Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ terus membaca talbiyah (memenuhi panggilan haji dengan lafal "Labbaik Allahumma labbaik...") hingga beliau melempar Jumrah Aqabah pada hari Nahr (10 Dzulhijjah). Ini menunjukkan bahwa talbiyah tidak berhenti saat wukuf di Arafah atau saat melontar jumrah lainnya, melainkan berakhir setelah melempar Jumrah Aqabah. Pendapat ini dipegang oleh mayoritas ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang terkait:
QS. Al-Hajj [22]: 27
وَأَذِّن فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ
Terjemahan: "Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh."
Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah haji dimulai dengan panggilan (talbiyah) dan diakhiri dengan penyempurnaan manasik.
Hadits terkait:
Hadits riwayat Al-Fadl bin 'Abbas radhiyallahu 'anhuma ini diriwayatkan oleh:
- Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 1280)
- Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 3082)
- Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 1815)
- Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya (no. 916)
Penjelasan ulama:
Imam An-Nawawi rahimahullah (dalam Syarh Shahih Muslim, 8/184) menjelaskan: "Hadits ini menunjukkan bahwa talbiyah berakhir ketika seseorang melempar Jumrah Aqabah. Ini adalah pendapat mayoritas ulama, di antaranya: Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi'i, dan Ahmad."
Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah (dalam Fathul Bari, 3/398) menambahkan: "Para sahabat seperti Ibnu Abbas, Ibnu Umar, dan Jabir radhiyallahu 'anhum juga mengamalkan hal ini. Mereka tidak berhenti bertalbiyah hingga melempar Jumrah Aqabah."
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Fadl bin 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, saudara kandung Ibnu Abbas, yang saat itu membonceng di belakang Nabi ﷺ. Beliau menyaksikan langsung bahwa Nabi ﷺ terus mengucapkan talbiyah sejak memulai ihram hingga tiba di Mina pada hari Nahr (10 Dzulhijjah) dan melempar Jumrah Aqabah.
Makna talbiyah:
Talbiyah adalah ucapan: "Labbaik Allahumma labbaik, labbaik la syarika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, la syarika lak" (Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu).
Pendapat ulama tentang waktu berhentinya talbiyah:
- Mayoritas ulama (Hanafiyah, Malikiyah, Syafi'iyah, Hanabilah): Talbiyah berhenti saat melempar Jumrah Aqabah. Ini berdasarkan hadits di atas dan amalan para sahabat.
- Sebagian ulama (seperti Atha' bin Abi Rabah): Talbiyah berhenti saat wukuf di Arafah. Namun pendapat ini lemah karena bertentangan dengan hadits shahih.
- Pendapat lain: Talbiyah berhenti saat mulai thawaf ifadhah. Ini juga tidak kuat.
Imam At-Tirmidzi rahimahullah (dalam Sunan-nya, 3/221) berkata: "Hadits ini hasan shahih. Sebagian ulama mengamalkannya, dan ini adalah pendapat Asy-Syafi'i, Ahmad, dan Ishaq."
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah (dalam Syarh Al-Mumti', 7/238) menjelaskan: "Talbiyah adalah syiar haji yang agung. Ia dimulai sejak ihram dan berakhir ketika melempar Jumrah Aqabah. Setelah itu, jamaah haji mulai bertakbir (Allahu Akbar) bersama dengan lemparan jumrah."
Story Telling
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma bahwa Nabi ﷺ bersabda kepada Al-Fadl bin 'Abbas ketika di Arafah: "Wahai Fadl, janganlah engkau berhenti bertalbiyah, karena talbiyah adalah syiar haji." (HR. Ahmad, no. 1879, sanadnya hasan)
Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga talbiyah hingga akhir manasik. Al-Fadl yang saat itu masih muda dan baru pertama kali haji, diajarkan oleh Nabi ﷺ untuk terus mengumandangkan talbiyah sebagai bentuk pengagungan kepada Allah dan pengakuan akan keesaan-Nya.
Kesimpulan Praktis
- Talbiyah dimulai sejak ihram dan berakhir ketika melempar Jumrah Aqabah pada hari Nahr (10 Dzulhijjah).
- Jamaah haji dianjurkan untuk terus mengucapkan talbiyah dengan suara yang jelas, terutama saat naik turun kendaraan, bertemu rombongan, dan di tempat-tempat yang tinggi.
- Setelah melempar Jumrah Aqabah, talbiyah diganti dengan takbir (Allahu Akbar) saat melempar jumrah-jumrah berikutnya.
- Perbanyaklah talbiyah karena ia adalah syiar haji yang agung dan bentuk penghambaan kepada Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.