Sunan An-Nasa'i · Kitab Pertanian · No. 3925

Bab Menyebutkan Hadits yang Berbeda Tentang Larangan Menyewa Tanah dengan Sepertiga dan Seperempat dan Perbedaan Kata Para Perawi

Shahih oleh Darussalam

أَخْبَرَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ، قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ اللَّيْثِ، عَنِ اللَّيْثِ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ هُرْمُزَ، قَالَ سَمِعْتُ أُسَيْدَ بْنَ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ الأَنْصَارِيَّ، يَذْكُرُ أَنَّهُمْ مَنَعُوا الْمُحَاقَلَةَ وَهِيَ أَرْضٌ تُزْرَعُ عَلَى بَعْضِ مَا فِيهَا. رَوَاهُ عِيسَى بْنُ سَهْلِ بْنِ رَافِعٍ.

akhbarana arrabiu ibnu sulaymana, qala haddatsana syuaybu ibnu allaytsi, ani allaytsi, an jafari ibni rabiaha, an abdi arrahmani ibni hurmuza, qala samitu usayda ibna rafii ibni khadijin alanshariyya, yadzkuru annahum manau almuhaqalaha wahiya ardhun tuzrau ala badhi ma fiha. rawahu isa ibnu sahli ibni rafiin.

Diriwayatkan bahwa 'Abdur-Rahman bin Hurmuz berkata: "Aku mendengar Usaid bin Rafi' bin Khadij Al-Ansari mengatakan bahwa mereka tidak mengizinkan Al-Muhaqalah, yaitu tanah yang ditanami sebagai imbalan dari sebagian hasilnya."

Penjelasan