Penjelasan Hadits Nasa'i No. 2864 tentang Masuk Makkah malam hari untuk umrah

Tentu, saya akan bantu jelaskan hadits ini sesuai kerangka dan batasan rujukan yang diberikan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ pernah keluar dari Al-Ji'ranah pada malam hari untuk melaksanakan umrah, lalu kembali dan pagi harinya seolah-olah beliau bermalam di sana. Ini menunjukkan bolehnya masuk Makkah atau memulai ibadah umrah pada malam hari, dan bahwa hal itu tidak mengurangi keutamaan ibadah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab Manasik Haji, Bab Masuk Makkah di Malam Hari, dari sahabat Muharrish Al-Ka'bi radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

<p>أَخْبَرَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ، عَنْ مُزَاحِمٍ، عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ خَالِدِ بْنِ أَسِيدٍ، عَنْ مُحَرِّشٍ الْكَعْبِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ خَرَجَ مِنَ الْجِعِرَّانَةِ لَيْلاً كَأَنَّهُ سَبِيكَةُ فِضَّةٍ فَاعْتَمَرَ ثُمَّ أَصْبَحَ بِهَا كَبَائِتٍ</p>

Terjemahan ringkas:

"Dari Muharrish Al-Ka'bi, bahwa Nabi ﷺ keluar dari Al-Ji'ranah pada malam hari seolah-olah beliau adalah batang perak, lalu beliau berumrah, kemudian pagi harinya beliau berada di sana seolah-olah bermalam."

Adapun ayat yang dapat dikaitkan secara umum dengan keutamaan umrah dan ibadah di Masjidil Haram:

<p>وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ</p>

(QS. Al-Baqarah [2]: 196)

Terjemahan: "Dan sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah."

Ayat ini menjadi dasar umum disyariatkannya umrah. Penjelasan para ulama seperti Ibnu Katsir dan As-Sa'di menegaskan bahwa umrah adalah ibadah yang disyariatkan dan harus ditunaikan dengan ikhlas serta mengikuti tuntunan Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

  1. Bolehnya melaksanakan umrah pada malam hari.

Nabi ﷺ keluar dari Al-Ji'ranah pada malam hari untuk berumrah. Al-Ji'ranah adalah tempat yang tidak jauh dari Makkah, tempat beliau berhenti setelah Perang Hunain dan membagi harta rampasan. Dari sana beliau masuk ke Makkah untuk umrah pada malam hari.

  1. Makna "seperti batang perak".

Ungkapan ini menggambarkan keadaan Nabi ﷺ yang bersih, bercahaya, dan penuh keberkahan, atau bisa juga menggambarkan pakaian beliau yang putih bersih. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari ketika membahas riwayat-riwayat terkait menyebutkan bahwa ungkapan seperti ini menunjukkan keindahan dan kecerahan keadaan Nabi ﷺ.

  1. Kembali dan pagi harinya seolah-olah bermalam.

Ini menunjukkan bahwa beliau tidak lama tinggal, tetapi ibadahnya tetap sah dan sempurna. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa umrah yang dilakukan secara singkat tetap sah selama memenuhi rukun dan syaratnya.

  1. Pendapat ulama tentang masuk Makkah di malam hari.

Para ulama dari kalangan empat mazhab membahas masalah ini. Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa masuk Makkah pada malam hari diperbolehkan, baik bagi yang berhaji maupun yang berumrah, karena tidak ada dalil yang melarangnya. Imam Malik juga membolehkan, meskipun beliau menganjurkan masuk pada siang hari jika memungkinkan. Imam Abu Hanifah membolehkan secara mutlak selama tidak menimbulkan bahaya atau gangguan.

  1. Hikmah dan adab.

Hadits ini juga mengajarkan bahwa ibadah tidak harus dilakukan pada waktu tertentu saja, tetapi yang penting adalah memenuhi syarat dan rukunnya. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ terkadang melakukan ibadah pada waktu yang tidak biasa untuk menunjukkan bolehnya hal tersebut dan memberikan kemudahan bagi umatnya.

Story Telling

Dikisahkan bahwa setelah Perang Hunain, Nabi ﷺ berada di Al-Ji'ranah. Beliau kemudian memutuskan untuk melaksanakan umrah. Beliau keluar pada malam hari dengan keadaan yang sangat bersih dan bercahaya, seolah-olah beliau adalah batang perak. Beliau masuk ke Makkah, melaksanakan thawaf, sai, dan tahallul, lalu kembali ke Al-Ji'ranah. Pagi harinya, beliau sudah berada di tempat itu lagi seolah-olah tidak pernah pergi. Para sahabat yang bersama beliau menyaksikan hal ini dan meriwayatkannya kepada generasi berikutnya. Kisah ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ memberikan contoh kemudahan dalam beribadah, dan bahwa umrah bisa dilakukan secara singkat tanpa mengurangi keutamaannya. (Sumber: riwayat An-Nasa'i dan penjelasan para ulama seperti Ibnu Hajar dan An-Nawawi)

Kesimpulan Praktis

  1. Boleh melaksanakan umrah pada malam hari.
  2. Umrah yang dilakukan secara singkat tetap sah selama memenuhi rukun dan syarat.
  3. Tidak ada larangan masuk Makkah pada malam hari untuk beribadah.
  4. Hendaknya kita meneladani Nabi ﷺ dalam menjaga kebersihan dan keindahan penampilan saat beribadah.
  5. Ibadah harus dilakukan dengan ikhlas dan mengikuti tuntunan Nabi ﷺ, bukan berdasarkan perasaan atau kebiasaan semata.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?