Penjelasan Hadits Nasa'i No. 4415 tentang Tata cara kurban dengan tangan sendiri dan bismillah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tata cara kurban yang dicontohkan langsung oleh Nabi ﷺ, yaitu menyembelih hewan kurban dengan tangan sendiri, membaca basmalah (menyebut nama Allah) dan bertakbir, serta meletakkan kaki di sisi leher hewan agar tidak bergerak. Ini adalah sunnah yang mulia dan menunjukkan keutamaan berqurban serta adab dalam menyembelih.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat An-Nasa'i (no. 4415) dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan) adalah:

> أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ مَسْعُودٍ، قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ، عَنْ شُعْبَةَ، أَخْبَرَنِي قَتَادَةُ، قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا، قَالَ ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ يُكَبِّرُ وَيُسَمِّي وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَذْبَحُهُمَا بِيَدِهِ وَاضِعًا عَلَى صِفَاحِهِمَا قَدَمَهُ . قُلْتُ أَنْتَ سَمِعْتَهُ مِنْهُ قَالَ نَعَمْ .

Makna hadits: Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ berqurban dengan dua ekor domba jantan yang putih (bercampur hitam di bagian tertentu, yaitu di sekitar mata dan kaki) dan bertanduk. Beliau bertakbir dan menyebut nama Allah (basmallah). Anas berkata, "Sungguh aku melihat beliau menyembelih keduanya dengan tangannya sendiri, sambil meletakkan kakinya di sisi leher keduanya." Perawi (Qatadah) bertanya kepada Anas, "Apakah engkau mendengarnya langsung dari beliau?" Anas menjawab, "Ya."

Dalil pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

> فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

> "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah."

> (QS. Al-Kautsar [108]: 2)

Ayat ini menunjukkan perintah untuk berqurban dan menjadi dasar disyariatkannya ibadah kurban.

Kaitan dengan Ulama:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu. Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in, seperti Al-Hasan al-Bashri dan Qatadah (yang meriwayatkan hadits ini), memahami bahwa menyembelih dengan tangan sendiri dan membaca basmalah serta takbir adalah bagian dari tuntunan Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

  1. Disyariatkannya Qurban: Hadits ini adalah salah satu dalil utama disyariatkannya ibadah qurban. Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Zaad al-Ma'aad menjelaskan bahwa qurban adalah ibadah yang agung dan merupakan syi'ar Islam. Beliau menyebutkan bahwa Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkan qurban sejak disyariatkan hingga beliau wafat.
  2. Hewan yang Paling Utama untuk Qurban: Nabi ﷺ memilih dua ekor domba jantan yang amlah (putih yang bercampur hitam di sekitar mata dan kaki) dan bertanduk. Para ulama menjelaskan bahwa hewan yang paling utama untuk qurban adalah yang gemuk, bertanduk, dan berwarna putih. Imam Asy-Syafi'i dalam kitab Al-Umm menyebutkan bahwa hewan qurban yang paling utama adalah yang paling baik fisiknya, gemuk, dan paling mahal harganya. Ini menunjukkan bahwa kita dianjurkan memilih hewan terbaik untuk qurban.
  3. Membaca Basmalah dan Takbir: Nabi ﷺ mengucapkan "Bismillah" (menyebut nama Allah) dan "Allahu Akbar" saat menyembelih. Ini adalah adab yang sangat penting. Para ulama, termasuk Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Asy-Syafi'i, berpendapat bahwa membaca basmalah adalah syarat sahnya sembelihan. Adapun bertakbir, ini adalah sunnah yang dicontohkan Nabi ﷺ. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa disunnahkan menggabungkan antara basmalah dan takbir, sebagaimana yang dilakukan Nabi ﷺ.
  4. Menyembelih dengan Tangan Sendiri: Anas radhiyallahu 'anhu menegaskan bahwa beliau melihat Nabi ﷺ menyembelih sendiri hewan qurbannya. Ini menunjukkan bahwa seorang muslim dianjurkan untuk menyembelih sendiri hewan qurbannya jika mampu. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa menyembelih sendiri adalah lebih utama, karena ini adalah bentuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Namun, jika tidak mampu, boleh mewakilkan kepada orang lain.
  5. Meletakkan Kaki di Sisi Hewan: Nabi ﷺ meletakkan kakinya di sisi leher hewan (di bagian shifah, yaitu sisi leher) saat menyembelih. Ini bertujuan untuk menahan hewan agar tidak bergerak, sehingga proses penyembelihan lebih mudah dan hewan tidak tersiksa. Ini adalah bagian dari adab menyembelih, yaitu berbuat baik kepada hewan. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa cara ini adalah yang paling baik dan paling sempurna dalam menyembelih, karena hewan lebih tenang dan tidak banyak bergerak.
  6. Keutamaan Berqurban: Hadits ini juga menunjukkan keutamaan berqurban. Nabi ﷺ sendiri melakukannya dan menganjurkan umatnya. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa qurban adalah salah satu bentuk syukur kepada Allah atas nikmat-Nya yang melimpah.

Story Telling

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau menceritakan:

> "Rasulullah ﷺ berqurban dengan dua ekor domba jantan yang putih (bercampur hitam) dan bertanduk. Beliau meletakkan kakinya di sisi leher keduanya, lalu membaca basmalah dan bertakbir, kemudian menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Perhatikanlah, wahai saudaraku. Baginda Nabi ﷺ yang mulia, yang segala perbuatannya adalah teladan, tidak merasa berat untuk melakukan sendiri penyembelihan hewan qurbannya. Beliau turun langsung, memegang pisau, dan menyembelih dengan tangannya yang mulia. Ini semua dilakukan dalam rangka keikhlasan dan ketundukan kepada Allah Ta'ala.

Para sahabat pun meniru perbuatan ini. Diriwayatkan bahwa ketika Sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin al-Khathab radhiyallahu 'anhuma berqurban, mereka menyembelih sendiri hewan qurbannya. Ini menunjukkan bahwa amalan ini adalah amalan para salafush shalih.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa ibadah qurban bukanlah sekadar rutinitas, tetapi merupakan momen untuk menghidupkan sunnah, melatih keikhlasan, dan menumbuhkan rasa syukur. Ketika kita menyembelih sendiri atau setidaknya hadir menyaksikan penyembelihan, hati kita akan tersentuh dan mengingat kebesaran Allah serta pengorbanan Nabi Ibrahim 'alaihissalam yang rela menyembelih putranya karena perintah Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Niatkan qurban karena Allah dan pilihlah hewan terbaik yang kita mampu, sebagaimana Nabi ﷺ memilih hewan yang baik.
  2. Sunnahkan untuk menyembelih sendiri hewan qurban jika mampu, karena ini adalah perbuatan Nabi ﷺ. Jika tidak mampu, boleh mewakilkan kepada orang lain yang ahli.
  3. Baca basmalah dan takbir saat menyembelih: "Bismillah, Allahu Akbar."
  4. Letakkan kaki di sisi leher hewan untuk menahannya agar tidak bergerak, sebagai bentuk kasih sayang dan memudahkan penyembelihan.
  5. Hadirilah prosesi penyembelihan jika memungkinkan, untuk mengambil pelajaran dan menghidupkan syi'ar Islam.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?