Bab Bai'at dalam apa yang dicintai dan dibenci
Shahih oleh Darussalam
أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ قُدَامَةَ، عَنْ جَرِيرٍ، عَنْ مُغِيرَةَ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، وَالشَّعْبِيِّ، قَالاَ قَالَ جَرِيرٌ أَتَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ فَقُلْتُ لَهُ أُبَايِعُكَ عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِيمَا أَحْبَبْتُ وَفِيمَا كَرِهْتُ . قَالَ النَّبِيُّ ﷺ " أَوَتَسْتَطِيعُ ذَلِكَ يَا جَرِيرُ أَوَتُطِيقُ ذَلِكَ " . قَالَ " قُلْ فِيمَا اسْتَطَعْتُ " . فَبَايَعَنِي وَالنُّصْحِ لِكُلِّ مُسْلِمٍ .
Jarir berkata: "Saya datang kepada Nabi ﷺ dan berkata kepada beliau: 'Saya berjanji kepada Anda untuk mendengar dan taat dalam apa yang saya sukai dan apa yang saya tidak sukai.' Nabi ﷺ berkata: 'Apakah kamu bisa melakukan itu, wahai Jarir?' Dia berkata: 'Katakanlah: Sebanyak yang saya bisa.' Maka beliau menerima bai'at saya (untuk itu), dan bahwa saya harus jujur terhadap setiap Muslim."