Penjelasan Hadits Nasa'i No. 2902 tentang Niat merobohkan Ka'bah jika bukan karena kaum Quraisy

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keinginan Nabi ﷺ untuk mengembalikan Ka'bah ke bentuk aslinya di atas fondasi Nabi Ibrahim 'alaihissalam, yaitu dengan dua pintu, satu untuk masuk dan satu untuk keluar. Namun, beliau tidak melakukannya karena khawatir kaumnya yang baru saja keluar dari masa jahiliyah akan terkejut dan terguncang imannya melihat bangunan suci itu dirobohkan. Ini adalah pelajaran besar tentang hikmah, kelembutan, dan bertahapnya dakwah dalam menjaga kemaslahatan umat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Manasik Haji, Bab Membangun Ka'bah, nomor 2902, dari Aisyah radhiyallahu 'anha. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari jalur lain.

Dalil terkait yang menjelaskan bahwa Ka'bah dibangun di atas fondasi Ibrahim dan bahwa Nabi ﷺ ingin mengembalikannya:

QS. Al-Baqarah [2]: 127

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), 'Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.'"

Hadits terkait dari Shahih Al-Bukhari:

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, Nabi ﷺ bersabda:

لَوْلاَ أَنَّ قَوْمَكِ حَدِيثُو عَهْدٍ بِجَاهِلِيَّةٍ لَهَدَمْتُ الْكَعْبَةَ فَأَلْزَقْتُهَا بِالأَرْضِ وَلَهُ قَعْرَانِ بَابٌ شَرْقِيٌّ وَبَابٌ غَرْبِيٌّ

"Seandainya bukan karena kaummu baru saja meninggalkan masa jahiliyah, niscaya aku akan merobohkan Ka'bah, lalu aku ratakan dengan tanah, dan aku buat dua pintu; satu pintu di timur dan satu pintu di barat." (HR. Al-Bukhari, no. 1585)

Kaitan dengan ulama:

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hikmah di balik tidak dilaksanakannya keinginan Nabi ﷺ ini, yaitu untuk menjaga hati kaum Quraisy yang baru masuk Islam agar tidak terjadi fitnah dan kemurtadan. Beliau menukil perkataan Imam Atha' bin Abi Rabah yang menyatakan bahwa Nabi ﷺ meninggalkan hal itu karena maslahat yang lebih besar.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Keinginan Nabi ﷺ untuk mengembalikan Ka'bah ke bentuk asli

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Ka'bah pada awalnya dibangun oleh Nabi Ibrahim dengan dua pintu, sejajar dengan tanah. Namun, bangsa Quraisy ketika membangun kembali Ka'bah sebelum kenabian, mereka meninggikan bangunannya dan hanya membuat satu pintu agar mudah dijaga dan tidak mudah dimasuki orang yang tidak berhak.

Nabi ﷺ ingin mengembalikan Ka'bah ke bentuk aslinya, namun beliau menahan diri karena pertimbangan dakwah.

2. Hikmah dan kelembutan dalam dakwah

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan prinsip sadd adz-dzara'i (menutup jalan yang membawa kerusakan) dan dar'ul mafasid muqaddamun 'ala jalb al-mashalih (menolak kerusakan lebih didahulukan daripada mengambil manfaat). Meskipun membangun kembali Ka'bah adalah kebaikan, namun jika itu bisa menyebabkan orang-orang yang baru masuk Islam menjadi bingung dan murtad, maka meninggalkannya adalah lebih utama.

3. Pertimbangan kondisi masyarakat

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa Nabi ﷺ sangat memperhatikan kondisi psikologis dan keimanan umatnya. Beliau tidak memaksakan perubahan yang bisa mengguncang keyakinan orang-orang yang baru beriman. Ini adalah prinsip tadarruj (bertahap) dalam syariat.

4. Tindakan Ibnu Az-Zubair

Ketika Abdullah bin Az-Zubair radhiyallahu 'anhuma berkuasa, ia merobohkan Ka'bah dan membangunnya kembali dengan dua pintu sesuai dengan yang diinginkan Nabi ﷺ. Namun, setelah itu, Al-Hajjaj bin Yusuf atas perintah Khalifah Abdul Malik bin Marwan mengembalikannya ke bentuk Quraisy. Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma ketika mendengar hal itu berkata, "Seandainya aku di sana, aku akan mencegahnya." Namun para ulama menjelaskan bahwa tindakan Ibnu Az-Zubair adalah berdasarkan hadits ini, dan tindakan Al-Hajjaj juga memiliki maslahat tersendiri, yaitu menjaga keamanan dan mencegah orang-orang yang baru masuk Islam dari kebingungan, sebagaimana pertimbangan Nabi ﷺ.

5. Pelajaran tentang prioritas

Imam As-Sa'di dalam menjelaskan kaidah-kaidah fiqih menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan pentingnya memperhatikan mafsadah (kerusakan) yang lebih besar. Terkadang suatu amalan baik harus ditinggalkan karena dikhawatirkan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Abdullah bin Az-Zubair radhiyallahu 'anhuma membangun kembali Ka'bah, beliau berkata, "Aku bersaksi kepada Allah, seandainya bukan karena orang-orang yang baru masuk Islam dan hati mereka masih lemah, niscaya aku akan membangunnya sesuai dengan keinginan Rasulullah ﷺ." Namun beliau tetap melaksanakannya karena beliau melihat maslahatnya lebih besar pada saat itu.

Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat memahami hadits ini dan menerapkannya sesuai dengan kondisi zaman. Mereka tidak serta-merta mengambil zhahir teks tanpa mempertimbangkan maslahat, namun juga tidak meninggalkan sunnah tanpa alasan.

Kesimpulan Praktis

  1. Menjaga kemaslahatan umat adalah prioritas – Terkadang kita meninggalkan sesuatu yang baik demi mencegah kerusakan yang lebih besar.
  2. Dakwah harus bertahap dan penuh hikmah – Jangan memaksakan perubahan yang bisa mengguncang keyakinan orang lain.
  3. Memahami konteks hadits – Hadits ini tidak boleh dipahami secara tekstual semata, tetapi harus dipahami dengan mempertimbangkan sebab dan hikmahnya.
  4. Menghormati ijtihad para sahabat dan ulama – Tindakan Ibnu Az-Zubair dan Al-Hajjaj adalah ijtihad yang memiliki dasar, dan kita tidak boleh mencela salah satunya tanpa ilmu.
  5. Menjaga hati orang yang baru masuk Islam – Kita harus lembut kepada mereka dan tidak memberatkan dengan hal-hal yang belum mereka pahami.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?