Penjelasan Hadits Nasa'i No. 420 tentang Tata cara mandi junub Rasulullah dimulai dengan wudhu

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tata cara mandi junub yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ, yaitu memulai dengan mencuci kedua tangan, lalu berwudhu seperti wudhu untuk shalat, kemudian mandi dengan menyiramkan air ke kepala sambil menggosok-gosok rambut agar air sampai ke kulit kepala, lalu membasuh seluruh tubuh. Ini adalah salah satu bentuk kesempurnaan mandi junub yang diajarkan oleh Nabi ﷺ kepada umatnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 420) dari sahabat Aisyah radhiyallahu 'anha, istri Nabi ﷺ. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dengan redaksi yang serupa.

Teks Arab Hadits (dengan harakat):

أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ غَسَلَ يَدَيْهِ، ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ اغْتَسَلَ، ثُمَّ يُخَلِّلُ بِيَدِهِ شَعْرَهُ حَتَّى إِذَا ظَنَّ أَنَّهُ قَدْ أَرْوَى بَشَرَتَهُ أَفَاضَ عَلَيْهِ الْمَاءَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ غَسَلَ سَائِرَ جَسَدِهِ.

Terjemahan: "Aisyah berkata: 'Ketika Rasulullah ﷺ mandi dari junub, beliau mencuci tangannya, kemudian berwudhu seperti wudhu untuk shalat, lalu beliau mandi, kemudian mengalirkan jari-jarinya ke rambutnya (untuk memastikan) bahwa air telah merata ke kulit kepalanya, lalu beliau menyiramkan air ke atasnya tiga kali, kemudian mencuci seluruh tubuhnya.'"

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

QS. Al-Ma'idah [5]: 6

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ۚ

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Dan jika kamu junub, maka mandilah."

Ayat ini menunjukkan perintah mandi bagi orang yang junub, dan hadits di atas menjelaskan tata caranya secara praktis dari Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan tata cara mandi junub yang sempurna (mustahab), bukan hanya sekadar sahnya mandi.

1. Urutan Mandi Junub dalam Hadits:

  • Mencuci kedua tangan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam bejana atau sebelum menyentuh air untuk membersihkan diri.
  • Berwudhu seperti wudhu untuk shalat, yaitu wudhu yang lengkap: membasuh wajah, tangan, mengusap kepala, dan membasuh kaki.
  • Mandi, yaitu menyiramkan air ke seluruh tubuh.
  • Menggosok-gosok rambut dengan jari-jari tangan agar air sampai ke kulit kepala. Ini penting karena rambut bisa menghalangi sampainya air ke kulit.
  • Menyiramkan air ke kepala tiga kali setelah memastikan kulit kepala basah.
  • Membasuh seluruh tubuh sebagai penutup.

2. Pemahaman Ulama:

Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menjelaskan bahwa mandi junub yang sempurna mengikuti tata cara Nabi ﷺ di atas. Namun beliau juga menegaskan bahwa inti dari mandi junub adalah menyiramkan air ke seluruh tubuh dengan niat, dan tata cara di atas adalah bentuk kesempurnaan.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya berwudhu sebelum mandi junub, mencuci kedua tangan terlebih dahulu, dan menggosok-gosok rambut agar air merata. Beliau juga menyebutkan bahwa para ulama sepakat bahwa mandi junub dianggap sah jika air merata ke seluruh tubuh, meskipun tanpa berwudhu terlebih dahulu.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Al-Arba'in dan kitab-kitab fiqihnya menjelaskan bahwa hadits ini mengajarkan adab dan kesempurnaan mandi. Beliau menekankan bahwa menggosok-gosok rambut dengan jari-jari tangan adalah cara untuk memastikan air sampai ke kulit kepala, karena jika hanya menyiram tanpa menggosok, dikhawatirkan ada bagian yang tidak terkena air.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam Majmu' Fatawa menjelaskan bahwa mandi junub yang paling utama adalah mengikuti tata cara Nabi ﷺ sebagaimana dalam hadits ini. Namun jika seseorang hanya menyiramkan air ke seluruh tubuh dengan niat mandi junub, maka mandinya sah menurut jumhur ulama.

3. Perbedaan Pendapat yang Perlu Diketahui:

  • Madzhab Syafi'i dan Hambali berpendapat bahwa berwudhu sebelum mandi junub adalah sunnah (dianjurkan), bukan kewajiban.
  • Madzhab Maliki berpendapat bahwa berwudhu dalam mandi junub tidak disunnahkan secara khusus, karena mandi junub sudah menggantikan wudhu.
  • Madzhab Hanafi berpendapat bahwa niat mandi junub dan meratakan air ke seluruh tubuh adalah kewajiban, sedangkan berwudhu sebelumnya adalah sunnah.

Namun semua ulama sepakat bahwa inti mandi junub adalah meratakan air ke seluruh tubuh dengan niat, dan tata cara dalam hadits ini adalah bentuk kesempurnaan yang dianjurkan untuk diikuti.

4. Hikmah dari Tata Cara Ini:

  • Mengajarkan kebersihan dan kesucian secara menyeluruh.
  • Mengajarkan urutan yang rapi dan teratur dalam beribadah.
  • Mengajarkan untuk tidak tergesa-gesa dalam beribadah, terutama dalam hal bersuci.
  • Mengajarkan bahwa ibadah harus dilakukan dengan teliti, seperti memastikan air sampai ke kulit kepala.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha sangat teliti dalam meriwayatkan tata cara ibadah Nabi ﷺ. Suatu ketika, seorang sahabat bertanya kepada Aisyah tentang bagaimana mandi junub Nabi ﷺ. Maka Aisyah menjelaskan dengan detail sebagaimana dalam hadits ini. Aisyah tidak hanya menyebutkan bahwa Nabi mandi, tetapi beliau memperhatikan setiap gerakan Nabi ﷺ, mulai dari mencuci tangan, berwudhu, hingga cara Nabi menggosok-gosok rambutnya dengan jari-jari tangan.

Ini menunjukkan bahwa para sahabat, terutama istri-istri Nabi ﷺ, sangat perhatian terhadap detail ibadah beliau. Mereka tidak menganggap remeh hal-hal kecil dalam ibadah, karena mereka tahu bahwa setiap gerakan Nabi ﷺ adalah tuntunan yang penuh hikmah.

Hikmah: Kita harus teliti dalam beribadah, tidak asal-asalan. Sebagaimana Aisyah memperhatikan detail mandi Nabi ﷺ, kita pun harus berusaha mempelajari dan mengamalkan tata cara ibadah sesuai sunnah dengan sebaik-baiknya.

Kesimpulan Praktis

  1. Niatkan mandi untuk menghilangkan hadats besar (junub) karena Allah Ta'ala.
  2. Mulailah dengan mencuci kedua tangan sebelum menyentuh air atau bejana.
  3. Berwudhu seperti wudhu untuk shalat sebagai bentuk kesempurnaan mandi.
  4. Gosok-gosoklah rambut dan kulit kepala dengan jari-jari tangan saat menyiram air, agar air merata sampai ke kulit.
  5. Siramkan air ke kepala tiga kali setelah memastikan kulit kepala basah.
  6. Basuh seluruh tubuh dengan merata.
  7. Jika seseorang hanya menyiramkan air ke seluruh tubuh dengan niat mandi junub, maka mandinya sah, namun meninggalkan keutamaan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?