Penjelasan Hadits Nasa'i No. 3625 tentang Nabi tidak meninggalkan harta warisan

Penjelasan Hadits Sunan An-Nasa'i No. 3625

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini diriwayatkan oleh Ummul Mukminin 'Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Nabi ﷺ wafat dan tidak ada yang mendampingi beliau saat itu kecuali 'Aisyah sendiri. Beliau juga meminta diambilkan wadah (thast) untuk digunakan. Hadits ini menunjukkan keutamaan besar 'Aisyah, kedekatannya dengan Nabi ﷺ hingga akhir hayat, serta bahwa Nabi ﷺ tidak meninggalkan harta warisan yang perlu dibagi, sebagaimana dipahami para ulama dari hadits-hadits lain yang semakna.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan kedudukan 'Aisyah dan rumah tangga Nabi ﷺ:

QS. Al-Ahzab [33]: 34

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَىٰ فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا

Terjemahan: "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."

Hadits terkait dari kitab shahih:

Hadits dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

لَا نُورَثُ مَا تَرَكْنَا صَدَقَةٌ

"Kami (para nabi) tidak diwarisi. Apa yang kami tinggalkan adalah sedekah."

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu dan menjadi dasar dalam masalah warisan para nabi.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa para nabi tidak diwarisi harta, dan ini merupakan ijma' (kesepakatan) yang dipegang para ulama.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari membahas panjang lebar tentang hadits "Kami tidak diwarisi" dan kaitannya dengan hadits 'Aisyah tentang wafatnya Nabi ﷺ.
  • Ibn Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan detail peristiwa wafatnya Nabi ﷺ dan kehadiran 'Aisyah di sisi beliau.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa poin penting yang dijelaskan para ulama:

Pertama: Keutamaan 'Aisyah radhiyallahu 'anha

Perkataan 'Aisyah "tidak ada seorang pun bersamanya kecuali saya" menunjukkan kedudukan istimewa beliau. Ini adalah bentuk keutamaan yang Allah berikan kepada 'Aisyah, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain bahwa Jibril datang membawa salam untuk 'Aisyah, dan Nabi ﷺ menyampaikan salam tersebut kepada beliau (diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim).

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa di antara keutamaan 'Aisyah adalah beliau satu-satunya istri Nabi ﷺ yang dinikahi dalam keadaan perawan, dan beliau adalah wanita yang paling dicintai Nabi ﷺ.

Kedua: Peristiwa wafatnya Nabi ﷺ

Hadits ini menggambarkan momen terakhir kehidupan Nabi ﷺ. Beliau wafat di rumah 'Aisyah, di kamar beliau, pada hari Senin, 12 Rabiul Awwal tahun 11 Hijriah. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa Nabi ﷺ wafat di pangkuan 'Aisyah, dan beliau mendengar ucapan terakhir Nabi ﷺ yang berisi doa.

Ketiga: Permintaan wadah (thast)

Nabi ﷺ meminta diambilkan wadah (thast) — kemungkinan untuk digunakan berwudhu atau untuk mendinginkan tubuh beliau yang sedang demam. Ibn Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa pada hari-hari terakhir, Nabi ﷺ mengalami demam yang sangat tinggi, dan beliau meminta air untuk mendinginkan tubuh.

Keempat: Kaitan dengan masalah warisan

Hadits ini ditempatkan oleh Imam an-Nasa'i dalam Kitab Wasiat, bab "Apakah Nabi Muhammad ﷺ Mewariskan". Ini menunjukkan bahwa hadits ini digunakan sebagai dalil bahwa Nabi ﷺ tidak meninggalkan harta warisan yang dibagi kepada ahli warisnya. Para ulama seperti Imam an-Nawawi, Ibnu Hajar, dan Ibn Qayyim al-Jawziyyah menjelaskan bahwa para nabi tidak diwarisi harta dunia, dan apa yang mereka tinggalkan menjadi sedekah atau milik umum kaum muslimin.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ tidak meninggalkan dinar, dirham, atau harta benda yang diwariskan. Beliau meninggalkan ilmu, sunnah, dan petunjuk yang menjadi warisan bagi seluruh umat Islam.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama memahami hadits "Kami tidak diwarisi" secara khusus untuk para nabi, sementara sebagian lain memahami bahwa harta Nabi ﷺ memang tidak diwariskan karena beliau tidak memiliki harta yang tersisa. Namun pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa para nabi tidak diwarisi harta, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih dan disepakati oleh para ulama besar seperti Imam an-Nawawi, Ibnu Hajar, dan Ibn Qayyim.

Story Telling

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata:

"Rasulullah ﷺ wafat di rumahku, pada hari giliranku, dan beliau disandarkan di dadaku. Allah menggabungkan antara air liurku dan air liur beliau ketika beliau wafat."

'Aisyah juga berkata: "Aku melihat Nabi ﷺ dalam keadaan sakit yang sangat berat. Beliau meminta air untuk mendinginkan tubuhnya, lalu beliau mengusap wajahnya dengan air tersebut dan berdoa."

Dalam riwayat lain, 'Aisyah menceritakan bahwa sebelum wafat, Nabi ﷺ bersabda: "Wahai 'Aisyah, sesungguhnya aku merasa sakit yang sangat berat." Lalu beliau meminta diambilkan wadah berisi air untuk mendinginkan tubuhnya.

Hikmah: Kisah ini menunjukkan betapa besar cinta Nabi ﷺ kepada 'Aisyah dan betapa besar pengorbanan 'Aisyah dalam merawat Nabi ﷺ di saat-saat terakhir. Ini juga menunjukkan bahwa Nabi ﷺ adalah manusia biasa yang merasakan sakit, namun tetap sabar dan tawakkal kepada Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Mengimani keutamaan 'Aisyah radhiyallahu 'anha sebagai istri Nabi ﷺ yang paling dicintai dan yang mendampingi beliau hingga akhir hayat.
  2. Memahami bahwa Nabi ﷺ tidak meninggalkan harta warisan yang dibagi kepada ahli warisnya, sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih dan disepakati para ulama.
  3. Mengambil pelajaran dari kesabaran Nabi ﷺ dalam menghadapi sakit dan kematian, serta ketawakalan beliau kepada Allah.
  4. Meneladani 'Aisyah dalam kesetiaan, pengabdian, dan kecintaan kepada Nabi ﷺ.
  5. Mempelajari sirah Nabi ﷺ secara mendalam agar kita dapat meneladani akhlak dan perjuangan beliau.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?