Penjelasan Hadits Nasa'i No. 2529 tentang Anjuran bersedekah meski dengan usaha berat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan keutamaan dan semangat para sahabat dalam bersedekah, serta pujian Nabi ﷺ terhadap mereka yang bersusah payah mencari rezeki halal untuk bisa bersedekah, meskipun hanya dengan satu mud (sekitar 0,5-0,7 kg) makanan. Hadits ini juga menunjukkan bahwa keberkahan dan kekayaan yang datang kemudian adalah buah dari keikhlasan dan pengorbanan di jalan Allah. Ini adalah dorongan untuk tidak meremehkan sedekah dalam jumlah kecil.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat: Imam An-Nasa'i dalam Sunan Al-Kubra atau As-Sunan As-Sughra (nomor 2529), dari Abu Mas'ud Al-Badri radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 1418) dan Imam Muslim (no. 1018) dengan redaksi yang serupa.

Teks Hadits (sebagaimana dalam riwayat An-Nasa'i):

عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَأْمُرُنَا بِالصَّدَقَةِ، فَمَا يَجِدُ أَحَدُنَا شَيْئًا يَتَصَدَّقُ بِهِ حَتَّى يَنْطَلِقَ إِلَى السُّوقِ فَيَحْمِلَ عَلَى ظَهْرِهِ، فَيَجِيءَ بِالْمُدِّ فَيُعْطِيَهُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ، إِنِّي لأَعْرِفُ الْيَوْمَ رَجُلاً لَهُ مِائَةُ أَلْفٍ مَا كَانَ لَهُ يَوْمَئِذٍ دِرْهَمٌ

Makna Ringkas: Abu Mas'ud menceritakan bahwa Nabi ﷺ memerintahkan mereka bersedekah. Saat itu para sahabat sangat miskin, sampai-sampai ada yang pergi ke pasar untuk menjadi kuli angkut barang, lalu hasilnya dibelikan makanan satu mud dan disedekahkan kepada Nabi ﷺ. Abu Mas'ud berkata bahwa ia mengenal orang yang dulunya tidak punya apa-apa, kini memiliki seratus ribu (dirham) sebagai buah dari keikhlasan sedekahnya.

Kaitan dengan Ulama: Hadits ini dijadikan dalil oleh para ulama tentang keutamaan sedekah walaupun sedikit, dan bahwa sedekah tidak menghalangi rezeki bahkan menambah keberkahan. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan semangat para sahabat dalam mencari rezeki halal untuk bersedekah, serta pujian Nabi ﷺ terhadap mereka yang bersusah payah untuk itu.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

1. Perintah Bersedekah dan Kondisi Sahabat

Nabi ﷺ memerintahkan para sahabat untuk bersedekah. Namun, kondisi mereka saat itu sangat sulit. Banyak sahabat yang tidak memiliki apa pun untuk disedekahkan. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini menunjukkan betapa tingginya semangat para sahabat untuk memenuhi perintah Nabi ﷺ, meskipun kondisi ekonomi mereka sangat terbatas.

2. Bekerja Keras untuk Mendapatkan Rezeki Halal

Yang menarik, para sahabat tidak bermalas-malasan atau meminta-minta. Mereka pergi ke pasar untuk menjadi kuli angkut barang. Ini menunjukkan bahwa bekerja keras mencari rezeki halal adalah bagian dari ibadah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu' Al-Fatawa menegaskan bahwa mencari rezeki halal untuk memenuhi kebutuhan diri dan keluarga, serta untuk bisa bersedekah, adalah perbuatan yang dicintai Allah.

3. Sedekah dengan Satu Mud

Mereka membawa hasil kerja mereka berupa satu mud (sekitar 0,5-0,7 kg) makanan dan memberikannya kepada Nabi ﷺ. Ini menunjukkan bahwa sedekah tidak harus banyak. Yang penting adalah keikhlasan dan usaha yang sungguh-sungguh. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa Allah melihat keikhlasan hati, bukan banyaknya harta yang disedekahkan.

4. Keberkahan Sedekah

Abu Mas'ud berkata bahwa ia mengenal orang yang dulunya tidak punya satu dirham pun, kini memiliki seratus ribu. Ini adalah bukti nyata bahwa sedekah tidak mengurangi harta, bahkan Allah menggantinya dengan keberkahan dan kelapangan rezeki. Syaikh Abdurrahman As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa di antara hikmah sedekah adalah Allah akan melipatgandakan pahala dan mengganti harta yang disedekahkan dengan yang lebih baik.

5. Pujian Nabi ﷺ terhadap Sedekah dari Usaha Sendiri

Hadits ini juga menunjukkan bahwa sedekah yang paling utama adalah yang berasal dari usaha sendiri yang halal, meskipun jumlahnya sedikit. Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Sedekah yang paling utama adalah yang dikeluarkan dari hasil usaha sendiri" (HR. Al-Bukhari no. 1418).

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Mas'ud Al-Badri radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang ikut dalam peristiwa Bai'at Aqabah dan termasuk sahabat yang meriwayatkan banyak hadits. Dalam riwayat lain yang serupa, disebutkan bahwa para sahabat yang sangat miskin ini bekerja keras di pasar sebagai kuli angkut. Mereka tidak malu untuk bekerja keras demi bisa bersedekah.

Kisah ini mengingatkan kita pada kisah seorang laki-laki dari kalangan Anshar yang datang kepada Nabi ﷺ dengan membawa telur burung. Beliau bertanya, "Wahai Fulan, apa yang engkau bawa?" Ia menjawab, "Wahai Rasulullah, aku mendengar engkau memerintahkan kami untuk bersedekah, dan aku tidak memiliki harta, maka aku menjual tali sandalku dan membeli telur ini untuk disedekahkan." Maka Nabi ﷺ bersabda, "Sungguh, orang-orang yang bersedekah dengan sesuatu yang mereka cintai akan mendapatkan pahala yang besar."

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa Allah tidak melihat jumlah harta yang disedekahkan, tetapi melihat keikhlasan dan pengorbanan hati. Sedekah dari orang yang bersusah payah untuk mendapatkannya lebih dicintai Allah daripada sedekah dari orang kaya yang tidak merasakan pengorbanan.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan meremehkan sedekah kecil – Sedekah satu mud saja bisa menjadi sebab datangnya keberkahan dan kekayaan yang besar.
  2. Bekerja keras mencari rezeki halal adalah ibadah – Jangan malas atau malu untuk bekerja, karena dari hasil kerja keras itulah kita bisa bersedekah.
  3. Sedekah tidak mengurangi harta – Justru Allah akan mengganti dan melipatgandakan rezeki bagi hamba-Nya yang ikhlas bersedekah.
  4. Niatkan setiap pekerjaan untuk bisa beribadah – Termasuk bekerja untuk bisa bersedekah dan membantu sesama.
  5. Teladani semangat sahabat – Mereka tidak menunggu kaya untuk bersedekah, tetapi bersedekah dengan apa yang ada, meskipun harus bersusah payah mendapatkannya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?