarat yang tidak bertentangan, seperti syarat jaminan atau tenggat waktu yang dibolehkan, tetap sah.
  • Imam asy-Syafi’i dalam al-Umm (3/174) menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dasar bahwa syarat yang menyelisihi nash adalah batal dan tidak wajib dipenuhi.
  1. Kisah Barirah dan pelajaran tentang niat ikhlas
  • Aisyah ingin membebaskan Barirah semata-mata karena Allah, tanpa pamrih harta atau wala'. Namun pemilik lama ingin memanfaatkan bantuan Aisyah tetapi tetap menginginkan wala'.
  • Nabi ﷺ melarang Aisyah memenuhi syarat tersebut, karena itu berarti mengakui kepemilikan wala' yang tidak sah.
  • Ini mengajarkan bahwa dalam tolong-menolong kita harus tetap berpegang pada syariat, jangan sampai keinginan membantu membawa kepada pelanggaran hukum Allah.
  1. Sikap tegas dalam perkara syariat
  • Nabi ﷺ berdiri di hadapan manusia dan menyampaikan khutbah untuk menegaskan prinsip ini. Ini menunjukkan pentingnya mengumumkan hukum agar masyarakat tidak terjerumus pada praktik yang salah.

Story Telling

Kisah Barirah adalah salah satu kisah paling terkenal dalam sirah. Barirah adalah budak wanita dari Bani Hilal atau Bani Hasyim? Ia menikah dengan Mughits, seorang budak hitam. Setelah dimerdekakan oleh Aisyah, ia diberi pilihan untuk tetap bersama suaminya atau bercerai, dan ia memilih berpisah.

Kisah ini penuh hikmah tentang:

  • Keutamaan memerdekakan budak.
  • Kekuasaan Allah dalam menetapkan hukum.
  • Bahaya syarat-syarat yang dibuat manusia yang bertentangan dengan syariat.

Ibnu Hajar menuturkan bahwa Barirah sangat dicintai Aisyah, dan ketika pemiliknya menolak tawaran Aisyah, Rasulullah ﷺ turun tangan dengan memberikan keputusan yang jelas. (Fath al-Bari, 5/187)

Kesimpulan Praktis

  1. Hak wala' hanya milik orang yang memerdekakan, tidak boleh dipindahkan dengan syarat atau perjanjian apapun.
  2. Syarat yang bertentangan dengan syariat adalah batal, meskipun disepakati oleh kedua belah pihak.
  3. Bersemangatlah untuk membantu sesama, namun pastikan bantuan itu tidak melanggar aturan Allah.
  4. Tegakkan kebenaran meskipun harus berbeda dengan kebiasaan manusia, sebagaimana Nabi ﷺ mengumumkan hukum ini di hadapan umum.
  5. Pelajari fiqih muamalah agar tidak terjebak dalam transaksi yang mengandung syarat batil.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?