Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menggambarkan dengan sangat jelas ciri-ciri dan bahaya kelompok Khawarij, yaitu orang-orang yang menuduh Nabi ﷺ tidak adil dalam pembagian harta, padahal beliau adalah orang yang paling adil. Hadits ini juga mengabarkan bahwa mereka adalah orang-orang yang rajin membaca Al-Qur'an, tetapi pemahaman mereka tidak melewati tenggorokan mereka, sehingga mereka keluar dari Islam seperti anak panah yang melesat dari busurnya. Ciri fisik mereka adalah mencukur habis rambut kepala. Nabi ﷺ memerintahkan kita untuk memerangi mereka karena mereka adalah seburuk-buruk makhluk.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 4103), dari sahabat Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu 'anhu.
Dalil Al-Qur'an:
Allah Ta'ala berfirman tentang sifat orang-orang munafik yang membangkang dan menuduh Nabi ﷺ tidak adil:
وَيَقُولُونَ هُوَ أُذُنٌ ۚ قُلْ أُذُنُ خَيْرٍ لَكُمْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةٌ لِلَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ ۚ وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
"Dan di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti hati Nabi serta mengatakan: 'Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya.' Katakanlah: 'Dia (Nabi) mendengarkan hal-hal yang baik bagi kamu, dia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.' Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka azab yang pedih." (QS. At-Taubah [9]: 61)
Kaitan dengan Ulama:
Para ulama dari kalangan salaf dan khalaf sangat memperhatikan hadits-hadits tentang Khawarij ini. Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits-hadits tentang Khawarij dalam Shahih-nya sebagai peringatan bagi umat. Imam Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan panjang lebar tentang ciri-ciri Khawarij dan bagaimana para sahabat memerangi mereka di masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' Al-Fatawa juga membahas kelompok ini sebagai bentuk penyimpangan dari manhaj Ahlus Sunnah.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu mukjizat Nabi ﷺ yang mengabarkan tentang munculnya kelompok Khawarij. Mari kita bedah poin-poin pentingnya:
- Kemarahan Nabi ﷺ Karena Tuduhan Tidak Adil:
Ketika seorang laki-laki menuduh Nabi ﷺ tidak adil dalam pembagian harta, Nabi ﷺ marah dengan sangat. Kemarahan ini bukan karena beliau tersinggung secara pribadi, tetapi karena beliau adalah ma'shum (terjaga dari dosa) dan muballigh (penyampai wahyu). Menuduh beliau tidak adil berarti menuduh syariat yang beliau bawa tidak adil. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa kemarahan Nabi ﷺ di sini adalah bentuk pembelaan terhadap kebenaran dan keadilan yang merupakan inti dari risalah Islam.
- Ciri-Ciri Khawarij:
- Membaca Al-Qur'an tapi tidak melewati tenggorokan: Ini adalah kiasan yang sangat dalam. Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa maknanya adalah bacaan dan pemahaman mereka tidak sampai ke hati. Mereka membaca dengan lisan, tetapi hati mereka tidak meresapi dan tidak tunduk pada maknanya. Mereka menghafal dan melafalkan, tetapi tidak mengamalkan dengan benar sesuai pemahaman para sahabat.
- Keluar dari Islam seperti anak panah melesat dari busur: Ini menggambarkan betapa cepat dan totalnya mereka keluar dari agama. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa mereka masuk Islam secara lahiriah, tetapi kemudian keluar dengan cepat karena pemahaman yang salah dan sikap ghuluw (berlebihan) dalam beragama.
- Ciri fisik: mencukur habis rambut (tahaluk): Ini adalah ciri yang sering disebutkan dalam hadits-hadits lain. Ini menunjukkan bahwa mereka memiliki simbol-simbol lahiriah yang membedakan diri dari kaum muslimin pada umumnya, sebagai bentuk kesombongan dan merasa paling benar.
- Perintah Memerangi Mereka:
Nabi ﷺ bersabda, "Jika kamu menemui mereka, bunuhlah mereka." Perintah ini menunjukkan bahwa keberadaan mereka adalah sumber kerusakan besar di tengah umat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menegaskan bahwa memerangi Khawarij adalah bagian dari jihad untuk menjaga kemurnian agama dan melindungi kaum muslimin dari fitnah. Ini juga yang dilakukan oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu dalam perang Nahrawan.
- Komentar Imam An-Nasa'i:
Di akhir hadits, Imam An-Nasa'i memberikan komentar bahwa perawi Sharik bin Shihab bukanlah perawi yang terkenal. Ini adalah bentuk jarh (penilaian kritik) yang halus dari beliau. Namun, perlu dicatat bahwa hadits ini memiliki banyak jalur periwayatan lain yang shahih, terutama dari sahabat Ali bin Abi Thalib dan Abu Sa'id Al-Khudri, sehingga makna dan kandungannya tetap kuat dan shahih.
Story Telling
Kisah tentang kemunculan pertama Khawarij terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Setelah Perang Shiffin, sekelompok orang dari pasukan Ali memprotes keputusannya untuk menerima arbitrase (tahkim). Mereka berkata, "Tidak ada hukum kecuali hukum Allah!" (La hukma illa lillah). Mereka menganggap Ali telah berbuat dosa besar karena berdamai dengan Mu'awiyah.
Mereka adalah orang-orang yang rajin beribadah, bahkan disebutkan bahwa dahi mereka hitam karena banyak sujud. Namun, pemahaman mereka dangkal dan penuh kesombongan. Mereka keluar dari Kufah dan berkumpul di daerah Harura. Ali bin Abi Thalib mengirim utusan untuk berdialog dengan mereka, dan sebagian dari mereka kembali. Namun, kelompok yang paling keras kepala tetap bertahan dan kemudian bergerak ke Nahrawan.
Ali bin Abi Thalib kemudian memimpin pasukannya untuk menghadapi mereka. Sebelum perang, beliau mengingatkan mereka dengan sabda Nabi ﷺ tentang ciri-ciri Khawarij, termasuk salah satunya adalah seorang pria yang memiliki tangan seperti dada wanita (ciri yang disebutkan dalam hadits lain). Ketika perang terjadi, kelompok Khawarij habis terbunuh, dan benar saja, di antara korban ditemukan pria dengan ciri yang disebutkan Nabi ﷺ tersebut. Ini menunjukkan bahwa kabar Nabi ﷺ adalah benar dan pasti terjadi.
Hikmah: Kisah ini mengajarkan kita bahwa ibadah yang banyak tidak menjamin kebenaran jika tidak dibangun di atas pemahaman yang benar sesuai Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman para sahabat. Sikap ghuluw (berlebihan) dan mudah mengkafirkan sesama muslim adalah ciri khas Khawarij yang harus kita waspadai dan jauhi.
Kesimpulan Praktis
- Waspada terhadap sifat ghuluw: Jangan berlebihan dalam beragama hingga keluar dari batas-batas syariat dan meninggalkan manhaj para sahabat.
- Jauhi sikap mudah mengkafirkan: Menuduh seorang muslim yang telah mengucapkan syahadat sebagai kafir karena dosa yang dilakukannya adalah ciri utama Khawarij. Ini adalah perkara yang sangat berbahaya.
- Pelajari Al-Qur'an dengan pemahaman yang benar: Bacalah Al-Qur'an, tetapi yang terpenting adalah pahami dan amalkan dengan bimbingan para ulama yang rabbani, bukan hanya dengan akal dan hawa nafsu.
- Hormati dan patuhi pemimpin muslim: Selama pemimpin tersebut tidak memerintahkan kemaksiatan, kita wajib taat dan tidak boleh memberontak dengan cara-cara yang rusak.
- Jadikan hadits ini sebagai pelajaran: Bahwa ciri-ciri yang disebutkan Nabi ﷺ akan terus muncul hingga akhir zaman. Kita harus pandai mengenali dan menjauhinya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.