Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ berdoa di Arafah dengan mengangkat kedua tangan, dan ketika tali kekang untanya jatuh, beliau mengambilnya dengan satu tangan sambil tetap mengangkat tangan yang lain. Ini menjadi dalil bahwa mengangkat tangan saat berdoa di Arafah adalah sunnah, dan bahwa gerakan kecil yang diperlukan (seperti memegang kekang) tidak membatalkan kekhusyukan doa.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab Manasik Haji, Bab Mengangkat Tangan dalam Doa di Arafah (no. 3011), dari sahabat Usamah bin Zaid رضي الله عنه, melalui jalur Atha' bin Abi Rabah (seorang Tabi'in yang termasuk dalam daftar rujukan).
Teks hadits sebagaimana disebutkan:
«كُنْتُ رَدِيفَ النَّبِيِّ ﷺ بِعَرَفَاتٍ فَرَفَعَ يَدَيْهِ يَدْعُو فَمَالَتْ بِهِ نَاقَتُهُ فَسَقَطَ خِطَامُهَا فَتَنَاوَلَ الْخِطَامَ بِإِحْدَى يَدَيْهِ وَهُوَ رَافِعٌ يَدَهُ الْأُخْرَى»
Terjemahan: "Saya adalah penunggang bersama Nabi ﷺ di Arafah. Beliau mengangkat tangannya dalam doa, lalu unta betinanya condong sehingga tali kekangnya jatuh. Beliau mengambil tali kekang itu dengan salah satu tangannya sambil tetap mengangkat tangan yang lain."
Dalil Al-Qur'an tentang doa dan mengangkat tangan secara umum, di antaranya firman Allah:
﴿وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ﴾
QS. Al-Baqarah [2]: 186
Terjemahan: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku."
Penjelasan Rinci
Hadits ini menjelaskan keadaan Nabi ﷺ saat berada di Arafah, yaitu pada hari wukuf dalam haji. Usamah bin Zaid رضي الله عنه menceritakan bahwa beliau membonceng Nabi ﷺ, dan Nabi ﷺ berdoa dengan mengangkat kedua tangan. Ketika unta beliau bergerak dan tali kekangnya jatuh, Nabi ﷺ mengambilnya dengan satu tangan sambil tetap mengangkat tangan yang lain dalam doa.
Atha' bin Abi Rabah (Tabi'in, wafat 114 H) meriwayatkan hadits ini, dan para ulama hadits seperti An-Nasa'i memasukkannya dalam bab khusus tentang mengangkat tangan dalam doa di Arafah. Ini menunjukkan perhatian ulama terhadap sunnah ini.
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa mengangkat tangan dalam doa adalah sunnah yang tetap, dan beliau menyebutkan hadits-hadits tentang mengangkat tangan dalam berbagai kesempatan doa. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga membahas hadits-hadits mengangkat tangan dan menyebutkan bahwa itu termasuk adab doa yang dianjurkan.
Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan keutamaan hari Arafah dan doa di dalamnya, dan bahwa Nabi ﷺ memperbanyak doa di hari itu.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan ayat tentang doa (QS. Al-Baqarah: 186) bahwa Allah dekat dan mengabulkan doa, sehingga hendaknya seorang hamba bersungguh-sungguh dalam berdoa dengan penuh harap dan kerendahan hati.
Hadits ini juga menunjukkan bahwa gerakan kecil yang diperlukan dalam ibadah—seperti mengambil tali kekang—tidak membatalkan doa atau mengurangi kekhusyukan, karena Nabi ﷺ melakukannya sambil tetap berdoa. Ini adalah bentuk kemudahan dalam syariat.
Para ulama yang tercantum dalam daftar tidak ada yang menyelisihi sunnah mengangkat tangan dalam doa. Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i menyebutkan bahwa mengangkat tangan dalam doa adalah sunnah, terutama dalam doa-doa tertentu seperti istisqa (meminta hujan), dan dalam doa di Arafah termasuk yang dianjurkan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Usamah bin Zaid رضي الله عنه, seorang sahabat muda yang dicintai Nabi ﷺ, menceritakan pengalaman berharga saat membonceng Nabi ﷺ di Arafah. Di tengah lautan manusia yang berdoa, Nabi ﷺ mengangkat kedua tangannya dengan penuh harap kepada Allah. Unta yang beliau tunggangi bergerak dan tali kekangnya jatuh, namun beliau dengan tenang mengambilnya dengan satu tangan sambil tangan lainnya tetap terangkat. Ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ menjaga adab doa dan tidak terganggu oleh hal-hal kecil di sekitarnya. Usamah رضي الله عنه menyimpan momen ini dan menyampaikannya kepada generasi berikutnya, sehingga sampai kepada kita melalui Atha' bin Abi Rabah dan An-Nasa'i. Hikmahnya: doa adalah ibadah yang agung, dan mengangkat tangan adalah bentuk kerendahan hati di hadapan Allah.
Kesimpulan Praktis
- Mengangkat tangan saat berdoa, terutama di Arafah, adalah sunnah yang dicontohkan Nabi ﷺ.
- Gerakan kecil yang diperlukan saat berdoa tidak membatalkan doa, sebagaimana Nabi ﷺ mengambil tali kekang sambil tetap mengangkat tangan.
- Perbanyak doa di hari Arafah, karena hari itu adalah hari yang penuh keutamaan.
- Ikuti adab doa yang diajarkan Nabi ﷺ, termasuk mengangkat tangan dengan penuh harap kepada Allah.
- Pelajari hadits-hadits tentang doa dari ulama terpercaya seperti An-Nasa'i, An-Nawawi, dan Ibnu Hajar.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.