Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan lafazh talbiyah yang diajarkan dan dipraktikkan oleh Rasulullah ﷺ, yaitu: "Labbaika Allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal-hamda wan-ni'mata laka wal-mulk, la syarika lak." Hadits ini juga mengajarkan bahwa sebelum berihram, Nabi ﷺ shalat dua rakaat terlebih dahulu di Dzul Hulaifah (miqat penduduk Madinah), kemudian beliau mengucapkan talbiyah saat kendaraannya telah berdiri tegak. Ini adalah sunnah yang mulia dalam tata cara berihram haji atau umrah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam An-Nasa'i:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 2747) dari sahabat mulia Abdullah bin Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhuma. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dengan redaksi yang serupa, menunjukkan keshahihannya.
Dalil Al-Qur'an yang Terkait:
Allah ﷻ berfirman tentang perintah berihram dan berhaji:
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS. Al-Baqarah [2]: 286) - Ayat ini sebagai pengingat bahwa ibadah haji dilakukan sesuai kemampuan, dan talbiyah adalah bagian dari syi'ar yang mudah diucapkan.
Ayat yang lebih spesifik tentang haji:
وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ
"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah." (QS. Al-Baqarah [2]: 196)
Kaitan dengan Ulama:
- Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menjelaskan bahwa talbiyah adalah syi'ar yang disunnahkan dibaca sejak niat ihram hingga melempar jumrah aqabah.
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menegaskan bahwa lafazh talbiyah dalam hadits ini adalah yang paling utama, dan para ulama sepakat tentang disyariatkannya.
- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Al-Mumti' menjelaskan bahwa talbiyah adalah dzikir yang agung, mengandung pengakuan tauhid dan pujian kepada Allah.
Penjelasan Rinci
Makna Talbiyah:
Talbiyah berasal dari kata labba yang berarti "menetap" atau "terus-menerus". Maknanya: "Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu." Ini adalah jawaban seorang hamba terhadap panggilan Allah ﷻ untuk berhaji, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Hajj [22]: 27.
Kandungan Talbiyah:
- "Labbaika Allahumma labbaik" - Pengakuan bahwa kita memenuhi panggilan Allah dengan penuh ketaatan dan kecintaan.
- "Labbaika la syarika laka labbaik" - Penegasan tauhid, bahwa tidak ada sekutu bagi Allah dalam ibadah ini.
- "Innal-hamda wan-ni'mata laka wal-mulk" - Segala pujian, kenikmatan, dan kerajaan hanyalah milik Allah.
- "La syarika lak" - Diulang kembali untuk menegaskan kemurnian tauhid.
Tata Cara Berihram dari Hadits Ini:
- Shalat dua rakaat sebelum ihram di miqat. Ini berdasarkan perkataan Ibnu Umar bahwa Nabi ﷺ shalat dua rakaat di Dzul Hulaifah.
- Mengucapkan talbiyah setelah kendaraan berdiri tegak, bukan saat masih bersiap. Ini menunjukkan bahwa talbiyah diucapkan ketika benar-benar memulai perjalanan.
- Talbiyah diucapkan dengan suara yang jelas bagi laki-laki, karena ini adalah syi'ar yang dianjurkan untuk dikeraskan.
Pandangan Ulama tentang Lafazh Talbiyah:
- Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal memilih lafazh talbiyah sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar ini.
- Imam Malik membolehkan menambah lafazh lain seperti "Labbaika wa sa'daika wal-khairu bi yadaik" karena ada riwayat dari sahabat lain.
- Syaikh Al-Albani dalam Irwa' Al-Ghalil menegaskan bahwa lafazh talbiyah yang paling shahih adalah yang disebutkan dalam hadits ini, dan tambahan lain tidak mengapa selama tidak bertentangan.
Hikmah Talbiyah:
- Menguatkan tauhid dan keyakinan bahwa hanya Allah yang berhak disembah.
- Menumbuhkan kesadaran bahwa seluruh pujian dan kenikmatan berasal dari Allah.
- Mengingatkan bahwa kerajaan langit dan bumi hanyalah milik Allah, sehingga seorang hamba merasa kecil dan tunduk di hadapan-Nya.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Az-Zuhri (Muhammad bin Shihab az-Zuhri), seorang ulama besar tabi'in yang meriwayatkan hadits ini, sangat menjaga adab dalam beribadah. Beliau berkata: "Tidaklah aku melihat seorang alim yang lebih semangat dalam beribadah daripada Sa'id bin Al-Musayyib." Sa'id bin Al-Musayyib adalah salah satu ulama besar tabi'in yang sangat tekun beribadah.
Suatu ketika, Sa'id bin Al-Musayyib ditanya tentang talbiyah, beliau menjawab: "Talbiyah adalah jawaban atas panggilan Allah. Maka ucapkanlah dengan penuh kesadaran bahwa engkau sedang berdiri di hadapan-Nya." Beliau mengajarkan bahwa talbiyah bukan sekadar ucapan, tetapi harus lahir dari hati yang tunduk dan penuh harap.
Hikmah dari kisah ini: Talbiyah adalah ibadah yang agung. Sebagaimana para salaf menghayati setiap ucapan dalam ibadah, kita pun hendaknya mengucapkan talbiyah dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan, bukan sekadar rutinitas.
Kesimpulan Praktis
- Hafalkan lafazh talbiyah dengan benar: "Labbaika Allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal-hamda wan-ni'mata laka wal-mulk, la syarika lak."
- Shalat dua rakaat sebelum berihram di miqat, sebagaimana dilakukan Nabi ﷺ.
- Ucapkan talbiyah ketika memulai perjalanan, dengan suara yang jelas bagi laki-laki.
- Hayati makna talbiyah - bahwa kita sedang menjawab panggilan Allah dan menegaskan tauhid.
- Perbanyak talbiyah selama dalam keadaan ihram hingga melempar jumrah aqabah pada hari Nahr.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.