Penjelasan Hadits Nasa'i No. 244 tentang Tata cara mandi junub Nabi

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tata cara mandi wajib (ghusl) Nabi ﷺ dari janabah secara bertahap. Sebelum menyentuh air di wadah, beliau mencuci kedua tangan tiga kali, membersihkan kemaluan, lalu mencuci tangan kembali, kemudian berkumur, istinsyaq (menghirup air ke hidung), menuangkan air ke kepala tiga kali, dan terakhir mengguyur seluruh tubuh. Urutan ini menunjukkan adab kebersihan dan kesucian yang diajarkan Islam.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam an-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Thaharah, Bab Menyebutkan Jumlah Mencuci Tangan Sebelum Memasukkan ke Dalam Wadah (no. 244). Perawi sahabatnya adalah 'Aisyah رضي الله عنها, melalui jalur Abu Salamah bin Abdurrahman.

Hadits ini juga memiliki asal dalam Shahihain, sebagaimana disebutkan oleh Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari, bahwa 'Aisyah رضي الله عنها meriwayatkan sifat mandi Nabi ﷺ dari janabah.

Adapun dalil Al-Qur'an yang menjadi dasar kewajiban mandi janabah:

QS. Al-Ma'idah [5]: 6

وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا۟

"Dan jika kamu junub, maka mandilah."

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan bersuci (thaharah) dari janabah dengan mandi, dan tata caranya diambil dari sunnah Nabi ﷺ sebagaimana hadits 'Aisyah ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini merupakan salah satu riwayat penting tentang sifat mandi janabah Nabi ﷺ. Imam an-Nasa'i menempatkannya dalam bab khusus tentang jumlah mencuci tangan sebelum memasukkan ke wadah air, yang menunjukkan perhatian beliau terhadap detail adab dan kebersihan.

Poin-poin fiqih dari hadits ini:

  1. Mencuci kedua tangan tiga kali sebelum menyentuh wadah air. Ini adalah sunnah yang disepakati para ulama. Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa hikmahnya adalah menjaga kebersihan air dan membersihkan tangan dari kotoran yang mungkin menempel, terutama setelah bangun tidur atau sebelum mandi.
  2. Mencuci kemaluan setelah mencuci tangan. Ini menunjukkan pentingnya membersihkan najis terlebih dahulu sebelum mengguyur anggota tubuh lain, agar air tidak membawa najis ke bagian tubuh yang lain.
  3. Mencuci tangan kembali setelah membersihkan kemaluan. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa ini dilakukan karena tangan telah menyentuh area najis, sehingga perlu dibersihkan sebelum digunakan untuk berkumur dan istinsyaq.
  4. Berkumur (madhmadhah) dan istinsyaq. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa keduanya termasuk sunnah muakkadah dalam mandi janabah menurut madzhab Syafi'i, dan wajib menurut sebagian ulama seperti Imam Ahmad dalam riwayat tertentu.
  5. Menuangkan air ke kepala tiga kali. Ini menunjukkan sunnah mengulang tiga kali pada kepala, sebagaimana disebutkan dalam riwayat lain.
  6. Mengguyur seluruh tubuh. Ini adalah rukun mandi janabah yang disepakati, yaitu meratakan air ke seluruh tubuh.

Perbedaan pendapat ulama daftar:

  • Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa berkumur dan istinsyaq dalam mandi janabah adalah sunnah, sedangkan menurut sebagian riwayat dari Imam Ahmad keduanya wajib.
  • Imam Abu Hanifah berpendapat keduanya sunnah dalam mandi, dan wajib dalam wudhu.
  • Yang paling kuat menurut dalil adalah pendapat jumhur (mayoritas) ulama dari daftar, yaitu sunnah muakkadah, karena tidak ada dalil tegas yang mewajibkan, namun Nabi ﷺ selalu melakukannya.

Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah dan Irwa' al-Ghalil menilai hadits ini shahih dan menjadikannya dalil urutan mandi janabah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Salamah bin Abdurrahman bin 'Auf, salah seorang tabi'in terpercaya, pernah bertanya langsung kepada 'Aisyah رضي الله عنها tentang cara mandi Nabi ﷺ dari janabah. 'Aisyah رضي الله عنها, yang merupakan istri Nabi ﷺ dan paling mengetahui urusan rumah tangga beliau, menjawab dengan rinci tanpa ragu. Ini menunjukkan bahwa para tabi'in sangat teliti dalam menanyakan sunnah, dan 'Aisyah رضي الله عنها menjadi rujukan utama dalam masalah-masalah yang hanya diketahui oleh ahli rumah.

Imam az-Zuhri dan Qatadah bin Di'amah juga dikenal meriwayatkan dan menjelaskan hadits-hadits thaharah dari 'Aisyah, dan mereka menekankan pentingnya mengikuti urutan yang diajarkan Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Sebelum mandi janabah, cucilah kedua tangan tiga kali sebelum menyentuh air di wadah.
  2. Bersihkan kemaluan dari najis, lalu cuci tangan kembali.
  3. Berkumur dan hirup air ke hidung (istinsyaq) sebagai bagian dari sunnah mandi.
  4. Tuangkan air ke kepala tiga kali, lalu ratakan ke seluruh tubuh.
  5. Urutan ini bukan sekadar formalitas, tetapi mengandung hikmah kebersihan dan kesucian yang diajarkan Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?