Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 3170 tentang Keutamaan berjaga di jalan Allah sehari

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar berjihad di jalan Allah, bahkan satu hari saja berjihad (berperang atau menjaga perbatasan) lebih baik daripada seribu hari yang dihabiskan untuk hal-hal selain itu. Ini adalah dorongan yang sangat kuat dari Nabi ﷺ kepada umatnya agar tidak kikir dengan jiwa dan harta dalam membela agama Allah. Keutamaan ini mencakup pahala yang berlipat ganda dan kedudukan yang tinggi di sisi Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam An-Nasa'i:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Jihad, Bab Keutamaan Berjaga-jaga, nomor 3170. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya, Kitab Keutamaan Jihad, Bab Keutamaan Hari di Jalan Allah, nomor 1650, dan beliau menghasankannya. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, Kitab Jihad, Bab Keutamaan Jihad, nomor 2777.

Teks Hadits (dengan harakat lengkap):

عَنْ أَبِي صَالِحٍ، مَوْلَى عُثْمَانَ قَالَ: قَالَ عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: "يَوْمٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ يَوْمٍ فِيمَا سِوَاهُ".

Terjemahan: Dari Abu Shalih, mantan budak 'Utsman, ia berkata: 'Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu berkata: "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Satu hari di jalan Allah lebih baik daripada seribu hari dalam hal lainnya.'"

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ * تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

(QS. Ash-Shaff [61]: 10-11)

Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."

Kaitan dengan Ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (6/6) menjelaskan bahwa makna "satu hari di jalan Allah" adalah berjihad atau menjaga perbatasan (ribath) untuk membela kaum muslimin. Beliau juga menukil perkataan Imam Al-Bukhari yang menyebutkan bab tentang keutamaan ribath.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan "di jalan Allah" dalam hadits ini adalah berjihad fi sabilillah, yaitu berperang untuk meninggikan kalimat Allah, atau menjaga perbatasan kaum muslimin dari serangan musuh (ribath). Ini adalah amalan yang sangat agung dalam Islam.

Penjelasan dari Para Ulama:

  1. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (13/23) menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah pahala satu hari berjihad di jalan Allah melebihi pahala seribu hari beribadah yang lain yang bukan jihad. Ini menunjukkan keutamaan jihad yang sangat besar, karena jihad melibatkan pengorbanan jiwa, harta, dan waktu, serta mengandung masyaqqah (kesulitan) yang besar.
  2. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (6/6) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan ribath (menjaga perbatasan). Beliau menukil perkataan para ulama bahwa ribath termasuk bagian dari jihad, dan pahalanya sangat besar karena melibatkan kesiapan fisik dan mental untuk menghadapi musuh setiap saat.
  3. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin (2/312) menjelaskan bahwa keutamaan ini khusus bagi mereka yang berjihad dengan niat yang ikhlas karena Allah, bukan karena ingin mencari harta rampasan atau ketenaran. Beliau menekankan bahwa niat adalah syarat utama diterimanya amal jihad.
  4. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir-nya (hlm. 876) ketika menafsirkan QS. Ash-Shaff ayat 10-11 menjelaskan bahwa Allah menyebut jihad sebagai "perdagangan yang menguntungkan" karena dengan jihad, seorang hamba menukar sesuatu yang fana (jiwa dan harta) dengan sesuatu yang kekal (surga dan keridhaan Allah).

Perbedaan Pendapat di Kalangan Ulama:

Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang apakah keutamaan ini mencakup semua bentuk jihad atau hanya jihad ofensif (memulai penyerangan). Namun, mayoritas ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan para pengikutnya berpendapat bahwa keutamaan ini mencakup semua bentuk jihad, baik ofensif maupun defensif, termasuk ribath (menjaga perbatasan). Pendapat ini lebih kuat karena hadits ini diriwayatkan dalam bab "Keutamaan Berjaga-jaga" oleh Imam An-Nasa'i, yang menunjukkan bahwa menjaga perbatasan termasuk dalam cakupan hadits ini.

Hikmah di Balik Keutamaan Ini:

  1. Jihad adalah puncak pengorbanan seorang hamba kepada Allah, karena ia mengorbankan hal yang paling dicintai, yaitu jiwa dan harta.
  2. Jihad melindungi kaum muslimin dari kehancuran dan kezaliman musuh.
  3. Jihad menumbuhkan keberanian, keikhlasan, dan ketawadhu'an dalam diri seorang mukmin.
  4. Jihad adalah bukti kecintaan yang tulus kepada Allah dan Rasul-Nya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Abdullah bin al-Mubarak — seorang ulama besar dari kalangan Tabi'ut Tabi'in yang sangat zuhud dan pemberani — seringkali membagi waktunya antara berjihad, menuntut ilmu, dan beribadah. Beliau pernah ditanya, "Wahai Abu Abdurrahman, berapa lama engkau berjihad?" Beliau menjawab, "Sejak aku baligh, aku tidak pernah meninggalkan jihad. Aku berjihad di musim panas dan musim dingin, di waktu malam dan siang." Kemudian beliau berkata, "Sungguh, aku lebih suka berjihad satu hari di jalan Allah daripada beribadah di rumah selama seribu hari, karena aku mendengar sabda Nabi ﷺ: 'Satu hari di jalan Allah lebih baik daripada seribu hari dalam hal lainnya.'" (Diriwayatkan secara ma'na oleh para ulama dalam biografi beliau).

Kisah ini menunjukkan bagaimana para ulama salaf memahami hadits ini bukan sekadar teori, tetapi mereka mengamalkannya dengan sungguh-sungguh. Mereka rela meninggalkan kenyamanan ibadah di rumah demi berjihad di jalan Allah, karena mereka yakin akan keutamaan yang besar di sisi Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Niatkan jihad dalam setiap bentuknya — baik berperang, menjaga perbatasan, atau membantu kaum muslimin yang tertindas sesuai kemampuan dan kondisi zaman.
  2. Jangan meremehkan amalan kecil di jalan Allah — karena satu hari saja berjihad bisa mengalahkan seribu hari ibadah lainnya.
  3. Perbaiki niat — pastikan jihad atau amalan apa pun yang kita lakukan semata-mata karena Allah, bukan karena riya' atau mencari pujian.
  4. Dukung para mujahid dan tentara muslim — dengan doa, harta, dan semangat, karena mereka sedang menjalankan amalan yang sangat dicintai Allah.
  5. Jadikan hadits ini sebagai motivasi — untuk tidak malas dalam beramal, karena pahala di sisi Allah sangatlah besar dan berlipat ganda.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi