Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 245 tentang Tata cara mandi junub Rasulullah secara ringkas

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tata cara mandi junub (ghusl) Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha. Intinya, mandi junub yang diajarkan Nabi ﷺ itu sederhana dan tidak berlebihan: mencuci kedua tangan terlebih dahulu, membersihkan kotoran yang ada di tubuh, kemudian berwudhu (seperti wudhu untuk shalat), lalu menuangkan air ke kepala tiga kali, dan akhirnya mengguyur seluruh tubuh. Hadits ini mengajarkan kita bahwa bersuci itu harus dilakukan dengan tertib dan bersih, namun tetap sederhana sesuai tuntunan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat An-Nasa'i:

Teks hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat dari Abu Salamah yang bertanya kepada Aisyah radhiyallahu 'anha tentang cara mandi junub Nabi ﷺ. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dengan redaksi yang serupa.

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

QS. Al-Ma'idah [5]: 6

ا يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Dan jika kamu junub, maka mandilah."

Ayat ini memerintahkan kita untuk mandi (bersuci) ketika dalam keadaan junub, dan hadits ini menjelaskan bagaimana cara Nabi ﷺ melakukannya.

Kaitan dengan Ulama:

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' menjelaskan bahwa mandi junub yang paling utama adalah mengikuti tata cara yang dicontohkan Nabi ﷺ dalam hadits ini, yaitu memulai dengan mencuci tangan, membersihkan kotoran, berwudhu, kemudian mengguyur kepala dan seluruh tubuh. Beliau juga menukil kesepakatan ulama bahwa niat mandi junub hukumnya wajib.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan bahwa hadits ini memberikan gambaran yang sangat jelas tentang tata cara mandi junub yang diajarkan Nabi ﷺ. Mari kita bedah satu per satu:

  1. Mencuci Kedua Tangan Tiga Kali: Ini adalah langkah pertama. Hikmahnya adalah untuk membersihkan tangan sebelum menyentuh bagian tubuh lainnya. Imam Ibnul Qayyim dalam Zaad al-Ma'ad menyebutkan bahwa ini adalah bentuk kehati-hatian dan kebersihan yang diajarkan Nabi ﷺ.
  2. Mencuci Kemaluan dan Kotoran: Dalam riwayat lain (seperti di Shahih Al-Bukhari), disebutkan bahwa setelah mencuci tangan, beliau mencuci kemaluannya. Dalam hadits ini, disebutkan "menuangkan air dengan tangan kanannya ke tangan kirinya dan mencuci apa yang ada di pahanya." Ini menunjukkan upaya membersihkan kotoran yang mungkin ada di sekitar kemaluan. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarhul Mumti' menjelaskan bahwa membersihkan kotoran ini hukumnya wajib sebelum mandi, karena mandi tidak akan sah jika masih ada najis yang menempel di badan.
  3. Berwudhu: Setelah membersihkan diri, Nabi ﷺ kemudian berwudhu seperti wudhu untuk shalat. Ini menunjukkan bahwa mandi junub itu mencakup wudhu di dalamnya. Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menjelaskan bahwa wudhu dalam mandi junub adalah sunnah yang sangat dianjurkan, dan wudhu tersebut sudah termasuk dalam mandi, sehingga tidak perlu mengulang wudhu lagi setelah mandi.
  4. Menuangkan Air ke Kepala Tiga Kali: Ini adalah bagian inti dari mandi. Memastikan air sampai ke pangkal rambut dan kulit kepala. Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa mengguyur kepala tiga kali adalah sunnah, dan ini dilakukan untuk memastikan seluruh bagian kepala basah.
  5. Mengguyur Seluruh Tubuh: Langkah terakhir adalah mengguyur air ke seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan kemudian kiri (dalam riwayat lain). Ini adalah rukun mandi yang wajib, yaitu memastikan air mengalir ke seluruh bagian luar tubuh.

Perbedaan Pendapat Ulama:

Para ulama berbeda pendapat mengenai apakah wudhu dalam mandi junub itu wajib atau sunnah:

  • Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa wudhu dalam mandi junub hukumnya wajib.
  • Imam Asy-Syafi'i, Imam Abu Hanifah, dan Imam Malik berpendapat bahwa wudhu tersebut hukumnya sunnah, bukan wajib. Yang wajib hanyalah niat dan mengguyur seluruh tubuh dengan air.

Pendapat yang lebih kuat adalah pendapat jumhur (mayoritas ulama) bahwa wudhu dalam mandi junub hukumnya sunnah. Karena tujuan utama mandi adalah menghilangkan hadats besar, dan itu cukup dengan mengguyur seluruh tubuh dengan niat. Namun, mengikuti contoh Nabi ﷺ secara lengkap adalah lebih utama dan sempurna.

Story Telling

Dahulu, ada seorang sahabat bernama Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang sangat cinta kepada Nabi ﷺ. Suatu hari, beliau mendengar Nabi ﷺ bersabda, "Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya (bersih) karena bekas wudhu." Maka Abu Hurairah pun berusaha untuk memperpanjang cahaya wudhunya dengan membasuh anggota wudhu melebihi yang wajib.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa kebersihan dan kesucian adalah perkara yang sangat dicintai Allah dan akan menjadi cahaya bagi kita di akhirat kelak. Mandi junub yang kita lakukan dengan benar bukan hanya membersihkan badan, tetapi juga merupakan bentuk ketaatan yang akan menjadi saksi kebaikan bagi kita.

Kesimpulan Praktis

Dari hadits ini, ada beberapa poin yang bisa kita amalkan:

  1. Niatkan mandi junub untuk menghilangkan hadats besar dan untuk bersuci, semata-mata karena Allah Ta'ala.
  2. Mulailah dengan mencuci kedua tangan tiga kali.
  3. Bersihkan kemaluan dan kotoran yang ada di badan dengan tangan kiri.
  4. Berwudhu seperti wudhu untuk shalat (ini sunnah, namun sangat dianjurkan).
  5. Guyur kepala tiga kali hingga air sampai ke kulit kepala.
  6. Guyur seluruh tubuh secara merata, dahulukan sisi kanan lalu kiri.
  7. Pastikan tidak ada yang menghalangi air sampai ke kulit, seperti cat, lem, atau kotoran yang menempel.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.