Penjelasan Hadits Nasa'i No. 3175 tentang Hadits tentang dua kelompok umat yang diselamatkan dari neraka

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengabarkan tentang dua kelompok dari umat Nabi Muhammad ﷺ yang akan Allah selamatkan dari api neraka: pertama, kelompok yang berjihad menaklukkan India; kedua, kelompok yang akan bersama Nabi Isa 'alaihis salam ketika beliau turun di akhir zaman. Ini adalah kabar gembira tentang keutamaan jihad di jalan Allah dan keutamaan bersama Nabi Isa kelak. Namun perlu dipahami, hadits ini memiliki sanad yang perlu diteliti keshahihannya, dan para ulama berbeda pendapat dalam menilainya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat An-Nasa'i:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan):

عِصَابَتَانِ مِنْ أُمَّتِي أَحْرَزَهُمَا اللَّهُ مِنَ النَّارِ عِصَابَةٌ تَغْزُو الْهِنْدَ وَعِصَابَةٌ تَكُونُ مَعَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِمَا السَّلاَمُ

Artinya: "Ada dua kelompok dari umatku yang Allah akan selamatkan dari api neraka: Kelompok yang menyerang India, dan kelompok yang akan bersama 'Isa bin Maryam, semoga keselamatan tercurah kepada mereka."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 22445) dan Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 3175).

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Maidah [5]: 54

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin, dan bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela."

Ayat ini menunjukkan keutamaan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dan tidak takut celaan, sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang kelompok yang berjihad ke India.

Penjelasan Rinci

1. Status Sanad Hadits

Para ulama berbeda pendapat dalam menilai hadits ini:

Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah (no. 657) menilai hadits ini shahih dengan jalur penguat dari hadits Mu'awiyah bin Qurrah dari Ma'qil bin Yasar. Beliau menyebutkan bahwa sanad An-Nasa'i ini memiliki kelemahan pada perawi Baqiyyah bin al-Walid yang dikenal sebagai mudallis (suka menyembunyikan cacat perawi), namun hadits ini memiliki jalur lain yang menguatkan.

Sementara itu, sebagian ulama lain menilai hadits ini dha'if (lemah) karena dalam sanadnya terdapat Baqiyyah bin al-Walid yang sering meriwayatkan dari perawi-perawi yang tidak dikenal, dan juga terdapat Abu Bakr az-Zubaidi yang statusnya diperselisihkan.

Namun, Syaikh al-Albani menyimpulkan bahwa hadits ini shahih karena memiliki syawahid (penguat) dari beberapa jalur lain.

2. Makna Kandungan Hadits

Pertama: Kelompok yang berjihad ke India

Para ulama menjelaskan bahwa kabar ini adalah pujian bagi orang-orang yang berjihad di jalan Allah, di mana pun lokasinya, termasuk India. Ini menunjukkan bahwa jihad di jalan Allah adalah amalan yang mulia dan menjadi sebab selamat dari api neraka.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa jihad di jalan Allah adalah puncak amal dalam Islam, dan Allah menjanjikan bagi para mujahid kedudukan yang tinggi di surga serta keselamatan dari siksa neraka.

Kedua: Kelompok yang bersama Nabi Isa 'alaihis salam

Ini merujuk pada keutamaan orang-orang yang beriman dan berjihad bersama Nabi Isa ketika beliau turun di akhir zaman. Mereka adalah orang-orang yang teguh di atas kebenaran di tengah fitnah Dajjal dan peperangan besar di akhir zaman.

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa ketika Nabi Isa turun, beliau akan memimpin umat Islam, menghancurkan salib, membunuh babi, dan menegakkan keadilan Islam. Orang-orang yang bersama beliau adalah golongan yang selamat.

3. Pelajaran dari Hadits

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin sering mengingatkan bahwa kabar gembira tentang jihad dan keutamaan amal harus dipahami dengan benar, tidak boleh disalahgunakan untuk tindakan ekstrem atau melampaui batas. Jihad yang benar adalah jihad yang sesuai syariat, di bawah kepemimpinan yang sah, dan dengan niat yang ikhlas.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika sahabat Nabi ﷺ mendengar kabar tentang keutamaan jihad, mereka berlomba-lomba untuk meraihnya. Salah satu kisah yang masyhur adalah tentang Tsalabah al-Khasyani yang bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang jihad, dan beliau menjawab: "Beruntunglah orang yang berjihad di jalan Allah."

Namun yang lebih relevan, kisah tentang Thawban – perawi hadits ini – yang merupakan mantan budak Rasulullah ﷺ yang sangat dicintai Nabi. Beliau selalu dekat dengan Nabi ﷺ dan meriwayatkan banyak hadits tentang akhir zaman dan kabar gembira bagi umat ini. Ini menunjukkan bahwa para sahabat yang dekat dengan Nabi ﷺ sangat memperhatikan kabar-kabar gembira yang bisa menguatkan iman umat.

Kesimpulan Praktis

  1. Hadits ini – menurut penilaian Syaikh al-Albani – shahih, dan mengandung kabar gembira tentang dua kelompok umat ini yang selamat dari neraka.
  2. Jihad di jalan Allah adalah amalan yang sangat mulia, namun harus dilakukan sesuai syariat dan di bawah bimbingan ulama serta pemimpin yang sah.
  3. Keimanan kepada turunnya Nabi Isa di akhir zaman adalah bagian dari aqidah Ahlus Sunnah, dan kita dianjurkan untuk mempersiapkan diri dengan keimanan yang kuat.
  4. Jangan menjadikan hadits ini sebagai pembenaran untuk tindakan ekstrem atau terorisme. Jihad yang benar adalah jihad defensif dan sesuai aturan syariat.
  5. Perbanyak amal shalih dan keikhlasan, karena keselamatan dari neraka adalah tujuan setiap mukmin.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?