Penjelasan Hadits Nasa'i No. 2574 tentang Anjuran memberi meski hanya sedikit kepada orang miskin

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa kita tidak boleh meremehkan pemberian sekecil apa pun kepada orang miskin. Bahkan jika hanya memiliki sesuatu yang tampak tidak berharga — seperti kaki hewan yang sudah dibakar — tetap berikanlah, karena yang penting adalah usaha memberi dan tidak menolak peminta dengan tangan kosong. Ini menunjukkan luasnya pintu sedekah dan pentingnya menjaga perasaan orang miskin.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab Zakat, Bab Penjelasan tentang Orang Miskin (no. 2574). Sanadnya: Qutaibah → Al-Laits → Sa'id bin Abi Sa'id → Abdurrahman bin Bujaid → dari neneknya Ummu Bujaid, yang termasuk wanita yang berbai'at kepada Rasulullah ﷺ.

Teks hadits:

حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ بُجَيْدٍ، عَنْ جَدَّتِهِ أُمِّ بُجَيْدٍ، وَكَانَتْ مِمَّنْ بَايَعَتْ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ أَنَّهَا قَالَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ: إِنَّ الْمِسْكِينَ لَيَقُومُ عَلَى بَابِي فَمَا أَجِدُ لَهُ شَيْئًا أُعْطِيهِ إِيَّاهُ، فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «إِنْ لَمْ تَجِدِي شَيْئًا تُعْطِينَهُ إِيَّاهُ إِلَّا ظِلْفًا مُحْرَقًا فَادْفَعِيهِ إِلَيْهِ»

Terjemahan: "Sesungguhnya orang miskin berdiri di pintu rumahku, dan aku tidak menemukan sesuatu untuk kuberikan kepadanya." Maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika engkau tidak menemukan sesuatu untuk engkau berikan kepadanya kecuali kaki hewan yang terbakar, maka berikanlah itu kepadanya."

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

وَلَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا

(Catatan: ini bukan ayat Al-Qur'an, melainkan bagian dari hadits lain. Untuk ayat yang relevan:)

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

QS. Az-Zalzalah [99]: 7

Terjemahan: "Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah (atom), niscaya dia akan melihat (balasan)nya."

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan amal sekecil apa pun, termasuk sedekah yang tampak remeh. As-Sa'di menambahkan bahwa ini adalah motivasi agar hamba tidak meremehkan kebaikan kecil.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

1. Sedekah tidak harus besar atau berharga.

Rasulullah ﷺ menyebut "ظِلْفًا مُحْرَقًا" (kaki hewan yang terbakar) — sesuatu yang biasanya dibuang dan tidak dianggap bernilai. Ini menunjukkan bahwa syariat tidak membebani seseorang di luar kemampuannya. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini mengandung dorongan untuk bersedekah dengan apa pun yang ada, sekecil apa pun, dan tidak menolak peminta dengan tangan kosong.

2. Menjaga perasaan orang miskin.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa memberi — meskipun sedikit — lebih baik daripada menolak, karena dapat menyenangkan hati peminta dan menjaga kehormatannya. Menolak dengan alasan "tidak ada yang layak diberikan" bisa menyakiti perasaan orang yang sudah susah payah datang.

3. Sedekah adalah hak orang miskin, bukan sekadar belas kasihan.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada para sahabat untuk tidak memandang rendah pemberian, karena di dalamnya ada hak orang miskin dan ada pahala dari Allah.

4. Perbedaan pendapat ulama tentang makna "kaki terbakar":

Sebagian ulama seperti Al-Laits bin Sa'd (perawi hadits ini) memahami bahwa ini adalah contoh ekstrem untuk menunjukkan bahwa sekecil apa pun tetap diberikan. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa ini termasuk bab "tidak meremehkan kebaikan kecil", sebagaimana hadits lain: "Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apa pun, bahkan memberi senyum kepada saudaramu."

5. Kaitan dengan bai'at:

Ummu Bujaid disebut sebagai wanita yang berbai'at kepada Rasulullah ﷺ. Ini menunjukkan bahwa para sahabat wanita pun aktif dalam bertanya dan mengamalkan ajaran, dan Rasulullah ﷺ menjawab dengan lembut dan praktis.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Ummu Bujaid — seorang wanita Anshar yang telah berbai'at kepada Rasulullah ﷺ — suatu hari merasa gelisah. Orang miskin terus berdiri di depan pintunya, meminta bantuan, sementara ia tidak memiliki apa pun yang layak untuk diberikan. Ia pun datang kepada Rasulullah ﷺ dan mengadukan keadaannya.

Rasulullah ﷺ tidak mencelanya, tidak mengatakan "berarti engkau tidak bersedekah", tetapi beliau memberi solusi yang sangat praktis dan menenangkan: "Jika engkau tidak menemukan sesuatu kecuali kaki hewan yang terbakar, berikanlah itu."

Bayangkan — kaki hewan yang terbakar biasanya dibuang, tidak ada yang mau. Tetapi Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa dalam keadaan darurat, jangan biarkan peminta pulang dengan tangan kosong. Ini adalah pelajaran tentang kepekaan sosial dan adab memberi.

Al-Hasan al-Bashri pernah berkata bahwa orang beriman itu tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun, karena ia tidak tahu amal mana yang akan menyelamatkannya di akhirat.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan remehkan sedekah kecil. Sekecil apa pun yang kita berikan, jika ikhlas, Allah akan menghargainya.
  2. Jangan tolak peminta dengan tangan kosong jika masih ada sesuatu — meskipun tampak tidak berharga — yang bisa diberikan.
  3. Jaga perasaan orang miskin. Memberi dengan wajah ramah dan sesuatu yang kecil lebih baik daripada menolak dengan alasan "tidak ada yang layak".
  4. Sedekah adalah latihan kepekaan sosial. Biasakan diri memberi, meskipun sedikit, agar hati tidak kering.
  5. Ajarkan kepada keluarga bahwa pintu sedekah itu luas, tidak terbatas pada uang atau barang mahal.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?