Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah kabar gembira sekaligus bimbingan dari Nabi ﷺ tentang hakikat dunia dan kunci kebahagiaan di dalamnya. Beliau mengabarkan bahwa seluruh dunia ini hanyalah kesenangan yang sementara, dan sebaik-baik kesenangan yang bisa dinikmati di dunia adalah istri yang salehah. Ini menunjukkan betapa tingginya nilai seorang wanita salehah, dan menjadi dorongan bagi para lelaki untuk memilih istri yang baik agamanya, serta bagi para wanita untuk bersungguh-sungguh menjadi wanita yang salehah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Nikah, Bab Wanita yang Saleh, no. 3232, dari sahabat Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Ar-Radha', Bab Khairu Mata' Ad-Dunya Al-Mar'atush Shalihah, no. 1467, dari sahabat Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiyallahu 'anhu.
Teks Arab Hadits (potongan inti):
إِنَّ الدُّنْيَا كُلَّهَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
Terjemahan: "Sesungguhnya dunia ini seluruhnya adalah kesenangan sementara, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita yang saleh."
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
Allah ﷻ berfirman dalam QS. An-Nisa' [4]: 19:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
"Dan bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak."
Kaitan dengan Ulama:
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah dorongan untuk menikahi wanita yang salehah, karena dialah sebaik-baik kesenangan dunia. Beliau juga menukil bahwa makna "wanita salehah" di sini adalah yang beragama, berakhlak baik, dan taat kepada Allah serta suaminya dalam kebaikan.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
- Hakikat Dunia: Nabi ﷺ mengawali dengan kalimat "Sesungguhnya dunia ini seluruhnya adalah kesenangan sementara" untuk mengingatkan bahwa dunia bukanlah tujuan akhir. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya sering menjelaskan bahwa dunia adalah negeri ujian, bukan negeri balasan. Semua yang ada di dalamnya, baik harta, tahta, maupun keindahan, hanyalah perhiasan yang akan sirna.
- Kesenangan yang Paling Utama: Setelah menjelaskan hakikat dunia, Nabi ﷺ langsung menunjukkan "sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita yang salehah." Ini adalah puncak dari bimbingan beliau. Jika dunia adalah tempat mencari bekal, maka bekal terbaik dan kenikmatan paling agung yang bisa mendukung seorang hamba untuk taat kepada Allah adalah pasangan hidup yang salehah.
- Kriteria Wanita Salehah: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa wanita salehah adalah yang menjaga agama Allah dalam dirinya, menjaga shalatnya, menjaga puasanya, menjaga lisan dan pandangannya, serta taat kepada suaminya dalam hal yang ma'ruf (baik). Ia adalah penyejuk hati suami, pendidik anak-anaknya di atas ketaatan, dan penjaga harta serta kehormatan suaminya.
- Mengapa Wanita Salehah Menjadi Sebaik-baik Perhiasan? Karena dialah yang membantu suaminya untuk taat kepada Allah. Ketika suami lemah, ia menguatkan. Ketika suami lalai, ia mengingatkan. Ketika suami susah, ia menghibur. Dialah yang menjaga rumah tangga menjadi madrasah iman bagi anak-anaknya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Majmu' Al-Fatawa menyebutkan bahwa keberkahan rumah tangga sangat bergantung pada kebaikan istri, karena ia adalah tiang utama dalam rumah.
- Bukan Hanya untuk Lelaki: Meskipun hadits ini berbicara tentang wanita salehah sebagai perhiasan dunia, pesan ini juga berlaku bagi wanita. Seorang wanita yang salehah adalah ia yang berusaha menjadi perhiasan terbaik bagi suaminya dan keluarganya, bukan menjadi sumber masalah. Dan bagi para lelaki, hadits ini adalah kriteria utama dalam memilih pasangan, sebagaimana sabda Nabi ﷺ lainnya untuk memilih yang memiliki agama.
Story Telling
Dahulu, ada seorang ulama tabi'in yang sangat zuhud, yaitu Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah. Beliau pernah ditanya tentang siapakah wanita yang paling baik? Maka beliau menjawab dengan gambaran yang sangat dalam, "Wanita yang paling baik adalah yang jika suaminya pergi, ia menjaga agama Allah dalam dirinya dan harta suaminya. Dan jika suaminya hadir, ia tidak menyakiti suaminya dengan lisan dan perbuatannya."
Gambaran ini menunjukkan bahwa wanita salehah adalah investasi akhirat bagi suaminya. Ia adalah penjaga amanah, penyejuk hati, dan tidak menjadi beban. Kisah ini mengajarkan kita bahwa ukuran kebaikan seorang wanita bukanlah pada kecantikan atau harta semata, tetapi pada ketakwaan dan kemampuannya menjaga amanah dalam rumah tangga.
Kesimpulan Praktis
- Bagi para pemuda: Jadikanlah agama dan akhlak sebagai kriteria utama dalam memilih calon istri, bukan hanya harta atau kecantikan.
- Bagi para wanita: Bersungguh-sungguhlah untuk menjadi wanita salehah, karena itulah kemuliaan sejati yang akan menjadi perhiasan terbaik bagi suami dan keberkahan bagi anak-anak.
- Bagi para suami: Hargai dan sayangi istri yang salehah, karena ia adalah karunia terbesar dari Allah di dunia ini. Jangan sia-siakan kebaikannya.
- Bagi para orang tua: Ajarkan dan didiklah anak-anak perempuan kita untuk menjadi pribadi yang salehah, karena mereka adalah calon-calon perhiasan terbaik dunia.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.