Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang tiga golongan manusia yang sangat buruk keadaannya di sisi Allah pada Hari Kiamat: mereka tidak akan diajak bicara oleh Allah, tidak akan dilihat oleh-Nya dengan pandangan rahmat, dan tidak akan disucikan dari dosa-dosa mereka. Mereka akan mendapatkan azab yang pedih. Ketiga golongan itu adalah: (1) orang yang memanjangkan pakaiannya hingga melewati mata kaki karena sombong, (2) orang yang bersumpah palsu untuk melariskan dagangannya, dan (3) orang yang mengungkit-ungkit pemberiannya kepada orang lain. Ini adalah peringatan keras agar kita menjauhi sifat sombong, dusta, dan riya dalam beramal.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Zakat, Bab "Orang yang Mengingatkan atas Apa yang Diberikan" (no. 2563). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dari sahabat Abu Dzarr Al-Ghifari radhiyallahu 'anhu.
Dalil Al-Qur'an yang terkait:
Allah Ta'ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَىٰ
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima)."
(QS. Al-Baqarah [2]: 264)
Juga firman Allah:
إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۙ أُولَٰئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلَّا النَّارَ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
"Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah berupa Kitab, dan menjualnya dengan harga murah, mereka itu hanya menelan api ke dalam perutnya, dan Allah tidak akan mengajak mereka bicara pada Hari Kiamat, tidak akan menyucikan mereka, dan mereka akan mendapat azab yang pedih."
(QS. Al-Baqarah [2]: 174)
Ayat ini menunjukkan bahwa tidak diajak bicara oleh Allah, tidak dilihat, dan tidak disucikan adalah bentuk kemurkaan yang sangat besar bagi hamba-Nya.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung ancaman yang sangat keras bagi tiga golongan manusia. Mari kita rinci satu per satu:
1. Al-Musbil (المسبل إزاره) - Orang yang menjulurkan pakaiannya
Yang dimaksud adalah orang yang memanjangkan pakaiannya (seperti sarung, celana, atau gamis) hingga melewati mata kaki karena kesombongan. Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa yang tercela adalah menjulurkan pakaian karena sombong. Adapun jika seseorang menjulurkannya tanpa kesombongan, maka hukumnya makruh menurut sebagian ulama, namun jika disertai kesombongan, maka ini termasuk dosa besar yang diancam dengan tidak dilihat oleh Allah pada Hari Kiamat.
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa larangan ini khusus bagi yang melakukannya karena sombong, berdasarkan hadits lain: "Barangsiapa yang menjulurkan pakaiannya karena sombong, Allah tidak akan melihatnya pada Hari Kiamat." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar).
2. Al-Munaffiq (المنفق سلعته بالحلف الكاذب) - Pedagang yang bersumpah palsu
Yaitu orang yang bersumpah dengan nama Allah secara bohong untuk menjual barang dagangannya, misalnya bersumpah bahwa barangnya bagus padahal tidak, atau bahwa ia membelinya dengan harga sekian padahal tidak. Ini adalah kebohongan besar karena menjadikan nama Allah sebagai alat untuk menipu dan mencari keuntungan dunia.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa sumpah palsu dalam jual beli termasuk dosa besar karena mengandung dua kejelekan: berdusta atas nama Allah dan menipu sesama muslim. Sumpah seperti ini bisa memusnahkan keberkahan dagangan, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: "Sumpah itu melariskan dagangan tetapi menghapus keberkahan." (HR. Bukhari dan Muslim).
3. Al-Mannan (المنان عطاءه) - Orang yang mengungkit-ungkit pemberian
Yaitu orang yang memberi sesuatu kepada orang lain, kemudian ia menyebut-nyebut pemberiannya, menyakiti perasaan penerima, atau mengungkitnya di hadapan orang banyak. Ini adalah akhlak yang sangat buruk karena merusak keikhlasan amal dan menyakiti hati sesama.
Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa mengungkit-ungkit pemberian adalah salah satu bentuk riya dan ujub yang menghapus pahala sedekah. Allah Ta'ala berfirman:
قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ
"Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Allah Mahakaya, Maha Penyantun."
(QS. Al-Baqarah [2]: 263)
Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa sedekah yang diiringi dengan menyakiti perasaan penerima akan menghapus pahalanya, karena amal tersebut telah tercampuri oleh hal yang merusaknya.
Perbedaan pendapat ulama tentang "tidak dilihat oleh Allah":
Para ulama berbeda pendapat tentang makna "tidak melihat mereka". Sebagian ulama seperti Imam Al-Bukhari dan Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa maksudnya adalah Allah tidak melihat mereka dengan pandangan rahmat dan kasih sayang, bukan berarti Allah tidak mengetahui mereka. Karena Allah Maha Melihat segala sesuatu. Ini adalah bentuk penghinaan yang sangat besar bagi pelakunya.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abu Dzarr Al-Ghifari radhiyallahu 'anhu ketika mendengar hadits ini dari Nabi ﷺ, ia sangat terpukul dan berkata berulang-ulang: "خَابُوا وَخَسِرُوا" (Mereka binasa dan merugi). Beliau mengulanginya karena merasa sangat sedih dan takut akan nasib orang-orang yang termasuk dalam golongan tersebut.
Ini menunjukkan betapa besarnya perhatian para sahabat terhadap ancaman Allah dan Rasul-Nya. Mereka tidak menganggap remeh dosa-dosa kecil, apalagi dosa besar seperti yang disebutkan dalam hadits ini. Kita patut meneladani sikap para sahabat yang selalu merasa khawatir akan murka Allah dan berusaha menjauhi segala bentuk larangan-Nya.
Kesimpulan Praktis
- Jauhi sifat sombong dalam berpakaian. Kenakan pakaian yang sopan dan tidak berlebihan, serta jangan menjulurkannya melewati mata kaki karena kesombongan.
- Jujurlah dalam berdagang. Jangan sekali-kali bersumpah dengan nama Allah untuk hal yang bohong demi melariskan dagangan. Keberkahan lebih berharga daripada keuntungan sesaat.
- Jaga keikhlasan dalam bersedekah. Jika memberi, jangan pernah mengungkit-ungkit pemberian tersebut, baik di hadapan penerima maupun orang lain. Cukup Allah yang tahu.
- Perbanyak istighfar dan mohon perlindungan dari sifat-sifat yang menyebabkan murka Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.