Penjelasan Hadits Nasa'i No. 3183 tentang Pintu surga bagi ahli ibadah sesuai amalannya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar berinfak di jalan Allah. Barangsiapa menginfakkan sepasang hartanya di jalan Allah, maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga sesuai dengan amalannya. Bahkan, ada orang-orang tertentu yang dipanggil dari semua pintu surga sekaligus, dan Nabi ﷺ mengabarkan bahwa Abu Bakar ash-Shiddiq termasuk di antara mereka. Ini adalah kabar gembira sekaligus motivasi agar kita berlomba dalam kebaikan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Jihad, Bab Keutamaan Nafkah di Jalan Allah, nomor 3183, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim.

Berikut adalah potongan hadits yang dimaksud:

قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: مَنْ أَنْفَقَ زَوْجَيْنِ فِي سَبِيلِ اللهِ نُودِيَ فِي الْجَنَّةِ: يَا عَبْدَ اللهِ، هَذَا خَيْرٌ

Artinya: "Barangsiapa menginfakkan sepasang (barang) di jalan Allah, maka ia akan dipanggil di surga: 'Wahai hamba Allah, inilah kebaikan (keberuntungan).'"

Hadits ini juga memiliki penguat dalam Al-Qur'an, di mana Allah berfirman tentang balasan bagi orang-orang yang berinfak:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

(QS. Al-Baqarah [2]: 261)

Artinya: "Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui."

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa makna "زَوْجَيْنِ" (sepasang) dalam hadits ini adalah dua hal yang berpasangan, seperti dua ekor kuda, dua ekor unta, dua dirham, atau dua jenis barang lainnya. Ini menunjukkan bahwa infak yang paling utama adalah yang dilakukan secara berpasangan dan berkesinambungan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa pembagian pintu surga sesuai dengan amalan menunjukkan bahwa setiap amalan memiliki pintu masuk tersendiri. Ini adalah bentuk kemuliaan dari Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beramal saleh. Setiap orang akan dipanggil dari pintu yang sesuai dengan amalan terbaiknya.

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu, karena Nabi ﷺ secara khusus menyebutnya akan dipanggil dari semua pintu surga. Ini adalah salah satu dalil keutamaan Abu Bakar yang sangat agung.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa orang yang dipanggil dari semua pintu surga adalah mereka yang memiliki keunggulan dalam semua amalan kebaikan—shalat, puasa, sedekah, dan jihad. Mereka tidak hanya fokus pada satu amalan, tetapi berusaha untuk unggul dalam semua aspek ketaatan.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah menjadikan surga memiliki banyak pintu sebagai bentuk kemuliaan dan untuk menunjukkan beragamnya amalan yang bisa mengantarkan hamba kepada-Nya. Setiap pintu adalah undangan khusus bagi mereka yang tekun dalam amalan tertentu.

Pertanyaan Abu Bakar yang cerdas—"Apakah ada orang yang dipanggil dari semua pintu ini?"—menunjukkan semangatnya yang tinggi untuk meraih seluruh kebaikan. Beliau tidak puas hanya dengan satu pintu, tetapi ingin meraih semuanya. Ini adalah pelajaran bagi kita untuk tidak merasa cukup dengan satu amalan saja, tetapi berusaha untuk beragam dalam ketaatan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu adalah orang yang sangat dermawan di jalan Allah. Ketika terjadi peristiwa Tabuk, beliau membawa seluruh hartanya dan menyerahkannya kepada Rasulullah ﷺ. Ketika Rasulullah ﷺ bertanya, "Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?" Abu Bakar menjawab, "Aku tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya."

Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu berkata, "Aku tidak pernah mendahului Abu Bakar dalam kebaikan kecuali aku pasti kalah. Ketika aku membawa setengah hartaku, ia membawa seluruh hartanya." Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Wahai Abu Bakar, apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?" Ia menjawab, "Aku tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya." Umar berkata, "Demi Allah, aku tidak akan pernah bisa mendahuluinya dalam kebaikan selamanya."

Kisah ini menunjukkan bahwa kedermawanan Abu Bakar bukanlah hal yang tiba-tiba, tetapi merupakan karakter yang terus ia pupuk. Maka wajar jika Nabi ﷺ mengabarkan bahwa ia akan dipanggil dari semua pintu surga.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersemangatlah untuk berinfak, meskipun dengan barang yang berpasangan atau dua barang sekaligus, karena ini adalah amalan yang sangat dicintai Allah.
  2. Jangan hanya fokus pada satu amalan, tetapi berusahalah untuk beragam dalam ketaatan: shalat, puasa, sedekah, dan jihad (termasuk menuntut ilmu dan berdakwah).
  3. Jadikan Abu Bakar sebagai teladan dalam kedermawanan dan semangat meraih seluruh kebaikan.
  4. Pertanyakan kualitas amal kita: Apakah amalan kita sudah cukup untuk mengantarkan kita ke pintu-pintu surga?

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?