Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan tata cara mandi junub (mandi wajib) yang diajarkan Rasulullah ﷺ. Intinya, mandi junub itu mencakup: mencuci kedua tangan, membersihkan kemaluan, berwudhu seperti wudhu shalat, lalu menyiram kepala dengan air hingga merata ke seluruh tubuh. Hadits ini juga menunjukkan bahwa dalam mandi junub, seseorang tidak perlu mengusap kepala seperti dalam wudhu, tetapi cukup menuangkan air ke atasnya hingga merata.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 422), dari beberapa sahabat, yaitu 'Aisyah radhiyallahu 'anha dan Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa 'Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang tata cara mandi junub.
Dalil dari Al-Qur'an yang berkaitan dengan kewajiban mandi junub adalah firman Allah Ta'ala:
QS. Al-Ma'idah [5]: 6
وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْا
"Dan jika kamu dalam keadaan junub, maka bersucilah (mandilah)."
Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa ayat ini mewajibkan mandi junub, dan hadits-hadits Nabi ﷺ menjelaskan tata caranya secara terperinci.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting tentang tata cara mandi junub:
1. Urutan Mandi Junub yang Diajarkan Nabi ﷺ
Imam Al-Auza'i (salah satu perawi dalam sanad hadits ini) meriwayatkan dari gurunya, Yahya bin Abi Katsir, bahwa tata cara mandi junub yang diajarkan Nabi ﷺ adalah:
- Mencuci kedua tangan terlebih dahulu, dimulai dari tangan kanan, dua atau tiga kali.
- Membersihkan kemaluan dengan tangan kiri.
- Mencuci tangan kiri setelah membersihkan kemaluan.
- Berwudhu seperti wudhu untuk shalat (membasuh wajah, tangan, mengusap kepala, dan membasuh kaki).
- Kemudian menuangkan air ke atas kepala hingga merata, lalu membasuh seluruh tubuh.
2. Perbedaan Antara Wudhu dan Mandi Junub
Dalam hadits ini disebutkan bahwa ketika sampai pada bagian kepala, Nabi ﷺ tidak mengusap kepala, tetapi menuangkan air ke atasnya. Ini menunjukkan bahwa dalam mandi junub, yang terpenting adalah meratakan air ke seluruh tubuh, termasuk kepala. Adapun dalam wudhu, mengusap kepala cukup dengan membasahi tangan lalu mengusapkannya ke kepala.
3. Pendapat Ulama Tentang Kewajiban Berkumur dan Istinsyaq (Menghirup Air ke Hidung)
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum berkumur dan menghirup air ke hidung dalam mandi junub:
- Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa berkumur dan menghirup air ke hidung adalah wajib dalam mandi junub, karena mulut dan hidung termasuk bagian dari wajah yang harus dibersihkan.
- Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa hal itu sunnah (dianjurkan), bukan wajib.
Namun, pendapat yang lebih kuat menurut para ulama adalah bahwa berkumur dan menghirup air ke hidung itu wajib dalam mandi junub, karena hadits-hadits Nabi ﷺ selalu menyebutkan hal tersebut dalam tata cara mandi beliau. Ini adalah pendapat Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad, serta dikuatkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnul Qayyim.
4. Hikmah di Balik Tata Cara Ini
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di menjelaskan bahwa mandi junub yang diajarkan Nabi ﷺ ini mengandung hikmah kebersihan yang sempurna. Dimulai dari membersihkan kemaluan agar najis tidak menyebar, lalu berwudhu untuk menyucikan anggota wudhu, kemudian menyiram kepala dan seluruh tubuh agar air merata ke seluruh badan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa 'Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang tata cara mandi junub. Maka Rasulullah ﷺ mengajarkan beliau secara langsung. Dalam riwayat lain, 'Aisyah radhiyallahu 'anha juga menceritakan bahwa beliau dan Rasulullah ﷺ pernah mandi bersama dari satu wadah air. 'Aisyah berkata:
"Aku dan Rasulullah ﷺ mandi dari satu bejana, dan tangan kami silih berganti masuk ke dalam bejana tersebut." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kisah ini menunjukkan bahwa mandi junub adalah perkara yang biasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari kaum muslimin, dan Nabi ﷺ mengajarkannya dengan penuh perhatian agar umatnya bersuci dengan benar.
Kesimpulan Praktis
Beberapa hal yang bisa kita amalkan dari hadits ini:
- Mandi junub itu wajib bagi orang yang berhadats besar, berdasarkan Al-Qur'an dan hadits.
- Urutan mandi junub yang diajarkan Nabi ﷺ adalah: cuci tangan, bersihkan kemaluan, berwudhu, lalu siram kepala dan seluruh tubuh.
- Berkumur dan menghirup air ke hidung termasuk bagian dari mandi junub yang harus dilakukan.
- Tidak perlu mengusap kepala dalam mandi junub, cukup menuangkan air hingga merata.
- Niat mandi junub untuk menghilangkan hadats besar, dan pastikan air merata ke seluruh tubuh termasuk lipatan-lipatan kulit dan pangkal rambut.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.