Penjelasan Hadits Nasa'i No. 2530 tentang Celaan munafik terhadap orang yang bersedekah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dari sahabat Abu Mas'ud al-Anshari radhiyallahu 'anhu, menceritakan peristiwa ketika Rasulullah ﷺ memerintahkan para sahabat bersedekah. Sebagian sahabat bersedekah sesuai kemampuan, sebagian lebih banyak, lalu orang-orang munafik mencela keduanya. Allah membela mereka dengan menurunkan ayat Al-Qur'an. Pelajarannya: sedekah diterima sesuai kemampuan dan niat, bukan menurut ukuran banyak-sedikit, dan celaan orang munafik tidak boleh melemahkan semangat beramal.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an terkait (QS. At-Taubah [9]: 79):

الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ وَالَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ ۙ سَخِرَ اللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Terjemahan: "Orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela, dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekadar kesanggupannya, lalu mereka mengolok-olok mereka, maka Allah akan mengolok-olok mereka, dan bagi mereka azab yang pedih."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan an-Nasa'i, Kitab Zakat, Bab Usaha Orang yang Miskin (no. 2530), dari jalur Bisyr bin Khalid → Gundar (Muhammad bin Ja'far) → Syu'bah → Sulaiman (al-A'masy) → Abu Wa'il (Syaqiq bin Salamah) → Abu Mas'ud al-Anshari radhiyallahu 'anhu.

Hadits semakna juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dalam kitab Shahih keduanya, dengan lafaz yang berdekatan, sehingga hadits ini disepakati keshahihannya.

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan dua kelompok: orang yang bersedekah banyak dan orang yang bersedekah sesuai kesanggupannya, keduanya dicela oleh orang munafik.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa sedekah diterima sesuai kemampuan dan keikhlasan, bukan semata jumlah.
  • Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa orang munafik mencela dengan dua tuduhan: (1) Allah tidak butuh sedekah orang miskin, dan (2) orang kaya hanya pamer. Allah membalas celaan mereka.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Ketika Rasulullah ﷺ mendorong para sahabat untuk bersedekah (dalam sebagian riwayat berkaitan dengan persiapan Perang Tabuk), para sahabat berlomba-lomba mengeluarkan harta. Abu 'Aqil radhiyallahu 'anhu — seorang yang tidak banyak harta — hanya mampu membawa setengah sha' (sekitar 1,5 kg makanan pokok). Sahabat lain membawa lebih banyak. Orang-orang munafik lalu mencela keduanya dengan dua tuduhan yang saling bertolak belakang: yang sedikit dicela karena dianggap tidak berarti bagi Allah, yang banyak dicela karena dianggap riya'. Allah membela keduanya sekaligus dalam QS. At-Taubah [9]: 79.

Bagaimana ulama memahami hadits ini:

  1. Ibnu Hajar al-Asqalani (dalam Fathul Bari) menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan sedekah diterima berdasarkan kemampuan dan keikhlasan, bukan berdasarkan besar-kecilnya jumlah. Orang yang hanya sanggup sedikit tetap mendapat pahala selama ikhlas.
  2. Imam An-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim) menegaskan bahwa niat adalah tolok ukur utama dalam sedekah. Celaan orang munafik tidak merusak pahala orang yang ikhlas.
  3. Ibn Katsir (dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azhim) menerangkan bahwa orang munafik mencela dengan maksud melemahkan semangat beramal. Allah menjawab dengan ancaman azab yang pedih bagi mereka.
  4. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di (dalam Taisir al-Karim ar-Rahman) menjelaskan bahwa ayat ini mengandung pujian bagi orang mukmin yang bersedekah — baik yang banyak maupun yang sedikit — dan celaan bagi orang munafik yang suka mencela amal orang lain.
  5. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (dalam syarah kitab-kitab hadits) menegaskan bahwa kewajiban sedekah adalah sesuai kemampuan, dan tidak boleh seseorang meninggalkan sedekah hanya karena tidak mampu banyak.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar:

Tidak ada perbedaan pokok di antara ulama yang tercantum. Mereka sepakat bahwa:

  • Sedekah diterima sesuai kemampuan dan keikhlasan.
  • Celaan orang munafik tidak mengurangi pahala.
  • Ayat ini menegaskan keutamaan bersedekah dalam segala keadaan.

Yang paling kuat adalah pendapat yang menegaskan keikhlasan dan kemampuan sebagai ukuran utama, sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar, An-Nawawi, Ibn Katsir, dan as-Sa'di.

Story Telling

Dikisahkan dalam hadits ini bahwa Abu 'Aqil radhiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat yang tidak memiliki banyak harta. Ketika Rasulullah ﷺ memerintahkan bersedekah, ia tidak tinggal diam. Ia mengumpulkan apa yang bisa ia kumpulkan, lalu membawa setengah sha' — jumlah yang kecil, tetapi keluar dari hati yang besar.

Sahabat lain datang membawa lebih banyak. Orang-orang munafik — yang hatinya sakit — mulai mencela: "Allah tidak butuh sedekah si miskin itu," dan "Si kaya itu hanya ingin pamer."

Allah Azza wa Jalla — Yang Maha Mengetahui isi hati — langsung menurunkan ayat:

الَّذِينَ يَلْمِزُونَ الْمُطَّوِّعِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ فِي الصَّدَقَاتِ...

Allah membela kedua-duanya: yang sedikit karena ikhlas, dan yang banyak karena ikhlas. Yang dicela justru orang-orang munafik yang hatinya penuh kebencian kepada amal saleh.

Hikmah: Jangan pernah meremehkan amal kecil yang ikhlas, dan jangan mencela amal besar orang lain. Yang menilai adalah Allah, bukan manusia.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersedekahlah sesuai kemampuan — sedikit atau banyak, yang penting ikhlas.
  2. Jangan meremehkan amal kecil orang lain; bisa jadi amal itu lebih berat di timbangan karena keikhlasannya.
  3. Jangan mencela orang yang beramal — celaan adalah ciri orang munafik yang dibenci Allah.
  4. Jangan takut celaan manusia dalam beramal saleh; Allah membela orang yang ikhlas.
  5. Perbanyak sedekah dalam segala keadaan, karena sedekah adalah bukti keimanan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?