Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan adab dan tata cara mandi junub yang dicontohkan Nabi ﷺ: mencuci tangan terlebih dahulu sebelum memasukkan ke wadah air, membersihkan kemaluan dengan tangan kiri, lalu berwudhu, menuang air ke kepala tiga kali, dan mengguyur seluruh tubuh. Intinya, kebersihan dan kehati-hatian dalam beribadah sangat diperhatikan, terutama saat bersuci dari hadats besar.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab Thaharah, Bab Penjelasan Mencuci Tangan Junub Sebelum Memasukkan ke Dalam Wadah (no. 243), dari Aisyah radhiyallahu 'anha.
Dalil Al-Qur'an yang menjadi dasar perintah bersuci dari junub:
QS. Al-Ma'idah [5]: 6
وَإِن كُنتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا۟
Terjemahan: "Dan jika kamu junub, maka mandilah (bersucilah)."
Ayat ini menjadi pokok kewajiban mandi junub, sedangkan tata caranya diambil dari sunnah Nabi ﷺ sebagaimana dalam hadits Aisyah ini.
Hadits pendukung dari Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim juga meriwayatkan dari Aisyah tentang sifat mandi Nabi ﷺ, yang dijelaskan panjang oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menjelaskan sifat (tata cara) mandi junub Nabi ﷺ secara terperinci. Para ulama dari daftar yang disebutkan membahasnya sebagai berikut:
1. Mencuci tangan sebelum memasukkan ke wadah.
Nabi ﷺ menuangkan air ke kedua tangannya dan mencucinya sebelum memasukkannya ke wadah air. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ini adalah bentuk kehati-hatian agar air tidak terkontaminasi kotoran yang mungkin ada di tangan, terutama setelah bangun tidur atau setelah junub. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa ini adalah sunnah yang dianjurkan, dan sebagian ulama menyebutkan hukumnya bisa wajib jika tangan dalam keadaan najis yang dikhawatirkan mengubah air.
2. Membersihkan kemaluan dengan tangan kiri.
Nabi ﷺ menuang air dengan tangan kanan dan mencuci kemaluan dengan tangan kiri. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa ini menunjukkan adab: tangan kanan digunakan untuk hal-hal yang mulia (menuang air), sedangkan tangan kiri untuk membersihkan kotoran. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menegaskan pentingnya menjaga adab tangan kanan dan kiri dalam setiap perkara, termasuk bersuci.
3. Berwudhu setelah membersihkan kemaluan.
Nabi ﷺ berkumur dan istinsyaq (menghirup air ke hidung) tiga kali. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa wudhu dalam mandi junub ini hukumnya sunnah, bukan wajib, karena mandi junub sudah mencakup seluruh tubuh. Namun, berwudhu sebelum mandi adalah sunnah yang dianjurkan berdasarkan hadits ini.
4. Menuang air ke kepala tiga kali.
Nabi ﷺ menuangkan air yang memenuhi kedua telapak tangannya ke kepala tiga kali. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini dilakukan untuk memastikan air merata ke kulit kepala dan rambut, terutama bagi yang berambut tebal. Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Mumti' menegaskan bahwa mengguyur kepala tiga kali adalah sunnah, dan yang wajib adalah meratakan air ke seluruh tubuh termasuk kulit kepala.
5. Mengguyur seluruh tubuh.
Setelah itu Nabi ﷺ menuangkan air ke seluruh tubuhnya. Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa inti dari mandi junub adalah meratakan air ke seluruh tubuh, dan tata cara Nabi ﷺ ini adalah yang paling sempurna.
Perbedaan pendapat ulama daftar:
- Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa wudhu dalam mandi junub hukumnya sunnah, dan jika seseorang langsung mengguyur seluruh tubuh tanpa wudhu, mandinya tetap sah.
- Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa berkumur dan istinsyaq dalam mandi junub hukumnya sunnah, bukan wajib.
- Ibnu Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menegaskan bahwa yang wajib dalam mandi junub hanyalah meratakan air ke seluruh tubuh, sedangkan tata cara Nabi ﷺ adalah yang paling utama (afdhal).
Yang paling kuat menurut dalil: Tata cara Nabi ﷺ dalam hadits ini adalah yang paling sempurna dan dianjurkan untuk diikuti, namun sahnya mandi junub cukup dengan meratakan air ke seluruh tubuh.
Story Telling
Aisyah radhiyallahu 'anha adalah istri Nabi ﷺ yang paling banyak meriwayatkan hadits tentang kehidupan rumah tangga Nabi ﷺ, termasuk perkara yang sangat pribadi seperti mandi junub. Suatu ketika, Aisyah memperhatikan dengan teliti bagaimana Nabi ﷺ mandi, lalu beliau menceritakannya kepada para sahabat agar umat Islam mengetahui tata cara yang benar. Imam an-Nawawi dalam Tahdzib al-Asma' menyebutkan bahwa Aisyah adalah salah satu sahabat yang paling faqih dalam masalah thaharah dan ibadah wanita. Hikmahnya: seorang muslim hendaknya memperhatikan detail ibadahnya, dan tidak malu bertanya atau mempelajari perkara yang dibutuhkan dalam bersuci.
Kesimpulan Praktis
- Cuci tangan dulu sebelum memasukkan ke wadah air saat mandi junub, terutama jika tangan mungkin terkena najis.
- Gunakan tangan kanan untuk menuang air dan tangan kiri untuk membersihkan kemaluan.
- Berwudhu sebelum mandi junub adalah sunnah yang dianjurkan.
- Guyur kepala tiga kali lalu ratakan air ke seluruh tubuh.
- Yang wajib dalam mandi junub adalah meratakan air ke seluruh tubuh; tata cara Nabi ﷺ adalah yang paling utama.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.