Penjelasan Hadits Nasa'i No. 4110 tentang Larangan mencela dan memerangi sesama muslim

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita tentang dua dosa besar yang berkaitan dengan sesama muslim: mencela/menghina dan memerangi. Mencela seorang muslim adalah kefasikan (keluar dari ketaatan), sedangkan memeranginya adalah kekufuran. Ini menunjukkan betapa Islam sangat menjaga kehormatan, darah, dan harta setiap muslim. Kita harus berhati-hati dalam lisan dan perbuatan agar tidak terjatuh ke dalam dosa besar ini.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 4110), juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu. Lafazhnya:

سِبَابُ الْمُسْلِمِ فُسُوقٌ وَقِتَالُهُ كُفْرٌ

Artinya: "Mencela seorang muslim adalah kefasikan dan memeranginya adalah kekufuran."

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS. Al-Hujurat [49]: 11)

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan makna hadits ini dengan sangat mendalam:

1. Makna "Sibab" (Mencela)

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa sibab (سِبَاب) adalah saling mencela atau menghina. Ini mencakup segala bentuk perkataan buruk yang menyakiti perasaan muslim lain, baik dengan ejekan, hinaan, maupun celaan.

2. Makna "Fusuq" (Kefasikan)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa fusuq adalah keluar dari ketaatan kepada Allah. Mencela muslim termasuk perbuatan fasik karena:

  • Menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap sesama muslim
  • Melanggar hak persaudaraan Islam
  • Merusak ukhuwah yang diperintahkan Allah

3. Makna "Qitaluhu Kufr" (Memeranginya Kekufuran)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa kata kufr di sini bukan berarti keluar dari Islam secara mutlak, tetapi ini adalah kekufuran yang lebih kecil (kufr ashghar) yang tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam, selama ia masih meyakini keharamannya. Ini seperti sabda Nabi ﷺ: "Janganlah kalian kembali setelahku menjadi orang-orang kafir yang saling memenggal leher satu sama lain."

4. Penjelasan Ibnu Hajar Al-Asqalani

Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan haramnya:

  • Mencela kehormatan muslim
  • Menyerang fisik muslim tanpa hak
  • Perpecahan dan permusuhan antar sesama muslim

5. Hikmah dari Sahabat

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu yang meriwayatkan hadits ini dikenal sangat menjaga lisan dan hubungan dengan sesama. Beliau sering mengingatkan tentang bahaya lisan dan pentingnya menjaga persaudaraan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika ada seorang laki-laki yang mencela Bilal bin Rabah radhiyallahu 'anhu dengan mengatakan, "Wahai anak perempuan hitam!" Maka Bilal pun marah. Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda:

"Engkau telah mencela dia dengan (menyebut) ibu dari kebaikan (yaitu ibunya yang telah melahirkan seorang yang mulia)."

Peristiwa ini menunjukkan bahwa meskipun Bilal adalah sahabat yang mulia dan dicintai Rasulullah ﷺ, tetap saja celaan itu menyakitkan. Maka bagaimana lagi jika yang dicela adalah orang biasa? Ini mengajarkan kita untuk sangat berhati-hati dalam berkata-kata.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga lisan dari mencela, menghina, atau merendahkan sesama muslim, karena itu termasuk kefasikan.
  2. Jauhi perpecahan dan permusuhan, karena memerangi sesama muslim adalah dosa besar yang diancam dengan kekufuran.
  3. Segera minta maaf jika terlanjur menyakiti atau mencela saudara muslim, dan perbaiki hubungan.
  4. Hindari perdebatan yang mengarah pada permusuhan, karena syaitan senang memecah belah persatuan umat.
  5. Perbanyak istighfar dan perbaiki niat untuk selalu menjaga ukhuwah Islamiyah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?