Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan besar berinfak di jalan Allah. Setiap harta yang dikeluarkan dengan ikhlas untuk kepentingan jihad dan kebaikan di jalan Allah, akan dibalas oleh Allah dengan pahala yang dilipatgandakan hingga tujuh ratus kali lipat. Ini adalah kabar gembira yang sangat besar bagi kaum muslimin yang dermawan di jalan-Nya.
Rujukan Ulama & Dalil
1. Ayat Al-Qur'an yang Terkait:
QS. Al-Baqarah [2]: 261
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui."
2. Hadits Terkait:
Hadits yang Anda tanyakan diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Jihad, Bab Keutamaan Nafkah di Jalan Allah, nomor 3186, dari sahabat Khuraim bin Fatik radhiyallahu 'anhu.
3. Kaitan dengan Ulama:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Sufyan Ats-Tsauri (salah satu ulama besar tabi'ut tabi'in yang masuk dalam daftar rujukan kita) melalui jalur periwayatannya. Ini menunjukkan perhatian besar para ulama salaf dalam meriwayatkan dan menjaga hadits-hadits tentang keutamaan infak di jalan Allah.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa makna "nafkah di jalan Allah" dalam hadits ini mencakup:
- Infak untuk jihad fi sabilillah - seperti membeli perlengkapan perang, makanan, kendaraan, dan kebutuhan lain bagi para mujahid yang berperang di jalan Allah.
- Infak untuk kebaikan umum - seperti membangun masjid, sekolah, rumah sakit, dan berbagai fasilitas yang bermanfaat bagi kaum muslimin.
Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa keutamaan berinfak di jalan Allah sangat besar karena infak tersebut membantu tegaknya agama Allah dan membela kaum muslimin. Beliau juga menukil perkataan sebagian ulama salaf bahwa sedekah yang paling utama adalah yang diberikan untuk jihad fi sabilillah, karena manfaatnya sangat luas dan besar.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat Al-Baqarah 261 di atas menunjukkan betapa besar karunia Allah bagi hamba-Nya yang berinfak. Satu kebaikan dibalas dengan tujuh ratus kali lipat, bahkan bisa lebih dari itu sesuai kehendak Allah. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak pernah menyia-nyiakan amal hamba-Nya yang ikhlas.
Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini adalah kabar gembira bagi orang-orang yang berinfak di jalan Allah. Beliau menukil perkataan sebagian ulama bahwa lipat ganda ini berlaku bagi infak yang dilakukan dengan ikhlas dan untuk kepentingan yang benar.
Perlu diperhatikan bahwa pelipatgandaan pahala ini memiliki syarat, yaitu:
- Ikhlas karena Allah - bukan karena riya' atau ingin dipuji manusia.
- Harta yang halal - karena Allah tidak menerima sedekah dari harta yang haram.
- Tidak menyakiti penerima - tidak dengan pemberian yang diiringi celaan atau sakit hati.
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa keutamaan berinfak di jalan Allah sangat besar, dan pelipatgandaan pahala bisa mencapai tujuh ratus kali lipat bahkan lebih, sesuai dengan keikhlasan dan kebutuhan penerima.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa para sahabat sangat bersemangat dalam berinfak di jalan Allah. Salah satu kisah yang terkenal adalah ketika Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu mempersiapkan pasukan yang sulit (Jaisyul 'Usrah) pada perang Tabuk. Beliau membawa seribu dinar dan menaruhnya di pangkuan Rasulullah ﷺ. Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak akan membahayakan Utsman apa yang dia perbuat setelah hari ini" (HR. At-Tirmidzi).
Kisah ini menunjukkan semangat para sahabat dalam berinfak di jalan Allah. Mereka tidak ragu mengeluarkan harta terbaik mereka karena yakin akan janji Allah tentang pelipatgandaan pahala. Sahabat Khuraim bin Fatik yang meriwayatkan hadits ini juga termasuk sahabat yang memahami pentingnya infak di jalan Allah, sehingga beliau menyampaikan hadits ini kepada generasi setelahnya.
Kesimpulan Praktis
- Bersemangatlah berinfak di jalan Allah - baik untuk jihad, dakwah, pendidikan, maupun kebaikan umum lainnya, karena pahalanya dilipatgandakan hingga tujuh ratus kali lipat.
- Jaga keikhlasan - pastikan infak kita murni karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau dilihat orang lain.
- Gunakan harta yang halal - karena Allah hanya menerima yang baik-baik.
- Jangan menunda-nunda kebaikan - karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput.
- Mulai dari yang kecil - jika belum mampu berinfak besar, jangan remehkan infak kecil karena Allah Maha Melihat dan Maha Membalas.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.