Sunan An-Nasa'i · Kitab Thaharah · No. 289

Bab Apa yang Harus Dilakukan oleh Seseorang yang Menggauli Istrinya dalam Keadaan Haid Setelah Mengetahui Larangan Allah

Shahih oleh Darussalam

أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ، قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ شُعْبَةَ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ، عَنْ مُقْسَمٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ فِي الرَّجُلِ يَأْتِي امْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ يَتَصَدَّقُ بِدِينَارٍ أَوْ بِنِصْفِ دِينَارٍ ‏.‏

Diriwayatkan dari Ibn 'Abbas dari Nabi ﷺ tentang seorang pria yang berhubungan intim dengan istrinya saat dia sedang haid: "Hendaklah dia bersedekah dengan satu dinar atau setengah dinar."