Penjelasan Hadits Nasa'i No. 3775 tentang Larangan bersumpah dengan Al-Lat dan menebusnya dengan tahlil

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa jika seseorang terlanjur mengucapkan sumpah dengan nama selain Allah — seperti "Demi Al-Lat" — maka ia wajib segera menutupnya dengan kalimat tauhid "Lā ilāha illallāh". Dan jika seseorang mengajak temannya berjudi, maka sebagai penebus ucapan buruk itu ia hendaknya bersedekah. Intinya: ucapan buruk harus dihapus dengan amal baik dan kalimat tauhid.

Rujukan Ulama & Dalil

Dalil Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ

QS. An-Nahl [16]: 116

"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta: 'Ini halal dan ini haram', untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak akan beruntung."

Juga firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

QS. Al-Ma'idah [5]: 90

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah رضي الله عنه, dikeluarkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Sumpah dan Nazhar, Bab Bersumpah dengan Al-Lat (no. 3775). Sanadnya melalui Az-Zuhri (Muhammad bin Syihab az-Zuhri) — salah satu ulama Tabi'in dalam daftar rujukan.

Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah dengan lafaz serupa, menunjukkan kuatnya riwayat ini.

Penjelasan Rinci

1. Makna "Barangsiapa bersumpah dengan Al-Lat"

Al-Lat adalah nama berhala besar yang disembah oleh orang-orang musyrik Arab Jahiliyah sebelum Islam. Ucapan "Demi Al-Lat" adalah sisa kebiasaan jahiliyah yang mungkin masih terucap secara refleks oleh sebagian orang yang baru masuk Islam atau yang lidahnya terbiasa.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa ucapan sumpah dengan selain Allah adalah perkara yang sangat dilarang, karena mengandung pengagungan terhadap selain Allah. Karena itu, ketika seseorang terlanjur mengucapkannya, ia harus segera menutupnya dengan kalimat tauhid Lā ilāha illallāh — sebagai bentuk penebus dan penegasan kembali keesaan Allah.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa perintah "hendaklah ia berkata Lā ilāha illallāh" adalah bentuk kaffarah (penebus) atas ucapan syirik yang terlanjur diucapkan, sekaligus menegaskan bahwa tauhid adalah lawan dari syirik.

2. Makna "Barangsiapa berkata: Ayo berjudi, hendaklah ia bersedekah"

Judul bab dalam Sunan An-Nasa'i adalah "Bab Bersumpah dengan Al-Lat", namun hadits ini juga mencakup larangan mengajak berjudi. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Ighatsatul Lahfan menjelaskan bahwa dosa ucapan dihapus dengan amal saleh. Karena ucapan "ayo berjudi" adalah ucapan yang mengajak kepada kemungkaran, maka penebusnya adalah sedekah — amal yang membawa manfaat bagi orang lain.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'iful Ma'arif menyebutkan kaidah penting: al-hasanat yudzhibna as-sayyi'at (kebaikan menghapus keburukan). Ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Hud [11]: 114.

3. Perbedaan pendapat ulama daftar

Sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Ishaq bin Rahuyah memahami perintah sedekah di sini sebagai kaffarah yang bersifat sunnah (tidak wajib), karena tidak ada dalil tegas yang mewajibkannya. Sedangkan Imam Asy-Syafi'i dan jumhur memahami sebagai anjuran yang sangat ditekankan. Yang paling kuat menurut dalil adalah pendapat jumhur: sedekah itu sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) sebagai penebus, bukan kewajiban yang berdosa jika ditinggalkan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa sebagian sahabat yang baru masuk Islam pernah terlanjur mengucapkan sumpah dengan nama berhala karena kebiasaan lama. Ketika hal itu disampaikan kepada Nabi ﷺ, beliau tidak menghardik atau mencela, melainkan mengajarkan jalan keluar yang lembut: ucapkanlah Lā ilāha illallāh. Ini menunjukkan bahwa Islam membimbing dengan kasih sayang, bukan dengan kekerasan, dan bahwa taubat serta perbaikan selalu terbuka. (Makna umum dari hadits ini sebagaimana dijelaskan Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.)

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan bersumpah dengan selain Allah — baik dengan berhala, makhluk, atau nama apa pun selain Allah.
  2. Jika terlanjur, segera ucapkan Lā ilāha illallāh sebagai penebus dan penegasan tauhid.
  3. Jauhi ucapan mengajak berjudi atau segala ucapan yang mengajak kepada kemungkaran.
  4. Tutup keburukan dengan kebaikan — salah satunya dengan bersedekah.
  5. Jaga lisan karena lisan adalah cermin hati; hati yang penuh tauhid akan melahirkan lisan yang bersih.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?