Penjelasan Hadits Nasa'i No. 3089 tentang Keutamaan diutus dengan jawamiul kalim dan kemenangan

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tiga keistimewaan besar yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ: (1) kemampuan berbicara singkat namun padat makna (jawami' al-kalim), (2) pertolongan berupa rasa takut yang menghinggapi musuh, dan (3) kabar bahwa kunci-kunci kekayaan bumi akan dikuasai umatnya. Abu Hurairah kemudian mengingatkan bahwa setelah Nabi ﷺ wafat, umat Islam justru sibuk mengumpulkan harta dunia tersebut.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab Jihad, Bab Wajibnya Jihad, dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه. Hadits ini juga terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim dengan lafaz yang serupa, sehingga derajatnya shahih.

Adapun ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan tema "dibantu dengan rasa takut" dan "kunci-kunci bumi", di antaranya:

QS. Al-Hasyr [59]: 2

> هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِن دِيَارِهِمْ لِأَوَّلِ الْحَشْرِ ۚ مَا ظَنَنتُمْ أَن يَخْرُجُوا ۖ وَظَنُّوا أَنَّهُم مَّانِعَتُهُمْ حُصُونُهُم مِّنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا ۖ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ ۚ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُم بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ

Terjemahan: "Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir dari Ahli Kitab dari kampung halaman mereka pada pengusiran pertama. Kamu tidak menyangka bahwa mereka akan keluar, dan mereka menyangka bahwa benteng-benteng mereka akan dapat melindungi mereka dari (azab) Allah. Maka (azab) Allah datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka, dan Allah menanamkan rasa takut di dalam hati mereka..."

QS. Al-A'raf [7]: 158 (tentang kerasulan Nabi ﷺ yang universal)

> قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Terjemahan: "Katakanlah (Muhammad), 'Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya), dan ikutilah dia agar kamu mendapat petunjuk.'"

Kaitan dengan ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa "jawami' al-kalim" berarti ucapan yang sedikit namun mencakup makna yang sangat luas.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa "nushirtu bir-ru'bi" (dibantu dengan rasa takut) adalah kekhususan Nabi ﷺ yang tidak diberikan kepada nabi sebelumnya.
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kunci-kunci bumi bermakna terbukanya negeri-negeri dan kekayaan bagi umat Islam setelah Nabi ﷺ wafat.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung tiga poin utama yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

1. "Bu'itstu bi jawami' al-kalim" (Aku diutus dengan kalimat-kalimat yang ringkas)

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa maknanya adalah Nabi ﷺ diberi kemampuan menyampaikan makna-makna besar dan luas dengan lafaz yang singkat dan padat. Ini adalah keistimewaan yang membedakannya dari nabi-nabi sebelumnya, yang biasanya berbicara panjang lebar. Contohnya adalah ayat-ayat pendek dalam Al-Qur'an yang mengandung hukum, akidah, dan akhlak sekaligus.

Imam An-Nawawi menambahkan bahwa ini juga mencakup hadits-hadits Nabi ﷺ yang singkat namun menjadi dasar banyak hukum syariat.

2. "Nushirtu bir-ru'bi" (Aku dibantu dengan rasa takut)

Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menjelaskan bahwa Allah menanamkan rasa takut yang sangat besar di hati musuh-musuh Nabi ﷺ, sehingga mereka gentar sebelum terjadinya pertempuran. Ini adalah bentuk pertolongan Allah yang nyata, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Hasyr [59]: 2 di atas.

Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa rasa takut ini adalah salah satu sebab kemenangan umat Islam dalam banyak peperangan, meskipun jumlah mereka sedikit dan persiapan mereka terbatas.

3. "Mafatih khaza'in al-ardh" (Kunci-kunci harta bumi)

Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan-Nihayah menjelaskan bahwa ini adalah kabar gembira bahwa umat Nabi ﷺ akan membuka negeri-negeri besar seperti Persia, Romawi, dan lainnya, serta menguasai kekayaan mereka. Ini terjadi persis sebagaimana yang dikabarkan Nabi ﷺ.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif mengingatkan bahwa harta tersebut adalah ujian, bukan tujuan. Umat Islam harus menggunakannya untuk menegakkan agama, bukan untuk bermegah-megahan.

Perkataan Abu Hurairah: "Faqad dzahaba Rasulullah ﷺ wa antum tantatsilunaha"

Ibnu Hajar menjelaskan bahwa Abu Hurairah رضي الله عنه mengucapkan ini sebagai peringatan kepada kaum Muslimin agar tidak lalai dari tujuan utama, yaitu menyebarkan agama, karena sibuk mengumpulkan harta. Ini bukan larangan bekerja dan mencari rezeki, tetapi peringatan agar dunia tidak melalaikan dari akhirat.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar:

Tidak ada perbedaan pendapat yang signifikan di antara ulama yang tercantum mengenai makna hadits ini. Mereka sepakat bahwa ketiga hal tersebut adalah keistimewaan Nabi ﷺ, dan bahwa harta bumi adalah ujian bagi umatnya.

Story Telling

Imam Adz-Dzahabi dalam Siyar A'lam an-Nubala' menceritakan bahwa ketika Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan hadits ini, beliau hidup di masa ketika penaklukan-penaklukan besar sedang berlangsung. Harta dari Persia, Romawi, dan Mesir mengalir ke Madinah. Banyak sahabat yang menjadi kaya raya.

Namun, Abu Hurairah sendiri tetap hidup sederhana. Beliau mengingatkan kaum Muslimin dengan hadits ini agar tidak terlena. Beliau berkata, "Rasulullah ﷺ telah pergi, dan kalian sekarang sibuk mengumpulkan kunci-kunci itu." Ini adalah nasihat yang penuh hikmah: bahwa harta adalah amanah, dan yang terpenting adalah bagaimana kita menggunakannya untuk ketaatan.

Ibnu Rajab menyebutkan bahwa Umar bin Khattab رضي الله عنه pernah menangis ketika melihat harta rampasan perang yang banyak, dan berkata, "Aku khawatir harta ini menjadi fitnah bagi umat setelahku." Ini sejalan dengan peringatan Abu Hurairah dalam hadits ini.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersyukur atas keistimewaan Nabi ﷺ: Kita harus memahami bahwa Islam datang dengan bukti-bukti kebenaran yang nyata, termasuk mukjizat Nabi ﷺ yang disebutkan dalam hadits ini.
  2. Gunakan waktu dan ucapan dengan efektif: Seperti Nabi ﷺ yang berbicara singkat namun padat, kita juga harus berusaha berbicara yang bermanfaat dan tidak bertele-tele.
  3. Jangan takut kepada musuh: Allah menjanjikan pertolongan-Nya bagi orang yang beriman dan bertakwa. Rasa takut yang ditanamkan di hati musuh adalah bukti janji Allah.
  4. Harta adalah ujian: Kekayaan yang kita miliki adalah amanah. Jangan sampai kita sibuk mengumpulkannya hingga melupakan tujuan utama hidup, yaitu beribadah kepada Allah dan menyebarkan agama-Nya.
  5. Teladani kesederhanaan salaf: Para sahabat seperti Abu Hurairah رضي الله عنه mengingatkan kita untuk tidak terlena oleh dunia, meskipun dunia ada di tangan kita.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?