Penjelasan Hadits Nasa'i No. 3184 tentang Keutamaan berinfak di jalan Allah dan panggilan surga

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar berinfak di jalan Allah, bahkan dengan dua pasang barang (seperti dua ekor kuda, dua lembar pakaian, atau dua barang apa pun yang sejenis). Orang yang melakukannya dengan ikhlas akan dipanggil oleh malaikat penjaga surga dari semua pintu surga untuk masuk. Ini adalah kabar gembira yang sangat agung, dan menunjukkan bahwa Allah ﷻ membalas setiap amal kebaikan hamba-Nya dengan balasan yang berlipat ganda.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Jihad, Bab Keutamaan Berinfak di Jalan Allah, no. 3184. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Berikut teks hadits dalam bahasa Arab beserta artinya:

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ، قَالَ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ، عَنِ الأَوْزَاعِيِّ، قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ أَنْبَأَنَا أَبُو سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ دَعَتْهُ خَزَنَةُ الْجَنَّةِ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَا فُلاَنُ هَلُمَّ فَادْخُلْ " . فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَاكَ الَّذِي لاَ تَوَى عَلَيْهِ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " إِنِّي لأَرْجُو أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ " .

Artinya: "Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Siapa yang menginfakkan dua pasang (barang) di jalan Allah, maka penjaga-penjaga surga akan memanggilnya dari pintu-pintu surga (seraya berkata): "Wahai Si Fulan, datanglah dan masuklah!" Abu Bakar berkata: "Wahai Rasulullah, orang seperti itu tidak akan binasa atau menderita." Rasulullah ﷺ bersabda: "Aku berharap kamu termasuk salah satu dari mereka."'"

Dalil Al-Qur'an yang terkait:

QS. Al-Baqarah [2]: 261

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui."

Kaitan dengan ulama dari daftar:

Imam Al-Awza'i (salah satu perawi dalam sanad hadits ini) adalah seorang ulama besar tabi'in yang sangat zuhud dan gemar berinfak. Beliau termasuk salah satu perawi yang meriwayatkan hadits ini dari gurunya, Yahya bin Abi Katsir. Ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat memperhatikan periwayatan hadits-hadits tentang keutamaan infak dan menyampaikannya kepada umat.

Penjelasan Rinci

Makna "زَوْجَيْنِ" (dua pasang):

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "zaujain" adalah dua barang yang berpasangan atau sejenis. Bisa berupa dua ekor kuda, dua ekor unta, dua lembar pakaian, dua dirham, atau dua barang apa pun yang sejenis. Yang penting adalah seseorang menginfakkan dua barang dari hartanya di jalan Allah dengan ikhlas.

Makna "فِي سَبِيلِ اللَّهِ" (di jalan Allah):

Para ulama menjelaskan bahwa "fi sabilillah" secara umum mencakup semua bentuk ketaatan dan amal yang mendekatkan diri kepada Allah, dan yang paling utama adalah berjihad di jalan Allah. Namun, maknanya lebih luas dari itu — mencakup infak untuk kaum fakir, pembangunan masjid, biaya dakwah, dan semua bentuk kebaikan yang dilakukan karena Allah.

Makna "دَعَتْهُ خَزَنَةُ الْجَنَّةِ" (penjaga surga memanggilnya):

Ini adalah kabar gembira yang sangat agung. Malaikat penjaga surga akan memanggil orang yang berinfak dengan dua pasang barang di jalan Allah dari semua pintu surga. Ini menunjukkan bahwa amal infak yang ikhlas akan menjadi sebab seseorang dipersilakan masuk surga dari pintu mana pun yang ia kehendaki.

Penjelasan Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani:

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa dalam riwayat lain disebutkan bahwa orang yang berinfak akan dipanggil dari pintu khusus sesuai dengan amalnya. Orang yang banyak shalat dipanggil dari pintu shalat, orang yang banyak berpuasa dipanggil dari pintu Ar-Rayyan, orang yang banyak bersedekah dipanggil dari pintu sedekah, dan orang yang banyak berjihad dipanggil dari pintu jihad. Namun, orang yang menginfakkan dua pasang di jalan Allah akan dipanggil dari semua pintu tersebut. Ini menunjukkan keutamaan yang sangat besar.

Komentar Abu Bakar Ash-Shiddiq:

Ketika mendengar hadits ini, Abu Bakar radhiyallahu 'anhu langsung berkata: "Orang seperti itu tidak akan binasa atau menderita." Maksudnya, orang yang diberi taufik untuk berinfak di jalan Allah dengan ikhlas tidak akan merugi, tidak akan celaka, dan tidak akan mengalami kebinasaan. Ini adalah ungkapan kekaguman dan keinginan yang kuat untuk meraih keutamaan tersebut.

Jawaban Nabi ﷺ kepada Abu Bakar:

Rasulullah ﷺ menjawab: "Aku berharap kamu termasuk salah satu dari mereka." Ini adalah kabar gembira yang sangat agung bagi Abu Bakar. Nabi ﷺ memberikan harapan yang sangat kuat bahwa Abu Bakar akan termasuk golongan yang dipanggil dari semua pintu surga. Dan memang benar, Abu Bakar adalah orang yang paling banyak berinfak di jalan Allah. Beliau pernah menginfakkan seluruh hartanya untuk perjuangan Islam, dan Nabi ﷺ bersabda tentangnya: "Tidak ada harta yang paling bermanfaat bagiku selain harta Abu Bakar."

Penjelasan Imam An-Nawawi:

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan berinfak dengan dua pasang barang di jalan Allah. Beliau juga menjelaskan bahwa panggilan dari semua pintu surga ini adalah kehormatan khusus bagi orang-orang yang berinfak dengan ikhlas, dan ini menunjukkan bahwa Allah membalas setiap amal kebaikan dengan balasan yang berlipat ganda.

Hikmah dari hadits ini:

  1. Keikhlasan adalah kunci utama — Infak yang diterima Allah adalah yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah, bukan karena riya atau ingin dipuji.
  2. Sedikit tapi rutin lebih baik — Menginfakkan dua barang saja, jika dilakukan dengan ikhlas, bisa menjadi sebab masuk surga. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak melihat jumlah, tetapi melihat keikhlasan dan kualitas amal.
  3. Jangan meremehkan amal kecil — Rasulullah ﷺ bersabda: "Janganlah kalian meremehkan kebaikan sekecil apa pun, meskipun hanya memberikan senyuman kepada saudaramu." Begitu pula dengan infak, jangan meremehkan jumlah yang sedikit.
  4. Semangat para sahabat dalam berinfak — Abu Bakar langsung merespons hadits ini dengan keinginan yang kuat untuk meraih keutamaan tersebut. Ini menunjukkan semangat para sahabat dalam berlomba-lomba melakukan kebaikan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu adalah orang yang paling dermawan di antara para sahabat. Ketika Rasulullah ﷺ meminta kaum muslimin berinfak untuk persiapan perang Tabuk, Umar bin Khattab berkata: "Hari ini aku akan mengalahkan Abu Bakar dalam berinfak." Maka Umar membawa setengah dari hartanya. Rasulullah ﷺ bertanya: "Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu, wahai Umar?" Umar menjawab: "Aku tinggalkan setengahnya lagi."

Kemudian Abu Bakar datang membawa seluruh hartanya. Rasulullah ﷺ bertanya: "Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu, wahai Abu Bakar?" Abu Bakar menjawab: "Aku tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya."

Maka Umar berkata: "Demi Allah, aku tidak akan pernah bisa mengalahkan Abu Bakar dalam kebaikan selama-lamanya." (HR. Abu Dawud, dan diriwayatkan juga oleh Imam At-Tirmidzi)

Kisah ini menunjukkan bahwa Abu Bakar benar-benar layak mendapatkan kabar gembira dari Nabi ﷺ bahwa beliau termasuk orang yang akan dipanggil dari semua pintu surga. Karena beliau tidak pernah menahan hartanya untuk berinfak di jalan Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Biasakan berinfak di jalan Allah, meskipun dengan jumlah yang kecil. Dua barang saja yang diinfakkan dengan ikhlas bisa menjadi sebab dipanggil dari semua pintu surga.
  2. Niatkan semua infak karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau dilihat orang lain. Keikhlasan adalah syarat diterimanya amal.
  3. Jangan meremehkan sedekah yang sedikit — Rasulullah ﷺ bersabda: "Jauhilah api neraka meskipun dengan setengah kurma." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
  4. Teladani semangat Abu Bakar yang langsung merespons kabar gembira ini dengan keinginan kuat untuk meraihnya. Kita pun harus memiliki semangat yang sama dalam berinfak.
  5. Perbanyak infak di jalan Allah dalam berbagai bentuknya — baik untuk jihad, dakwah, membantu fakir miskin, atau kebaikan lainnya. Semua itu termasuk "fi sabilillah" jika diniatkan karena Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?