Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 3960 tentang Cemburu adalah bisikan setan yang bisa ditaklukkan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa setiap manusia, termasuk para Nabi, memiliki pendamping dari kalangan setan. Namun, Allah ﷻ memberikan pertolongan khusus kepada Nabi Muhammad ﷺ sehingga setan tersebut tidak mampu menyesatkannya, bahkan "masuk Islam" dalam arti tunduk dan tidak lagi membisikkan keburukan kepada beliau. Hadits ini juga menunjukkan bahwa rasa cemburu adalah fitrah manusia, dan Islam mengajarkan cara menyikapinya dengan adab yang mulia.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat An-Nasa'i:

Teks hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat dari Aisyah radhiyallahu 'anha. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2814) dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 25687). Lafazh yang Anda bawa adalah lafazh An-Nasa'i.

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah ﷻ berfirman:

وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ

"Dan katakanlah (Muhammad), 'Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada-Mu, ya Tuhanku, agar mereka tidak datang kepadaku.'"

(QS. Al-Mu'minun [23]: 97-98)

Juga firman Allah ﷻ:

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ ۚ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلًا

"Sungguh, hamba-hamba-Ku, engkau (Iblis) tidak mempunyai kekuasaan atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai pelindung."

(QS. Al-Isra' [17]: 65)

Penjelasan Ulama:

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim (17/158) menjelaskan bahwa makna "فَأَسْلَمَ" (maka ia berserah diri/tunduk) dalam hadits ini adalah setan itu tunduk dan tidak lagi mampu menggoda Nabi ﷺ. Ini adalah kekhususan bagi Nabi Muhammad ﷺ, bukan berarti setan itu menjadi mukmin yang saleh. Setan tetap kafir, tetapi kekuatannya untuk membisikkan keburukan kepada beliau telah dipadamkan oleh Allah ﷻ.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Majmu' Al-Fatawa (4/283) menjelaskan bahwa setiap anak Adam memiliki qarin (pendamping) dari kalangan setan, sebagaimana sabda Nabi ﷺ dalam hadits riwayat Muslim. Namun, Allah ﷻ melindungi para Nabi dari bisikan setan yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam kesalahan.

Penjelasan Rinci

Pertama: Setiap Manusia Memiliki Pendamping Setan

Hadits ini menegaskan bahwa setiap manusia memiliki setan yang selalu menyertainya. Ini bukan berarti manusia tidak bisa selamat, tetapi ini adalah ujian dan cobaan. Allah ﷻ berfirman:

وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

"Barangsiapa berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pengasih (Al-Qur'an), Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya."

(QS. Az-Zukhruf [43]: 36)

Imam Al-Qurthubi (dalam tafsirnya, meski beliau tidak termasuk dalam daftar rujukan, namun makna ini juga dijelaskan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim 7/221) menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa kelalaian dari dzikir menjadi sebab setan menguasai seseorang.

Kedua: Kekhususan Nabi Muhammad ﷺ

Nabi ﷺ bersabda bahwa setan beliau telah "masuk Islam" — maksudnya tunduk dan tidak lagi membisikkan kejahatan. Ini adalah keistimewaan yang Allah berikan kepada beliau. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhush Shalihin (1/215) menjelaskan bahwa ini adalah bentuk penjagaan Allah ﷻ terhadap Nabi-Nya dari gangguan setan, sebagaimana firman Allah:

وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ

"Dan Allah memelihara engkau dari (gangguan) manusia."

(QS. Al-Ma'idah [5]: 67)

Ketiga: Rasa Cemburu Aisyah dan Adabnya

Aisyah radhiyallahu 'anha mencari Rasulullah ﷺ dan memasukkan tangannya ke rambut beliau. Ini menunjukkan kedekatan dan kasih sayang antara suami istri. Namun, ketika beliau bersabda "Syaitanmu telah datang kepadamu," Aisyah bertanya dengan nada heran, "Apakah engkau juga memiliki setan?" Ini adalah bentuk kecemburuan yang wajar, namun Aisyah tetap bertanya dengan adab dan tidak marah.

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (6/340) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya seorang istri bertanya kepada suaminya tentang hal-hal yang membuatnya penasaran, selama dengan adab yang baik. Rasa cemburu yang wajar tidak tercela, bahkan Nabi ﷺ sendiri memiliki rasa cemburu, sebagaimana dalam hadits riwayat Bukhari-Muslim bahwa beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah cemburu, dan orang mukmin juga cemburu."

Keempat: Pelajaran tentang Perlindungan dari Setan

Hadits ini mengajarkan kita untuk selalu berlindung kepada Allah dari godaan setan, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Badai' Al-Fawa'id (2/245) menjelaskan bahwa dzikir kepada Allah adalah benteng terkuat dari gangguan setan. Setan tidak akan mampu menguasai hati yang selalu mengingat Allah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu hari, seorang sahabat bernama Utsman bin Abil Ash radhiyallahu 'anhu mengadu kepada Rasulullah ﷺ: "Wahai Rasulullah, setan telah menghalangiku dalam shalat dan bacaanku, ia mengacaukan bacaanku." Maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Itu adalah setan yang bernama Khinzab. Jika engkau merasakan gangguannya, berlindunglah kepada Allah darinya, dan meludahlah ke arah kirimu tiga kali." Utsman berkata: "Maka aku melakukannya, dan Allah menghilangkan gangguannya dariku." (HR. Muslim no. 2203)

Kisah ini menunjukkan bahwa gangguan setan adalah nyata, namun Allah memberikan jalan keluar bagi hamba-Nya yang berusaha berlindung dan berdoa kepada-Nya. Sebagaimana Nabi ﷺ diberi pertolongan khusus, kita pun diberi senjata berupa doa dan dzikir untuk melawan gangguan setan.

Kesimpulan Praktis

  1. Sadari keberadaan setan — Setiap manusia memiliki pendamping setan, namun Allah memberi kita akal, iman, dan petunjuk untuk melawannya.
  2. Perbanyak dzikir dan istighfar — Ini adalah benteng terkuat dari gangguan setan, sebagaimana dijelaskan oleh para ulama.
  3. Jaga adab dalam rumah tangga — Rasa cemburu yang wajar adalah fitrah, namun harus disertai adab dan tidak berlebihan.
  4. Teladani Nabi ﷺ — Beliau adalah manusia terbaik yang tetap terjaga dari kesalahan, namun tetap mengajarkan kita untuk selalu berlindung kepada Allah.
  5. Jangan putus asa dari rahmat Allah — Jika kita tergoda setan, segera bertaubat dan kembali kepada Allah, karena Allah Maha Pengampun.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.