Penjelasan Hadits Nasa'i No. 347 tentang Kadar air wudhu dan mandi Nabi

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ berwudhu dengan air sebanyak satu mudd (sekitar 0,5 liter) dan mandi wajib dengan satu sha' (sekitar 2 liter). Ini menunjukkan bahwa ibadah wudhu dan mandi tidak memerlukan air banyak, yang terpenting adalah meratakan air ke anggota tubuh. Para ulama sepakat bahwa ini adalah ukuran yang cukup dan tidak berlebihan, serta menjadi anjuran untuk tidak boros dalam menggunakan air.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Air, Bab Jumlah Air yang Cukup untuk Wudhu dan Ghusl, dari jalur Qatadah, dari Al-Hasan, dari ibunya, dari Aisyah radhiyallahu 'anha.

Teks hadits lengkap dengan harakat:

أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَاقَ، قَالَ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُوسَى، قَالَ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنِ الْحَسَنِ، عَنْ أُمِّهِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ

Terjemahan: "Diriwayatkan bahwa Aisyah berkata: 'Rasulullah ﷺ biasa berwudhu dengan satu mudd dan mandi dengan satu sha'.'"

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dalam kitab shahih mereka, namun dengan redaksi yang sedikit berbeda. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan sunnahnya menggunakan air secukupnya dan tidak berlebihan.

Dalil Al-Qur'an yang relevan tentang larangan berlebihan:

QS. Al-A'raf [7]: 31

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Terjemahan: "Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan."

Meskipun ayat ini berbicara tentang makan dan minum, para ulama seperti Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa larangan berlebihan juga mencakup penggunaan air dalam ibadah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits lain.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menjelaskan praktik Nabi ﷺ dalam bersuci. Satu mudd adalah ukuran volume yang setara dengan sekitar 0,5 liter (menurut sebagian ulama, sekitar 544 gram air), sedangkan satu sha' adalah empat mudd, sekitar 2 liter. Ini adalah ukuran yang sangat sedikit, namun cukup untuk berwudhu dan mandi wajib.

Para ulama yang tercantum dalam daftar rujukan membahas hadits ini secara mendalam:

  1. Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa air yang sedikit pun bisa cukup untuk wudhu dan mandi jika digunakan dengan benar. Beliau juga menyebutkan bahwa ini adalah bentuk iqtishad (sederhana) dan menjauhi israf (berlebihan).
  2. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyatakan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa tidak ada batasan minimal air untuk wudhu dan mandi, selama air tersebut merata ke anggota tubuh. Beliau juga menukil pendapat Imam asy-Syafi'i yang mengatakan bahwa menggunakan air lebih dari satu mudd untuk wudhu tidaklah makruh, tetapi yang lebih utama adalah mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
  3. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menegaskan bahwa Nabi ﷺ adalah teladan dalam segala hal, termasuk dalam penggunaan air. Beliau menyebutkan bahwa berlebihan dalam menggunakan air untuk bersuci adalah bentuk waswas dari setan, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain bahwa ada sahabat yang berlebihan dalam wudhu dan Nabi ﷺ melarangnya.
  4. Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan sunnah untuk tidak berlebihan dalam bersuci. Beliau juga menyebutkan bahwa menggunakan air lebih banyak dari yang dicontohkan Nabi ﷺ tidaklah haram, tetapi mengurangi keutamaan karena meninggalkan sunnah.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar:

  • Sebagian ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa menggunakan air lebih dari satu mudd untuk wudhu adalah makruh jika tanpa kebutuhan.
  • Imam asy-Syafi'i dan Imam Malik berpendapat bahwa itu tidak makruh, tetapi yang lebih utama adalah mengikuti sunnah.
  • Pendapat yang paling kuat adalah pendapat jumhur ulama yang mengatakan bahwa yang terpenting adalah air merata ke anggota tubuh, dan tidak ada batasan minimal atau maksimal yang mutlak, namun yang paling utama adalah mengikuti contoh Nabi ﷺ.

Story Telling

Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim bahwa suatu ketika Nabi ﷺ melihat seorang sahabat bernama Sa'd bin Abi Waqqash sedang berwudhu dengan air yang berlebihan. Nabi ﷺ kemudian bersabda: "Jangan berlebihan dalam menggunakan air." Sa'd bertanya: "Apakah ada berlebihan dalam air?" Nabi ﷺ menjawab: "Ya, meskipun engkau berada di sungai yang mengalir."

Kisah ini menunjukkan bahwa sikap berlebihan dalam bersuci, bahkan jika air melimpah, tetap tidak disukai. Para ulama seperti Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-Ulum wa al-Hikam menyebutkan bahwa ini adalah pelajaran tentang zuhud dan qana'ah (merasa cukup) dalam segala hal, termasuk dalam ibadah.

Kesimpulan Praktis

  1. Berwudhulah dengan air secukupnya, tidak perlu berlebihan. Satu mudd (sekitar 0,5 liter) sudah cukup jika digunakan dengan benar.
  2. Untuk mandi wajib, satu sha' (sekitar 2 liter) adalah ukuran yang dicontohkan Nabi ﷺ.
  3. Hindari israf (berlebihan) dalam menggunakan air, karena itu adalah sifat yang tidak disukai Allah.
  4. Ikutilah sunnah Nabi ﷺ dalam segala hal, termasuk dalam bersuci, karena itu adalah bentuk ketaatan dan kecintaan kepada beliau.
  5. Jika air terbatas, gunakan dengan bijak dan yakinlah bahwa Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?