Bab Apa yang Tidak Boleh Dimakan oleh Orang yang Berihram dari Hasil Buruan
Shahih oleh Darussalam
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ مَالِكٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ الصَّعْبِ بْنِ جَثَّامَةَ، أَنَّهُ أَهْدَى لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ حِمَارَ وَحْشٍ وَهُوَ بِالأَبْوَاءِ أَوْ بِوَدَّانَ فَرَدَّهُ عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ فَلَمَّا رَأَى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مَا فِي وَجْهِي قَالَ " أَمَّا إِنَّهُ لَمْ نَرُدَّهُ عَلَيْكَ إِلاَّ أَنَّا حُرُمٌ " .
Dari As-Sab bin Jaththamah, bahwa ia memberikan kepada Rasulullah ﷺ seekor onager ketika beliau berada di Al-Abwa atau di Waddan, tetapi Rasulullah ﷺ mengembalikannya. "Dan ketika Rasulullah ﷺ melihat ekspresi di wajahku, beliau berkata: 'Kami hanya mengembalikannya kepadamu karena kami sedang dalam keadaan Ihram.'"