Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan tentang keutamaan jihad di laut. Rasulullah ﷺ melihat dalam mimpinya sekelompok umatnya berperang di jalan Allah di atas lautan, kedudukan mereka seperti raja-raja di atas singgasana. Ummu Haram binti Milhan radhiyallahu 'anha meminta didoakan agar termasuk di antara mereka, dan beliau ﷺ mendoakannya. Beliau ﷺ kemudian bersabda bahwa ia termasuk golongan yang pertama. Benarlah, Ummu Haram ikut serta dalam pasukan perang di laut pada masa Mu'awiyah dan wafat syahid setelah terjatuh dari tunggangannya. Hadits ini menunjukkan keutamaan besar jihad di laut dan bahwa mimpi para nabi adalah benar.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Jihad, Bab Keutamaan Jihad di Laut (no. 3171). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 2788, 2799, 2877) dan Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 1912) dari jalur yang serupa.
Dalil Al-Qur'an yang terkait dengan keutamaan jihad dan mati syahid:
Allah Ta'ala berfirman:
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
"Dan janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki."
(QS. Ali 'Imran [3]: 169)
Penjelasan ulama tentang hadits ini:
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan jihad di laut dan bahwa mimpi para nabi adalah wahyu, sehingga apa yang dilihat Rasulullah ﷺ dalam tidurnya adalah benar dan pasti terjadi. Beliau juga menjelaskan bahwa Ummu Haram radhiyallahu 'anha termasuk orang yang diberi kabar gembira dengan syahadah (mati syahid) oleh Nabi ﷺ.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:
1. Keutamaan Jihad di Laut
Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam bab tentang keutamaan berperang di laut. Para ulama menjelaskan bahwa jihad di laut memiliki keutamaan yang besar karena kesulitannya yang lebih berat dibandingkan jihad di darat. Perjalanan di laut penuh dengan ketidakpastian, bahaya, dan ujian yang lebih besar. Oleh karena itu, Allah memberikan kedudukan yang tinggi bagi para pejuang di laut, digambarkan seperti raja-raja di atas singgasana.
2. Mimpi Para Nabi adalah Benar
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa mimpi para nabi adalah wahyu dan kebenaran. Apa yang dilihat oleh Rasulullah ﷺ dalam tidurnya tentang sekelompok umatnya yang berjihad di laut adalah kabar ghaib yang Allah perlihatkan kepadanya. Ini menunjukkan bahwa Allah memberitahukan kepada Nabi-Nya tentang kejadian yang akan terjadi di masa depan.
3. Doa Rasulullah ﷺ untuk Ummu Haram
Ummu Haram binti Milhan adalah bibi Rasulullah ﷺ dari sisi persusuan (saudara perempuan dari ibu beliau yang menyusui). Ketika beliau mendengar kabar gembira tentang orang-orang yang berjihad di laut, ia segera meminta didoakan agar termasuk di dalamnya. Ini menunjukkan semangat seorang wanita shalihah yang sangat menginginkan kebaikan dan kemuliaan syahadah.
Rasulullah ﷺ mendoakannya, dan pada kali kedua beliau bermimpi hal yang sama, Ummu Haram kembali meminta didoakan. Namun Rasulullah ﷺ bersabda: "Engkau termasuk golongan yang pertama." Artinya, ia telah ditetapkan termasuk dalam rombongan pertama yang berjihad di laut.
4. Terwujudnya Kabar Gembira
Benarlah kabar dari Rasulullah ﷺ. Ummu Haram ikut serta dalam ekspedisi laut pada masa pemerintahan Mu'awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu 'anhu. Ia terjatuh dari tunggangannya saat keluar dari kapal dan wafat. Para ulama menyebutkan bahwa ia wafat dalam keadaan syahid karena terjatuh dari kendaraan termasuk salah satu bentuk syahadah (mati syahid), sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits tentang macam-macam syahid.
5. Kisah Ubadah bin Ash-Shamit dan Keluarganya
Suami Ummu Haram adalah Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu 'anhu, salah seorang sahabat yang ikut dalam Bai'atul 'Aqabah dan termasuk ahli Badar. Ini menunjukkan bahwa keluarga ini adalah keluarga yang mulia dan dicintai oleh Rasulullah ﷺ, sehingga beliau sering mengunjungi mereka.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa setelah peristiwa ini, Ummu Haram radhiyallahu 'anha benar-benar ikut dalam pasukan yang berlayar di laut pada masa kekhalifahan Mu'awiyah. Pasukan tersebut dipimpin oleh putra Ummu Haram sendiri, yaitu Muhammad bin Tsabit bin Qais bin Syammas, atau ada riwayat yang menyebutkan ia ikut bersama suaminya.
Ketika kapal berlabuh dan pasukan keluar dari kapal, Ummu Haram yang saat itu menunggang hewan tunggangan terjatuh dan meninggal dunia. Ia wafat di pulau Siprus dan dimakamkan di sana. Makamnya dikenal dan diziarahi oleh kaum muslimin.
Ini adalah bukti nyata kebenaran mimpi Rasulullah ﷺ dan doa beliau untuk Ummu Haram. Ia termasuk orang-orang yang disebutkan dalam mimpi tersebut sebagai pejuang di jalan Allah di atas lautan, dan Allah memuliakannya dengan syahadah.
Kesimpulan Praktis
- Jihad di laut memiliki keutamaan yang besar dalam Islam, dan umat Islam hendaknya tidak takut untuk berjuang di jalan Allah di mana pun, termasuk di lautan.
- Mimpi para nabi adalah benar dan merupakan wahyu, sehingga kita wajib mengimani kabar-kabar ghaib yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ.
- Semangat para sahabat dalam mencari kebaikan — Ummu Haram yang seorang wanita tetap memiliki semangat tinggi untuk berjihad dan meraih syahadah. Ini menunjukkan bahwa kebaikan dan keutamaan tidak terbatas pada laki-laki saja.
- Doa Nabi ﷺ adalah mustajab, dan Allah mengabulkan doa beliau untuk Ummu Haram. Ini menunjukkan kedudukan mulia Nabi ﷺ di sisi Allah.
- Kita harus selalu berharap dan berdoa untuk mendapatkan kemuliaan syahadah, meskipun kita tidak tahu kapan dan di mana kita akan meninggal. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kesungguhan niat kita.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.