Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa puasa yang paling utama dan paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Dawud ‘alaihis salam, yaitu berpuasa sehari dan berbuka sehari. Ini adalah puasa yang paling seimbang, tidak memberatkan badan, dan tetap menjaga hak-hak tubuh, keluarga, serta ibadah lainnya. Puasa ini lebih utama daripada puasa terus-menerus setiap hari, karena puasa setiap hari tanpa henti justru tidak dianggap berpuasa oleh Nabi ﷺ, karena badan dan hak-hak lain menjadi terabaikan.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan dengan keutamaan puasa dan keseimbangan dalam ibadah:
QS. Al-Baqarah [2]: 183
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Hadits yang diriwayatkan dalam Sunan An-Nasa'i nomor 2388, dari sahabat Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ صِيَامُ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامُ كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا
"Puasa yang paling utama adalah puasa Dawud 'alaihis salam. Beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari."
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhu dengan lafaz yang semakna.
Kaitan dengan ulama: Hadits ini dijelaskan oleh para ulama dalam kitab-kitab mereka, di antaranya:
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa puasa Dawud adalah puasa yang paling utama karena paling seimbang.
- Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan hikmah keutamaan puasa Dawud.
- Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa puasa Dawud adalah puasa yang paling utama bagi yang mampu, karena tidak memberatkan dan tidak mengabaikan hak-hak lain.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
1. Keutamaan Puasa Dawud
Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa puasa Dawud adalah puasa yang paling utama karena merupakan puasa yang paling seimbang. Beliau berkata: "Puasa Dawud adalah puasa yang paling utama karena ia adalah puasa yang paling sempurna dalam hal keseimbangan antara ibadah dan hak-hak lainnya. Puasa ini tidak memberatkan badan, tidak melemahkan dari ibadah lain, dan tidak mengabaikan hak keluarga."
2. Larangan Puasa Terus-Menerus Setiap Hari
Dalam riwayat lain yang disebutkan dalam hadits ini, Nabi ﷺ bersabda: "Siapa yang berpuasa setiap hari dalam hidupnya, maka dia belum berpuasa." Maknanya, orang yang berpuasa setiap hari tanpa henti seolah-olah tidak berpuasa, karena puasanya menjadi kebiasaan yang kehilangan makna dan keutamaannya. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa puasa setiap hari menyebabkan badan menjadi lemah, sehingga ibadah lain menjadi terbengkalai, dan ini bertentangan dengan tujuan syariat.
3. Keseimbangan dalam Ibadah
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa puasa Dawud mengajarkan kita tentang pentingnya keseimbangan dalam beribadah. Beliau berkata: "Sesungguhnya puasa Dawud adalah puasa yang paling utama karena ia menggabungkan antara ibadah dan pemenuhan hak-hak tubuh, keluarga, dan masyarakat. Orang yang berpuasa selang-seling ini tidak akan merasa berat, dan ia tetap bisa menjalankan ibadah lainnya dengan baik."
4. Hikmah dari Kisah Nabi Dawud
Nabi Dawud 'alaihis salam adalah nabi yang sangat kuat ibadahnya, namun beliau tetap menjaga keseimbangan. Beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari, dan ini adalah puasa yang paling dicintai Allah. Ini menunjukkan bahwa ibadah yang paling baik bukanlah yang paling banyak, tetapi yang paling istiqamah dan seimbang.
5. Perbedaan Pendapat Ulama tentang Hukum Puasa Setiap Hari
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum puasa setiap hari:
- Mayoritas ulama (Imam Malik, Imam Asy-Syafi'i, dan Imam Ahmad) berpendapat bahwa puasa setiap hari hukumnya makruh, karena bertentangan dengan petunjuk Nabi ﷺ.
- Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa puasa setiap hari hukumnya boleh, selama tidak memberatkan dan tidak mengabaikan hak-hak lain.
Namun pendapat yang paling kuat adalah pendapat mayoritas ulama, karena hadits ini dengan jelas menunjukkan bahwa puasa setiap hari tidak dianjurkan, bahkan Nabi ﷺ mengingatkannya.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Aku diberitahu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya aku berpuasa dan berbuka, aku shalat malam dan tidur. Barangsiapa yang berpuasa setiap hari, maka dia tidak berpuasa.'"
Maka Abdullah bin 'Amr berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mampu untuk berpuasa lebih dari itu." Nabi ﷺ bersabda: "Berpuasalah tiga hari dalam sebulan." Abdullah berkata: "Aku mampu lebih dari itu." Nabi ﷺ bersabda: "Berpuasalah sehari dan berbukalah dua hari." Abdullah berkata: "Aku mampu lebih dari itu." Nabi ﷺ bersabda: "Berpuasalah sehari dan berbukalah sehari, itulah puasa Dawud, dan itu adalah puasa yang paling utama." Abdullah berkata: "Aku mampu lebih dari itu." Maka Nabi ﷺ bersabda: "Tidak ada yang lebih utama dari itu."
Kisah ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dalam beribadah, karena yang terbaik adalah yang paling seimbang dan istiqamah. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kesimpulan Praktis
- Puasa Dawud (sehari puasa, sehari berbuka) adalah puasa yang paling utama dan paling dicintai Allah.
- Jangan berlebihan dalam berpuasa hingga mengabaikan hak-hak tubuh, keluarga, dan ibadah lainnya.
- Jaga keseimbangan dalam semua ibadah, karena yang paling baik adalah yang istiqamah, bukan yang paling banyak.
- Jika ingin berpuasa sunnah, maka puasa Dawud adalah pilihan terbaik bagi yang mampu.
- Hindari puasa setiap hari tanpa henti, karena hal itu bertentangan dengan petunjuk Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.