Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah salah satu hadits agung yang menjadi dasar akhlak mulia dalam Islam, bahkan terhadap hewan. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa Allah mewajibkan kita untuk berbuat ihsan (baik) dalam segala hal, termasuk saat menyembelih hewan. Caranya adalah dengan mengasah pisau hingga tajam dan mempercepat proses penyembelihan agar hewan tidak tersiksa. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kelembutan dan kasih sayang, bahkan kepada hewan yang akan kita konsumsi.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 1955) dan juga oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 4405) dari sahabat Syaddad bin Aus radhiyallahu 'anhu. Lafazh yang Anda sebutkan adalah riwayat An-Nasa'i.
Teks Arab Hadits (riwayat An-Nasa'i):
<p>إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ</p>
Terjemahan: "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik terhadap segala sesuatu. Maka jika kalian membunuh, bunuhlah dengan cara yang baik. Dan jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaknya salah seorang dari kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan (meringankan) sembelihannya."
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
Allah ﷻ berfirman:
<p>إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ</p>
QS. An-Nahl [16]: 90
Terjemahan: "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat ihsan (kebaikan)."
Ayat ini adalah dasar umum tentang perintah ihsan, dan hadits di atas adalah penjelasan praktisnya dalam konteks penyembelihan.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa kata "kataba" (كتب) dalam hadits ini bermakna "wajaba" (وجب), yaitu Allah telah mewajibkan dan menetapkan ihsan sebagai syariat-Nya. Ini bukan sekadar anjuran, melainkan perintah yang harus ditunaikan.
Imam An-Nawawi (dalam Syarah Shahih Muslim) menjelaskan bahwa hadits ini mencakup perintah untuk berbuat baik dalam segala hal, termasuk dalam membunuh dan menyembelih. Beliau menegaskan bahwa makna "ihsan dalam membunuh" adalah memilih cara yang paling cepat dan paling tidak menyakitkan, seperti menebas leher dengan sekali tebasan yang kuat. Adapun "ihsan dalam menyembelih" adalah dengan menajamkan pisau, memotong urat leher dan tenggorokan dengan cepat, serta tidak menyiksa hewan sebelum disembelih.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa ihsan dalam penyembelihan mencakup beberapa hal:
- Menajamkan pisau sebelum menyembelih, dan tidak mengasahnya di hadapan hewan yang akan disembelih.
- Mempercepat proses penyembelihan agar hewan tidak merasakan sakit berkepanjangan.
- Tidak menyembelih hewan di hadapan hewan lain yang masih hidup, karena itu menyakiti perasaannya.
- Tidak mematahkan leher atau menguliti hewan sebelum benar-benar mati.
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitab Jami' Al-'Ulum wal-Hikam menyebutkan bahwa hadits ini adalah salah satu hadits yang menjadi pokok akhlak Islam. Beliau berkata, "Hadits ini mencakup seluruh bab ihsan dalam ibadah dan muamalah. Bahkan dalam perkara yang tampak kejam seperti membunuh dan menyembelih, Islam tetap memerintahkan kelembutan."
Syaikh Abdurrahman As-Sa'di ketika menafsirkan ayat tentang ihsan menjelaskan bahwa ihsan adalah puncak dari segala amal, dan hadits ini menunjukkan bahwa ihsan itu mencakup seluruh makhluk, termasuk hewan. Beliau menekankan bahwa menyiksa hewan tanpa alasan yang dibenarkan syariat adalah perbuatan yang diharamkan.
Para ulama juga menyebutkan hikmah di balik perintah ini:
- Menanamkan sifat kasih sayang dalam diri seorang mukmin.
- Menghindarkan diri dari kekerasan yang berlebihan.
- Menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sempurna, mengatur hingga hal-hal yang dianggap remeh oleh manusia.
Story Telling
Ada kisah yang sangat terkenal dari sahabat Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma. Beliau pernah melewati sekelompok orang yang sedang mengasah pisau mereka di hadapan hewan yang akan disembelih. Melihat itu, Ibnu 'Umar berkata, "Celaka kalian! Apakah kalian ingin menyiksa hewan ini dua kali? Kalian asah pisau kalian di hadapannya, lalu kalian sembelih ia. Hendaknya salah seorang dari kalian mengasah pisaunya sebelum hewan itu dibawa ke hadapannya." (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih).
Kisah ini menunjukkan bagaimana para sahabat sangat memahami dan menerapkan ajaran Nabi ﷺ ini. Mereka tidak hanya sekadar tahu, tetapi benar-benar menjaga perasaan hewan, karena mereka sadar bahwa Allah melihat segala perbuatan mereka.
Kesimpulan Praktis
Beberapa hal yang bisa kita amalkan dari hadits ini:
- Berbuat baik dalam segala hal, karena ihsan adalah perintah Allah yang mencakup seluruh aspek kehidupan.
- Jika menyembelih hewan, pastikan pisau tajam, prosesnya cepat, dan hewan tidak disiksa.
- Jangan mengasah pisau di hadapan hewan yang akan disembelih.
- Jangan menyembelih hewan di depan hewan lain yang masih hidup.
- Jika membunuh hewan yang mengganggu (seperti tikus, ular, dll), lakukan dengan cara yang cepat dan tidak menyiksanya.
- Terapkan prinsip ihsan ini dalam kehidupan sehari-hari, seperti berbuat baik kepada sesama manusia, tetangga, bahkan kepada hewan peliharaan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.