Penjelasan Hadits Nasa'i No. 2984 tentang Naik Marwah melihat Ka'bah lalu berzikir dan berdoa

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan sunnah ketika berada di bukit Al-Marwah dalam ibadah sa'i: naik ke atasnya, menghadap Ka'bah, lalu bertakbir, bertahlil, memuji Allah, dan berdoa. Rasulullah ﷺ mengucapkan kalimat tahlil tiga kali, lalu berdzikir dan berdoa sesuai kehendaknya. Ini menunjukkan bahwa sa'i bukan sekadar berjalan, tetapi juga kesempatan berdzikir dan berdoa kepada Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab Manasik Haji, Bab Tempat Berdiri di Al-Marwah, dari sahabat Jabir bin Abdullah رضي الله عنهما.

Teks hadits:

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ الْحَكَمِ، عَنْ شُعَيْبٍ، قَالَ أَنْبَأَنَا اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ الْهَادِ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، أَتَى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ الْمَرْوَةَ فَصَعِدَ فِيهَا ثُمَّ بَدَا لَهُ الْبَيْتُ فَقَالَ "لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ". قَالَ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ ذَكَرَ اللَّهَ وَسَبَّحَهُ وَحَمِدَهُ ثُمَّ دَعَا بِمَا شَاءَ اللَّهُ فَعَلَ هَذَا حَتَّى فَرَغَ مِنَ الطَّوَافِ.

Terjemahan: "Rasulullah ﷺ datang ke Al-Marwah dan naik ke atasnya, lalu Ka'bah tampak baginya, maka beliau bersabda: 'Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Dia sendiri, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.' Beliau mengucapkannya tiga kali, kemudian berdzikir, bertasbih, dan memuji Allah, lalu berdoa dengan apa yang Allah kehendaki. Beliau melakukan hal itu hingga selesai dari tawaf."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan dzikir dan doa:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

QS. Ghafir [40]: 60

"Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.'"

Juga firman Allah:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

QS. Al-Baqarah [2]: 152

"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku."

Penjelasan Rinci

Hadits ini merupakan bagian dari hadits panjang Jabir bin Abdullah tentang haji Nabi ﷺ yang sangat terkenal, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan lainnya. Dalam hadits ini, Imam An-Nasa'i menyebutkan secara khusus bab tentang tempat berdiri di Al-Marwah.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits Jabir ini adalah salah satu hadits paling lengkap dalam menggambarkan manasik haji Nabi ﷺ. Beliau menyebutkan bahwa di antara sunnah sa'i adalah naik ke bukit Shafa dan Marwah, menghadap Ka'bah, dan berdzikir.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa kalimat tahlil yang diucapkan Nabi ﷺ di Shafa dan Marwah mengandung tauhid yang murni: mengesakan Allah dalam rububiyah, uluhiyah, dan asma wa sifat. Kalimat "لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ" menunjukkan bahwa segala kerajaan dan pujian hanya milik Allah.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ mengulangi tahlil tiga kali di Shafa dan Marwah, dan di antara pengulangan itu beliau berdoa dengan doa yang panjang. Ini menunjukkan bahwa tempat tersebut adalah tempat mustajab untuk berdoa.

Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Mumti' menjelaskan bahwa sunnahnya adalah:

  1. Naik ke bukit Shafa dan Marwah (jika memungkinkan)
  2. Menghadap Ka'bah
  3. Bertahlil dan berdzikir
  4. Berdoa dengan doa yang diinginkan
  5. Mengulangi tahlil tiga kali

Beliau juga menegaskan bahwa jika tidak bisa naik, cukup berdiri di dekatnya dan menghadap Ka'bah.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama seperti Imam Malik berpendapat bahwa naik ke Marwah tidak wajib, hanya sunnah. Sedangkan Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa naik dan menghadap Ka'bah adalah sunnah yang dianjurkan. Pendapat yang paling kuat adalah pendapat jumhur yang mengatakan bahwa naik dan berdzikir di Shafa dan Marwah adalah sunnah, bukan wajib, karena Nabi ﷺ melakukannya tetapi tidak memerintahkan secara wajib.

Story Telling

Dalam hadits panjang Jabir bin Abdullah رضي الله عنهما yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Jabir menceritakan:

"Ketika Rasulullah ﷺ sampai di Shafa, beliau membaca: 'Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar-syiar Allah.' Beliau memulai dari Shafa, naik ke atasnya hingga melihat Ka'bah, lalu menghadap kiblat dan bertahlil, bertakbir, dan berdoa. Beliau melakukan hal yang sama di Marwah."

Jabir juga menceritakan bahwa Nabi ﷺ berjalan cepat di lembah antara Shafa dan Marwah, dan berjalan biasa di tempat lain. Ini menunjukkan bahwa sa'i memiliki adab dan tata cara tersendiri yang dicontohkan langsung oleh Nabi ﷺ.

Hikmah: Kisah ini mengajarkan bahwa ibadah sa'i bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan dzikir dan doa. Nabi ﷺ mengajarkan bahwa di tempat-tempat mustajab, kita hendaknya memperbanyak doa dan tahlil.

Kesimpulan Praktis

  1. Ketika sa'i, naiklah ke bukit Shafa dan Marwah jika memungkinkan, lalu menghadap Ka'bah.
  2. Bacalah tahlil: "لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ" tiga kali.
  3. Perbanyak dzikir, tasbih, tahmid, dan doa di antara Shafa dan Marwah.
  4. Lakukan dengan tenang, khusyuk, dan sesuai sunnah Nabi ﷺ.
  5. Jangan meninggalkan doa dan dzikir karena ini adalah inti dari ibadah sa'i.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?