Penjelasan Hadits Nasa'i No. 2199 tentang Keutamaan menghidupkan malam Ramadan dengan iman

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar menghidupkan malam-malam Ramadan (terutama dengan shalat tarawih/qiyam Ramadan) disertai dua syarat: iman (yakin akan janji Allah) dan ihtisab (mengharap pahala Allah, bukan karena riya' atau kebiasaan). Bila kedua syarat itu terpenuhi, Allah mengampuni dosa-dosa yang telah lalu. Ini adalah kabar gembira sekaligus dorongan agar Ramadan diisi dengan ibadah, bukan sekadar rutinitas.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam an-Nasa'i dalam Sunan an-Nasa'i, Kitab Puasa, no. 2199, melalui jalur Imam Malik (dalam Al-Muwaththa') dari Ibnu Syihab az-Zuhri, dari Humayd bin Abdurrahman, dari Abu Hurairah رضي الله عنه.

Teks hadits:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Terjemahan: "Barangsiapa menghidupkan (malam) Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

Ayat yang menjadi landasan umum tentang ampunan dan qiyamul lail:

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

QS. Al-Furqan [25]: 64 — "Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka."

Juga firman Allah:

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا

QS. As-Sajdah [32]: 16 — "Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhan mereka dengan rasa takut dan harap."

Hadits ini juga terdapat dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dengan lafaz serupa dari Abu Hurairah, dan Imam an-Nawawi menyebutkannya dalam Syarh Shahih Muslim ketika menjelaskan bab keutamaan qiyam Ramadan.

Penjelasan Rinci

Makna "قَامَ رَمَضَانَ" (menghidupkan Ramadan): Para ulama di daftar menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah qiyamul lail di bulan Ramadan, yaitu shalat malam — yang kita kenal sebagai shalat tarawih. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa yang dimaksud "qiyam Ramadan" adalah shalat tarawih, dan inilah pendapat jumhur ulama. Imam an-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim juga menegaskan hal yang sama.

Makna "إِيمَانًا" (dengan iman): Yakni membenarkan janji Allah bahwa qiyam Ramadan itu benar-benar memiliki keutamaan dan pahala, bukan sekadar ikut-ikutan atau karena tradisi. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa iman di sini mencakup keyakinan hati terhadap kebenaran janji Allah dan Rasul-Nya.

Makna "وَاحْتِسَابًا" (mengharap pahala): Yakni memurnikan niat hanya untuk mencari ridha dan pahala Allah, bukan karena riya', pujian manusia, atau tujuan duniawi. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ihtisab berarti mengikhlaskan amal dan mengharap pahala dari Allah semata. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Ighatsat al-Lahfan menekankan bahwa amal tanpa ihtisab (mengharap pahala) kehilangan ruh keikhlasan.

Makna "غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ" (diampuni dosa yang telah lalu): Para ulama berbeda pendapat:

  • Jumhur ulama (termasuk Ibnu Hajar dan an-Nawawi) menyatakan bahwa yang diampuni adalah dosa-dosa kecil, karena dosa besar memerlukan taubat khusus. Ini dikuatkan oleh hadits lain tentang wudhu, shalat, dan amal-amal lain yang serupa.
  • Sebagian ulama menyebutkan bahwa ampunan ini mencakup dosa kecil, dan dosa besar diampuni melalui taubat. Pendapat ini yang lebih kuat dan lebih selaras dengan kaidah syariat, sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari.

Perbedaan pendapat tentang "qiyam Ramadan": Sebagian ulama menyebutkan apakah yang dimaksud seluruh malam Ramadan atau sebagiannya. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah menghidupkan malam-malam Ramadan secara umum, dan siapa yang menghidupkan sebagian besar malamnya dengan shalat, ia termasuk yang mendapatkan keutamaan ini. Syaikh Ibn Baz dan Syaikh al-Utsaimin dalam fatwa-fatwa mereka menjelaskan bahwa shalat tarawih berjamaah di masjid termasuk qiyam Ramadan yang paling utama, dan siapa yang shalat bersama imam hingga selesai, dicatat baginya pahala qiyam semalam penuh (berdasarkan hadits lain dari Abu Dzar dalam Sunan at-Tirmidzi).

Syarat diterimanya amal: Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam Taisir al-Karim ar-Rahman menekankan bahwa amal diterima bila memenuhi dua rukun: ikhlas (iman dan ihtisab) dan ittiba' (mengikuti sunnah Nabi ﷺ). Maka qiyam Ramadan harus dilakukan sesuai tuntunan Nabi ﷺ, tidak dengan cara-cara yang diada-adakan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah رضي الله عنه — sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits — sangat bersemangat menyampaikan hadits-hadits keutamaan Ramadan kepada kaum muslimin. Beliau pernah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ menganjurkan qiyam Ramadan tanpa memerintahkan secara wajib, agar umat tidak merasa terbebani. Imam Malik dalam Al-Muwaththa' meriwayatkan hadits ini, dan beliau sendiri dikenal sangat menjaga shalat malam. Sufyan ats-Tsauri dan Abdullah bin al-Mubarak — dua ulama besar tabi'ut tabi'in — dikenal menghidupkan malam-malam mereka dengan shalat dan doa, dan mereka mengajarkan bahwa amal yang paling utama adalah yang tersembunyi antara hamba dan Rabb-nya.

Hikmahnya: Ramadan adalah madrasah iman. Siapa yang masuk ke dalamnya dengan hati yang yakin dan niat yang murni, ia akan keluar dengan ampunan dan derajat yang tinggi.

Kesimpulan Praktis

  1. Hidupkan malam Ramadan dengan shalat tarawih/qiyamul lail, baik berjamaah di masjid maupun di rumah.
  2. Perbaiki niat: lakukan karena iman kepada janji Allah dan mengharap pahala-Nya, bukan karena riya' atau kebiasaan.
  3. Ikuti sunnah Nabi ﷺ dalam tata cara shalat, jumlah rakaat yang dipilih dengan tenang, dan waktu pelaksanaannya.
  4. Jangan tinggalkan meski hanya sebagian malam, karena keutamaan ini berlaku bagi siapa yang menghidupkan Ramadan dengan iman dan ihtisab.
  5. Bertaubatlah dari dosa besar, karena ampunan dalam hadits ini menurut jumhur ulama mencakup dosa kecil, sedangkan dosa besar memerlukan taubat khusus.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?