Penjelasan Hadits Nasa'i No. 452 tentang Kewajiban shalat dan pembersihan hati Nabi

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits riwayat Anas bin Malik ini menjelaskan dua hal besar: (1) shalat lima waktu diwajibkan (difardhukan) ketika Nabi ﷺ masih di Makkah, bukan di Madinah; dan (2) peristiwa pembelahan dada Nabi ﷺ oleh dua malaikat di dekat sumur Zamzam, yang isi perutnya dicuci dengan air Zamzam lalu dipenuhi hikmah dan ilmu. Peristiwa ini menunjukkan persiapan Allah bagi Nabi-Nya sebelum menerima beban syariat yang agung, termasuk shalat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab ash-Shalah, dari sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه.

Adapun dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan kewajiban shalat dan kedudukan Nabi ﷺ, di antaranya:

QS. Al-Isra' [17]: 1

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat."

Ayat ini menjadi dasar peristiwa Isra' Mi'raj, yang di dalamnya shalat lima waktu diwajibkan. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Isra' terjadi saat Nabi ﷺ masih di Makkah, dan pada malam itulah kewajiban shalat lima waktu ditetapkan.

QS. Al-Muzzammil [73]: 20 (potongan yang relevan)

...وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ...

"...dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat..."

QS. Al-Baqarah [2]: 43

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk."

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim membahas hadits-hadits tentang peristiwa pembelahan dada Nabi ﷺ, dan menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi lebih dari satu kali — salah satunya saat beliau masih kecil (dalam riwayat shahih lain), dan yang disebutkan dalam hadits Anas ini berkaitan dengan persiapan sebelum beban kenabian dan syariat.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki dua kandungan utama yang perlu dipahami dengan tenang dan ilmiah.

Pertama: Shalat difardhukan di Makkah.

Anas bin Malik رضي الله عنه menyatakan bahwa shalat-shalat (الصَّلَوَات) difardhukan di Makkah. Ini sejalan dengan penjelasan Ibnu Katsir dan Ibnu Hajar bahwa kewajiban shalat lima waktu terjadi pada malam Isra' Mi'raj, dan Isra' Mi'raj terjadi saat Nabi ﷺ masih berada di Makkah, sebelum hijrah ke Madinah. Sebagian orang menyangka shalat baru diwajibkan di Madinah — hadits ini menegaskan bahwa kewajiban shalat sudah ada sejak di Makkah.

Kedua: Peristiwa pembelahan dada dan pengisian hikmah serta ilmu.

Dua malaikat datang kepada Rasulullah ﷺ, membawa beliau ke Zamzam, membelah perutnya, mengeluarkan isi perut ke dalam baskom emas, mencucinya dengan air Zamzam, lalu memenuhi rongga dalam beliau dengan hikmah dan ilmu.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa peristiwa pembelahan dada ini terjadi beberapa kali dalam kehidupan Nabi ﷺ: saat masih kecil (dalam hadits riwayat Muslim dari Anas), dan pada peristiwa lain yang berkaitan dengan persiapan menerima wahyu atau beban kenabian. Beliau menjelaskan bahwa hikmah dari peristiwa ini adalah penyucian hati dan jiwa Nabi ﷺ dari segala kotoran, serta pengisian dengan hikmah dan ilmu sebagai persiapan menghadapi tugas besar.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa pembelahan dada ini adalah perkara yang Allah kuasakan kepada malaikat, dan bukan sesuatu yang mustahil bagi kekuasaan Allah. Beliau juga menegaskan bahwa hikmah (حِكْمَة) di sini bermakna pemahaman yang dalam tentang agama, sedangkan ilmu (عِلْم) adalah pengetahuan yang benar dan bermanfaat.

Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa peristiwa-peristiwa luar biasa dalam kehidupan Nabi ﷺ — termasuk pembelahan dada — menunjukkan perhatian khusus Allah terhadap Nabi-Nya, dan menjadi bukti kenabian yang tidak dimiliki manusia biasa.

Adapun kaitan antara peristiwa ini dengan shalat: para ulama menjelaskan bahwa sebelum menerima beban syariat yang agung — termasuk shalat lima waktu — Nabi ﷺ dipersiapkan secara khusus oleh Allah, baik lahir maupun batin. Ini menunjukkan betapa besar kedudukan shalat, sehingga Nabi ﷺ dipersiapkan dengan cara yang istimewa.

Catatan tentang perbedaan riwayat: Sebagian ulama menyebutkan bahwa peristiwa pembelahan dada terjadi lebih dari satu kali. Ibnu Hajar menguatkan bahwa riwayat-riwayat tersebut dapat digabungkan (jam'), bukan saling bertentangan. Yang paling kuat adalah bahwa peristiwa itu memang terjadi beberapa kali sesuai kebutuhan dan hikmah yang Allah kehendaki.

Story Telling

Anas bin Malik رضي الله عنه — pelayan Nabi ﷺ yang setia — menceritakan kepada kita sebuah peristiwa yang beliau dengar langsung dari Nabi ﷺ atau dari para sahabat yang dipercaya. Beliau menuturkan bahwa dua malaikat datang, membawa Nabi ﷺ ke Zamzam, membelah dada beliau, mengeluarkan isi perut ke baskom emas, mencucinya dengan air Zamzam, lalu memenuhi rongga dalam beliau dengan hikmah dan ilmu.

Bayangkanlah: air Zamzam yang penuh berkah digunakan untuk membersihkan hati Nabi ﷺ, lalu hikmah dan ilmu memenuhi jiwa beliau. Ini bukan sekadar peristiwa fisik, tetapi isyarat bahwa hati yang bersih adalah wadah yang layak bagi ilmu dan hikmah. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa hati yang bersih dari kotoran akan mudah menerima cahaya ilmu dan hikmah dari Allah.

Al-Hasan al-Bashri — seorang tabi'in yang terkenal dengan hikmahnya — pernah berkata bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang masuk ke dalam hati yang bersih dan jiwa yang tenang. Peristiwa pembelahan dada Nabi ﷺ menjadi pelajaran bagi kita: bersihkan hati dari dendam, iri, dan kotoran jiwa, agar ilmu dan hikmah mudah masuk.

Kesimpulan Praktis

  1. Shalat lima waktu diwajibkan sejak Nabi ﷺ di Makkah, pada malam Isra' Mi'raj. Ini menegaskan betapa agungnya kedudukan shalat dalam Islam.
  2. Peristiwa pembelahan dada Nabi ﷺ adalah mukjizat dan persiapan khusus dari Allah bagi Nabi-Nya sebelum menerima beban syariat. Kita mengimaninya sebagai bagian dari berita shahih.
  3. Hikmah dan ilmu adalah karunia Allah yang diletakkan di dalam hati yang bersih. Maka bersihkanlah hati kita dari kotoran jiwa, agar mudah menerima ilmu yang bermanfaat.
  4. Jangan meremehkan shalat, karena ia adalah syariat agung yang bahkan Nabi ﷺ dipersiapkan secara istimewa untuk menerimanya.
  5. Rujuklah kepada ulama terpercaya dalam memahami hadits-hadits tentang peristiwa-peristiwa luar biasa, agar tidak salah memahami dan tidak berlebihan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?