Penjelasan Hadits Nasa'i No. 2526 tentang Amal terbaik: iman, jihad, haji mabrur, sedekah orang miskin

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah jawaban Nabi ﷺ yang sangat indah dan komprehensif tentang amal yang paling utama. Intinya, kebaikan yang paling tinggi bukan sekadar banyaknya amal, tetapi kualitas dan keikhlasan dalam beramal. Hadits ini mengajarkan bahwa iman yang mantap, jihad yang bersih dari kecurangan, haji yang mabrur, shalat yang khusyuk dan panjang, sedekah dari orang yang pas-pasan, hijrah dari kemaksiatan, serta kesungguhan berjuang dengan harta dan jiwa adalah puncak-puncak kebaikan di sisi Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Zakat, Bab Jihad Orang Miskin, nomor 2526. Juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Hibban dengan sanad yang shahih.

Teks Hadits (sebagian yang relevan):

قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: "إِيمَانٌ لَا شَكَّ فِيهِ، وَجِهَادٌ لَا غُلُولَ فِيهِ، وَحَجَّةٌ مَبْرُورَةٌ"

"Iman yang tidak ada keraguan di dalamnya, jihad yang tidak ada pengkhianatan di dalamnya, dan haji yang mabrur."

Ayat Al-Qur'an yang terkait dengan keutamaan amal:

QS. Al-Baqarah [2]: 177

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

"Bukanlah kebajikan itu hanya menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi; memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya; melaksanakan shalat dan menunaikan zakat; orang-orang yang menepati janji apabila berjanji; dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada saat peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa."

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan salaf sangat memperhatikan hadits-hadits tentang keutamaan amal. Imam Ibn Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya Jami' Al-'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa keutamaan amal sangat terkait dengan keadaan hati dan keikhlasan. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya juga menekankan bahwa amal yang paling utama adalah yang paling sesuai dengan tuntunan syariat dan paling ikhlas karena Allah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini berisi rangkaian pertanyaan yang diajukan para sahabat kepada Nabi ﷺ tentang amal yang paling utama. Ini menunjukkan semangat para sahabat untuk selalu mencari yang terbaik dalam beribadah.

1. "Iman yang tidak ada keraguan di dalamnya"

Para ulama menjelaskan bahwa iman yang sempurna adalah iman yang bersih dari keraguan dan kebimbangan. Imam Ibn Qayyim Al-Jawziyyah dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa iman yang kokoh adalah yang dibangun di atas ilmu yang benar, bukan sekedar taklid buta. Iman seperti ini akan melahirkan ketenangan hati dan keistiqamahan dalam beramal.

2. "Jihad yang tidak ada pengkhianatan (ghulul)"

Ghulul artinya mengambil harta rampasan perang secara curang sebelum dibagikan secara resmi. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang tiga golongan yang pertama kali masuk neraka, salah satunya adalah orang yang berjihad namun tujuannya untuk disebut pemberani. Maka jihad yang diterima Allah adalah yang ikhlas dan bersih dari kecurangan serta riya'.

3. "Haji yang mabrur"

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa haji mabrur adalah haji yang tidak dicampuri dosa, dan tandanya adalah setelah pulang haji, seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Para ulama juga menyebut bahwa haji mabrur adalah yang diterima Allah, dan balasannya adalah surga.

4. "Shalat yang panjang qunut (berdirinya)"

Yang dimaksud qunut di sini adalah berdiri lama dalam shalat, baik dalam membaca Al-Fatihah, surat, maupun dzikir. Imam Ibn Rajab menjelaskan bahwa berdiri lama dalam shalat menunjukkan kekhusyukan dan penghayatan terhadap apa yang dibaca. Ini lebih utama daripada memperbanyak ruku' dan sujud tetapi singkat-singkat.

5. "Sedekah dari orang yang miskin (juhd al-muqill)"

Ini adalah pelajaran yang sangat dalam. Imam Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa sedekah orang yang hartanya sedikit tetapi ia tetap bersedekah, lebih besar pahalanya daripada sedekah orang kaya yang hartanya berlimpah. Karena orang miskin bersedekah dengan susah payah dan pengorbanan yang besar, menunjukkan keikhlasan yang tulus.

6. "Hijrah yang paling baik adalah meninggalkan apa yang diharamkan Allah"

Ini adalah pelajaran penting bahwa hijrah tidak hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah dari kemaksiatan menuju ketaatan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa hijrah hakiki adalah meninggalkan segala yang Allah haramkan. Ini adalah jihad melawan hawa nafsu yang paling berat.

7. "Jihad melawan orang musyrik dengan harta dan jiwa"

Ini menunjukkan kesungguhan total dalam berjuang di jalan Allah. Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa seorang sahabat bertanya tentang jihad yang paling utama, dan Nabi ﷺ menjawab bahwa jihad yang paling utama adalah orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya.

8. "Kematian yang paling mulia adalah yang darahnya mengalir dan kudanya dipotong (terluka)"

Ini menggambarkan syahid di medan perang. Namun maknanya lebih luas: kematian dalam keadaan berjuang di jalan Allah, baik dengan harta, ilmu, maupun jiwa.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu pernah berkata kepada para sahabatnya:

"Wahai manusia, sesungguhnya aku akan menceritakan kepada kalian hadits dari Rasulullah ﷺ. Barangsiapa yang setelah itu masih meninggalkannya, maka ia telah menyia-nyiakan. Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka beruntunglah ia. Jika shalatnya rusak, maka rugilah ia.'"

Kemudian beliau juga mengingatkan bahwa sedekah yang paling utama adalah dari orang yang bersusah payah. Ini sebagaimana firman Allah tentang para sahabat yang datang kepada Nabi ﷺ dengan membawa sedekah, dan mereka menangis karena tidak memiliki sesuatu untuk disedekahkan. Maka Allah menurunkan ayat tentang mereka yang bersedekah dengan kemampuan yang ada.

Hikmahnya: Allah tidak melihat besar kecilnya amal, tetapi melihat keikhlasan dan kesungguhan hati. Sedekah satu dirham dari orang miskin bisa lebih dicintai Allah daripada seribu dirham dari orang kaya, karena di dalamnya ada pengorbanan.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbaiki kualitas iman dengan menuntut ilmu dan menghilangkan keraguan dalam hati.
  2. Jaga keikhlasan dalam setiap amal, jangan sampai tercampur riya' atau tujuan duniawi.
  3. Perbanyak berdiri lama dalam shalat dengan tadabbur ayat-ayat yang dibaca.
  4. Bersedekahlah sesuai kemampuan, meskipun sedikit, karena Allah melihat pengorbanan hati.
  5. Tinggalkan maksiat sebagai bentuk hijrah yang hakiki.
  6. Berjuanglah dengan harta dan jiwa sesuai kemampuan masing-masing.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?